Interest | Wellness

They Don't Talk About: Anger Issues

Kamis, 26 May 2022 20:00 WIB
They Don't Talk About: Anger Issues
Jakarta -

Seperti yang kita ketahui bahwa marah merupakan salah satu bentuk emosi yang pasti dimiliki dan pernah diekspresikan oleh setiap manusia. Kemarahan memang adalah respons alami dan naluriah terhadap ancaman atau situasi yang tidak mengenakan. Beberapa kemarahan diperlukan untuk kelangsungan hidup kita, namun kemarahan dapat menjadi masalah ketika kita kesulitan mengendalikannya, menyebabkan kita mengatakan atau melakukan hal-hal yang pasti nantinya akan kita sesali.

Sebuah studi 2010 menemukan bahwa kemarahan yang tidak terkendali buruk bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Itu juga dapat dengan cepat meningkat menjadi kekerasan verbal atau fisik, merugikan kita sendiri dan bahkan orang-orang di sekitar kita. Penelitian telah menunjukkan bahwa tidak mampu mengendalikan kemarahan dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, bulimia (gangguan makan yang mengancam jiwa), diabetes, dan kecelakaan di jalan.

Untuk penyebabnya sendiri, ada banyak faktor internal dan eksternal. Beberapa faktor internal dapat mencakup ketidakstabilan mental, depresi, atau alkoholisme. Sedangkan faktor eksternal dapat mencakup situasi yang menyebabkan stres atau kecemasan, seperti masalah keuangan atau masalah keluarga dan hubungan. Meskipun kemarahan adalah suatu hal yang normal, kita juga perlu mengetahui bahwa tingkatan emosional seseorang yang berlebihan terutama ketika marah bisa saja menjadi sebuah indikasi bahwa ia memiliki anger issues. Berikut ini adalah beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki gangguan anger issues.

  • Memiliki kecenderungan untuk menyakiti orang lain baik secara verbal maupun fisik
  • Selalu merasa marah akan berbagai hal
  • Memiliki amarah yang tak terkendali
  • Sering menyesali sesuatu yang telah dikatakan atau lakukan ketika marah
  • Mudah marah mengenai hal-hal kecil yang dapat dikatakan cukup sepele

Jenis-jenis anger issue
Kemarahan dapat ditunjukkan dalam beberapa cara berbeda dan dengan tingkat intensitas yang berbeda:

Inward Anger
Jenis kemarahan ini diarahkan secara internal dan dapat mencakup pikiran gelap dan menyedihkan serta pembicaraan diri yang negatif. Menghukum diri sendiri biasanya dikaitkan dengan kemarahan batin, seperti menyangkal hal-hal yang disukai, seperti menonton televisi atau berolahraga. Bahkan juga dapat mengingkari kebutuhan dasar diri sendiri seperti menolak untuk mengonsumsi makanan maupun air.

Outward Anger
Jenis kemarahan yang satu ini melibatkan pengekspresian kemarahan secara verbal atau fisik terhadap orang lain dan hal-hal lain. Bahkan Outward Anger dapat mencakup aksi merusak atau memecahkan barang-barang dan menyerang orang lain, serta berteriak dan memaki.

Passive Anger
Juga dikenal sebagai perilaku pasif-agresif, ini dapat mencakup tindakan seperti bersikap sarkastik atau merendahkan orang lain, memberikan perlakuan diam kepada orang lain, dan cemberut atau merajuk.

Jika kamu yakin kemarahan kamu terkadang tidak terkendali atau memiliki dampak negatif pada kehidupan atau hubungan yang kamu miliki, pertimbangkanlah untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Seorang profesional kesehatan mental dapat membantu menentukan apakah kamu memiliki kondisi kesehatan mental yang mendasari masalah kemarahan kamu dan perawatan yang bisa dijalankan.

[Gambas:Audio CXO]



(DIP/MEL)