Interest | Wellness

Apa Itu Melatonin?

Minggu, 31 Jul 2022 14:00 WIB
Apa Itu Melatonin?
Foto: Pexels/Ketut Subiyanto
Jakarta -

Pasti kamu sering mendengar bahwa tidur saat malam hari sangat tidak disarankan untuk berada di ruangan yang terang atau menyalakan lampu. Hal ini dikarenakan melatonin dalam tubuh hanya dapat bekerja pada saat malam hari di suasana yang gelap saja. Melatonin itu sendiri adalah hormon yang dibuat dalam otak. Hormon ini mengatur siklus malam dan siang atau siklus tidur-bangun seseorang. Lingkungan yang gelap dapat memicu tubuh untuk membuat lebih banyak melatonin, yang memberi sinyal pada tubuh untuk tidur. Sementara itu, cahaya menurunkan produksi melatonin dan memberi sinyal pada tubuh untuk bangun.

Produksi melatonin memang secara alami lebih aktif pada malam hari karena fungsi utamanya membantu tubuh terlelap. Namun, pada siang hari melatonin juga tetap diproduksi oleh tubuh, hanya saja dalam jumlah yang tidak banyak sehingga tubuh tetap terjaga dan dapat beraktivitas. Meskipun demikian, ada banyak orang yang memiliki masalah dalam produksi hormon ini, sehingga mereka cenderung memiliki kesulitan untuk tidur pada malam hari.

Orang yang memiliki gangguan tidur atau insomnia pasti mengenal suplemen melatonin yang sering digunakan untuk membantu mereka tidur. Suplemen ini membantu untuk memudahkan tidur, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan durasi tidur. Mengonsumsi melatonin biasa ditujukan untuk mengurangi insomnia dan meningkatkan kualitas tidur dalam kondisi yang berbeda, seperti jet lag. Melatonin juga digunakan untuk depresi, nyeri kronis, demensia, dan banyak kondisi lainnya, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang baik untuk mendukung sebagian besar penggunaan ini. Namun tidak hanya itu, melatonin juga membantu fungsi tubuh lainnya seperti mempertahankan antioksidan tubuh dan membantu mengatur tekanan darah, suhu tubuh, dan kadar kortisol, serta fungsi seksual dan kekebalan tubuh.

Namun, mengonsumsi melatonin juga dapat memberikan efek samping yang lainnya. Beberapa penelitian telah menyelidiki keamanan melatonin, tetapi tidak ada yang menemukan efek samping yang serius. Meskipun demikian, terlalu sering mengonsumsi melatonin dapat mengurangi produksi alami melatonin dalam tubuh. Sebuah penelitian di tahun 2015 membuktikan bahwa suplemen melatonin memiliki beberapa efek samping ringan saja seperti sakit kepala, pusing, dan mual.

Apabila kamu memiliki gangguan tidur dan cenderung memiliki ketergantungan untuk selalu mengkonsumsi suplemen melatonin setiap malam hari, terlebih lagi apabila gangguan tidur ini diikuti dengan gejala penyakit lain, sangat amat disarankan bagi kamu untuk mengkonsultasikan dengan dokter untuk mengatasi masalah ini.

[Gambas:Audio CXO]



(DIP/DIR)