Interest | Wellness

CPR: Mengapa Begitu Penting dan Bagaimana Cara Melakukannya

Rabu, 02 Nov 2022 14:30 WIB
CPR: Mengapa Begitu Penting dan Bagaimana Cara Melakukannya
Jakarta -

Peristiwa Itaewon akhir pekan lalu membuka mata dunia bahwa Cardiopulmonary resuscitation atau CPR merupakan tindakan pertolongan pertama yang begitu penting untuk diketahui. Bahkan di Korea Selatan, CPR telah menjadi kurikulum untuk pelatihan perawatan kesehatan yang ditetapkan oleh undang-undang sejak 2009.

Apalagi menurut data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada tahun 2019, ada 17,9 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular dan 85 persen di antaranya disebabkan serangan jantung, dan CPR adalah salah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan hidup seseorang dari risiko kematian. Selain itu, CPR juga secara tidak langsung membangun kepercayaan dirimu dan menjadi sebuah bekal pengetahuan medis dasar yang bisa berguna untuk orang lain pada kemudian hari.

Sebenarnya CPR bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan dan bisa dipelajari beberapa jam saja secara khusus. CPR umumnya melibatkan gerakan kompresi dada, dan dalam beberapa kasus penyelamatan pernapasan dari mulut ke mulut. Teknik-teknik ini bisa menjaga darah mengalir ke otak dan organ lain sampai bantuan medis tiba.

Lantas, bagaimana cara melakukan CPR yang benar?

.Ilustrasi CPR/ Foto: cpr.heart.org

Memahami Teknik CPR

Idealnya, setiap orang bisa dilatih melakukan CPR. Walau sudah pasti kamu tetap takut untuk mencoba dalam keadaan darurat, tapi itu lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa saat itu terjadi. American Heart Association merekomendasikan pendekatan yang berbeda untuk melakukan CPR tergantung seberapa terlatihnya kamu melakukannya.

Jika Kamu Terlatih
Apabila kamu pernah mendapatkan pelatihan dan melakukan CPR beberapa kali, periksalah apakah orang tersebut mempunyai denyut nadi dan bernapas. Jika tidak ada denyut nadi atau pernapasan yang terasa dalam 10 detik, gunakan kecepatan kompresi CPR 100 hingga 120 per menit, dalam 30 kompresi diikuti dengan dua napas bantuan lewat mulut. Ulangi urutannya sampai orang tersebut mulai bernapas.

Jika Kamu Tidak Terlatih
Jika kamu tidak terlatih dalam CPR, tapi kamu berada dalam situasi harus menyelamatkan orang lain dengan menggunakan teknik ini, maka gunakan CPR tangan saja tanpa memberikan napas buatan. CPR dengan tangan saja melibatkan kompresi dada tanpa henti 100 hingga 120 kali per menit. Tapi karena kamu tidak menyertakan napas buatan, sebaiknya kamu tidak menghentikan CPR sampai tenaga kesehatan tiba atau sampai kamu yakin denyut nadinya kembali pulih.

Saat melakukan CPR, waktu adalah hal yang paling penting. Bagi kamu yang ingin melakukannya untuk orang dewasa dan anak-anak 8 tahun ke atas, cobalah lakukan ini.

.Ilustrasi CPR/ Foto: cpr.heart.org

1. Letakkan tangan di dada orang tersebut

Bayangkan sebuah garis antara puting susu dan letakkan tumit satu tangan langsung pada garis itu, di tengah dada yaitu tulang dada. Letakkan tanganmu yang lain di atas tangan itu. Pusatkan berat badan kamu langsung di atas tanganmu.

2. Lakukan kompresi dada

Dorong dengan keras, hingga kedalaman minimal 2 inci dan cepat-sekitar dua kali per detik hingga orang tersebut merespons. Tangan kamu jangan sampai terpental, tetapi kamu harus mengangkat seluruh beban tubuh dari pasien di antara setiap kompresi yang kamu lakukan.

3. Berikan pernapasan buatan

Jika kamu telah menjalani CPR dan merasa nyaman melakukan langkah-langkah tersebut, tekan dada sebanyak 30 kali, lalu berikan dua kali napas buatan.

4. Ulangi

Ulangi siklus dengan rasio CPR 30:2    kompresi dada dan napas    sampai bantuan tiba atau orang tersebut bangun.

Itulah cara sederhana yang bisa kamu lakukan ketika melakukan CPR. Saat ini, banyak orang Indonesia yang minim pengetahuan tentang CPR dan cenderung takut untuk memulainya karena takut salah. Tapi teknik ini adalah hal umum yang perlu kamu ketahui, kalau-kalau suatu saat kamu mengalami situasi tak terduga seperti yang terjadi di Itaewon.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS