Interest | Wellness

Garam Himalaya, Benarkah Lebih Sehat?

Senin, 30 May 2022 10:00 WIB
Garam Himalaya, Benarkah Lebih Sehat?
Foto: Anastasia Zhenin/Pexels
Jakarta -

Berbeda dari garam yang biasa kita kenal, jenis garam yang satu ini berwarna merah muda dan berasal dari daerah Punjab, Pakistan, di bawah kaki gunung Himalaya. Sama seperti garam dapur, garam Himalaya dapat dipakai dalam masakan. Namun, garam ini juga dapat menjadi sabun ataupun lilin pewangi. Pasalnya, garam Himalaya dikatakan sebagai purest salts karena memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Namun, benarkah demikian?

Garam Himalaya mengandung 98 persen natrium klorida. Selain itu, garam Himalaya juga kaya akan mineral seperti potasium, magnesium, dan kalsium, sehingga warna garam yang satu ini dapat terlihat dalam warna merah jambu muda. Mineral yang ada dalam garam Himalaya juga menjadi landasan atas rasanya yang berbeda dengan garam dapur.

Umumnya, garam Himalaya lebih asin dari garam dapur biasa, sehingga hanya dibutuhkan sedikit garam Himalaya untuk menambah rasa dalam sebuah makanan. Garam Himalaya biasanya juga tidak mengandung bahan tambahan, tidak seperti garam dapur yang biasanya dicampur dengan natrium aluminosilikat atau magnesium karbonat, sebagai bahan untuk mencegah garam dapur menjadi lengket. Maka dari itu, garam Himalaya memang memiliki kandungan yang lebih alami. Tapi, apakah benar garam Himalaya lebih baik dan lebih sehat dibanding garam dapur?

Nyatanya, tubuh kita memang membutuhkan asupan sodium yang bisa didapatkan dari garam untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mencegah dehidrasi, serta untuk merelaksasi otot. Meskipun sodium yang terkandung dalam garam memang diperlukan untuk tubuh, penting bagi kita untuk memonitor asupan garam, apapun jenisnya. Terlalu banyak asupan garam nyatanya dapat berisiko untuk memunculkan beberapa dampak negatif pada kesehatan. Terlebih lagi, bagi kamu yang menderita masalah ginjal, hati, ataupun jantung, dan tekanan darah tinggi.

Saat tubuh kita mendapatkan asupan garam lebih dari yang dibutuhkan, ginjal akan mencoba mengurangi sisa-sisa garam melalui urin. Namun, saat ginjal tidak mampu untuk melakukan hal ini, sisa-sisa garam yang ada dalam tubuh akan menumpuk pada cairan di dalam sel yang menyebabkan volume air dan volume darah meningkat, dan memberikan tekanan tambahan pada jantung dan pembuluh darah.

Hingga saat ini, masih belum ada bukti saintifik mengenai garam Himalaya yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan lebih dari garam dapur biasa. Namun, karena garam Himalaya dapat memberi rasa asin yang lebih dengan jumlah yang sedikit, hal ini dapat menjadi alternatif bagi kamu yang ingin menjaga asupan garam. Hanya saja, pastikan untuk menikmatinya dalam jumlah yang normal.

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/DIR)

Author

Hani Indita