Interest | Wellness

Apa Itu Chicken Skin?

Jumat, 01 Jul 2022 14:00 WIB
Apa Itu Chicken Skin?
Jakarta -

Dikenal sebagai penyakit kulit ayam, keratosis pilaris merupakan kelainan kulit yang menimbulkan benjolan-benjolan kecil yang terasa kasar pada kulit. Meskipun tampak mirip, chicken skin bukanlah jerawat. Kondisi ini umumnya disebabkan karena kulit menghasilkan terlalu banyak protein yang disebut sebagai keratin, sehingga sel kulit mati pun menumpuk, memblokir folikel rambut dan menyebabkan timbulnya benjolan.

Chicken skin sering ditemukan di area lengan, paha, pipi, dan bokong, dengan tampilan berwarna putih, coklat, ataupun merah. Biasanya, benjolan-benjolan tersebut tidak sakit atau gatal, namun kondisinya dapat memburuk selama kehamilan ataupun di saat musim dingin karena kondisi kulit yang cenderung kering.

Meskipun tidak tergolong sebagai penyakit yang serius dan tidak menular, keratosis pilaris sulit untuk diobati. Biasanya, chicken skin akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu hingga menginjak usia 30 tahun. Penyakit ini sering dimulai pada akhir usia anak-anak hingga selama remaja dan sering dialami orang dengan kulit kering, eksim, iktiosis, alergi serbuk bunga, melanoma, dan obesitas. Siapa saja mudah terjangkit kondisi kulit ini, namun penyakit ini paling umum dialami oleh anak-anak dan remaja.

Keratosis pilaris memang sulit untuk diobati, namun jika kamu berkonsultasi dengan dokter, biasanya akan direkomendasikan pelembap untuk meringankan kondisi kulit yang kering dan gatal. Krim oles yang diresepkan juga dapat mengatasi penampilan kulit dari ruam-ruam yang dapat muncul, membuang sel kulit mati, atau mencegah folikel rambut untuk tersumbat.

Kasus ini merupakan kasus yang umum terjadi, meskipun saat ini masih belum ditemukan penyebab utama dibalik penyakit kulit ini. Keratosis pilaris tidak dapat dicegah, namun ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan risiko terkena penyakit ini yakni adalah mandi dengan air hangat, menggunakan sabun ringan yang disertai dengan minyak untuk melembabkan kulit, tidak mandi terlalu lama untuk menjaga minyak alami kulit, mengeringkan kulit secara merata setelah mandi, dan memakai pelembab kulit yang sesuai dengan jenis kulit.

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/DIR)

Author

Hani Indita