Interest | Wellness

Dengkuran Kucing untuk Kesehatan Mental

Jumat, 13 May 2022 14:00 WIB
Dengkuran Kucing untuk Kesehatan Mental
Kucing Foto: Pexels
Jakarta -

Bagi pecinta kucing, sudah tidak diragukan lagi bahwa kumis, tubuhnya yang gembul dan berbulu, serta suara khasnya membuat kita senang. Berbagai penelitian pun membuktikan bahwa memiliki kucing sangat baik untuk kesehatan mental. Bahkan dengkuran yang mereka berikan kepada kita menjadi tanda bahwa kita adalah sahabat manusia mereka. Jadi, pertanyaannya adalah, apakah dengkuran kucing benar-benar memiliki kekuatan healing yang dapat bermanfaat bagi kesehatan mental kita?

Sepanjang sejarah, penyembuh telah menggunakan suara dalam pekerjaan mereka dengan keyakinan bahwa frekuensi tertentu dapat memiliki efek penyembuhan pada kesehatan mental dan fisik. Seekor kucing mendengkur dalam kisaran 20-140 Hz yang dikenal sebagai terapi medis untuk penyakit pada manusia. Saat kucing mendengkur, ia melepaskan endorfin di dalam otaknya. Endorfin ini adalah hormon yang menimbulkan perasaan bahagia, kasih sayang, kegembiraan, dan masih banyak lagi. Studi menunjukkan bahwa dengkuran kucing tidak hanya melepaskan endorfin dalam diri mereka sendiri, tetapi juga pada manusia. Dengkurannya ini dapat menurunkan tingkat stres, membantu mengatasi penyakit, dan bahkan menurunkan tekanan darah.

.Ilustrasi kucing mendengkur/ Foto: Cats Coming - Pexels

Dengkuran kucing tidak hanya dapat menurunkan stres, tetapi juga dapat membantu sesak napas, menurunkan tekanan darah, membantu menyembuhkan infeksi, dan bahkan menyembuhkan tulang. Mungkin sulit untuk memahami legitimasi efek positif pada kesehatan mental yang dapat ditawarkan kucing, tetapi penelitian telah menunjukkan dan membuktikan, bahwa efek fisiknya adalah hal yang nyata. Dengkuran kucing dapat berdampak positif terhadap efek stres dan kecemasan. Bahkan, mengelus kucing yang sedang tidur dan mendengarkan mereka mendengkur saja sudah membuat kita rileks.

Kesehatan mental manusia dapat ditingkatkan secara signifikan dengan mendengar dengkuran kucing. Entah itu frekuensi suara dari dengkuran itu sendiri atau reaksi emosional seseorang ketika mereka mendengar dengkuran yang manis dan lembut dari hewan peliharaan yang mereka cintai. Apa yang kita ketahui adalah bahwa penelitian telah menunjukkan penurunan besar dalam stres dan kecemasan ketika pemilik ditemani oleh hewan peliharaan mereka.

.Ilustrasi kucing/ Foto: Cats Coming - Pexels

Terlepas dari dengkurannya yang memiliki banyak manfaat positif untuk manusia, keberadaan kucing itu sendiri sudah sangat berpengaruh untuk kesehatan mental dan kebahagiaan seseorang yang memilikinya. The Mental Health Foundation melakukan penelitian dengan Cats Protection pada tahun 2011 yang melibatkan lebih dari 600 responden yang memiliki kucing dan tidak memiliki kucing dengan setengah dari mereka menggambarkan diri mereka yang pada saat itu memiliki masalah kesehatan mental.

Survei menemukan bahwa 87 persen orang yang memiliki kucing merasa memiliki dampak positif pada kehidupan dan kesehatan mental mereka, sementara 76 persen lainnya mengatakan mereka dapat mengatasi kehidupan sehari-hari dengan lebih baik berkat ditemani teman-teman kucing mereka. Setengah dari pemilik kucing merasa bahwa kehadiran dan persahabatan dengan kucingnya sangat membantu. Survei ini juga menemukan bahwa sepertiga responden yang mengaku membelai kucing adalah sebuah kegiatan yang menenangkan.

.Ilustrasi kucing sahabat manusia/ Foto: Tranmauritam - Pexels

Sebagai garis besarnya, kucing secara general memang dapat membantu kesehatan mental kita hanya dengan menjadi dirinya sendiri. Kemampuan mereka untuk mengurangi stres, menawarkan persahabatan, menyembuhkan dengan mendengkur, dan menawarkan layanan mereka sebagai hewan terapi menjadikan mereka hewan yang ideal untuk kesehatan mental. Jadi, lain kali kucing kamu menggosokkan tubuhnya ke tubuh kamu, berikanlah ia apresiasi dengan membelainya penuh kasih atas perannya dalam membantu kesehatan mental kamu.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/DIR)