Insight | General Knowledge

"Kartu Putih" Susul "Merah" dan "Kuning" di Lapangan Hijau

Rabu, 25 Jan 2023 19:00 WIB
Jakarta -

Laga Piala Liga Wanita Portugal antara Benfica melawan Sporting Lisbon, hari Sabtu (21/1) lalu, berakhir sebagai laga yang akan dikenang sepanjang sejarah. Berlangsung di Estadio Da Luz, Kota Lisbon, sang pengadil, Catarina Campos menghadiahkan kartu putih untuk Sporting Lisbon dan Benfica di menit ke-44 pertandingan, usai tim medis dari kedua klub kompak menolong seorang penonton yang pingsan di area tribun.

Dunia mencatat, kartu putih yang dikeluarkan Campos adalah kali pertama kartu putih keluar dari kantong wasit di ranah sepak bola profesional—meski sebenarnya aturan ini belum tercantum di Laws of The Game yang disusun oleh FIFA. Menariknya, hal tersebut justru mendapat dukungan dan apresiasi dari banyak penggemar sepak bola dunia yang ramai membahasnya di ruang-ruang digital.

Sejarah Kartu Putih di Sepak Bola

Sepak bola adalah olahraga kegemaran masyarakat dunia yang tidak boleh berhenti pada perkara: kalah atau menang. Pada pangkal terbaiknya, sepak bola memang wajib memprioritaskan unsur sportivitas, keamanan, hingga kenyamanan, baik di dalam maupun luar lapangan.

Di Portugal, Lembaga Etika Olahraga setempat yang berkomitmen menomorsatukan aksi fair play dalam olahraga mengusulkan penggunaan kartu putih sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku yang disiplin menjaga etos permainan yang adil. Mengacu pada inovasi yang diusulkan Lembaga Etika Olahraga Nasional Portugal, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) lantas menerapkan penggunaan kartu putih di sebuah pertandingan sepak bola sebagai bentuk apresiasi.

Pada praktiknya, sebuah tim atau individu-individu lain yang terlibat di satu pertandingan bisa mendapatkan kartu putih sebagai hadiah ketika melakukan tindakan yang menjaga sportivitas atau kenyamanan bersama. Seperti halnya memberikan pertolongan terhadap penonton di tribun, yang terjadi pada pertandingan Piala Liga Wanita Portugal antara Benfica melawan Sporting Lisbon.

Meskipun demikian, penggunaan kartu putih di pertandingan sepak bola profesional ternyata baru berlaku secara efektif di bawah kendali FPF. Sebab menurut peraturan baku sepak bola buatan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional atau IFAB, kartu yang sah untuk dipergunakan dalam pertandingan sepak bola sebatas kartu merah dan kartu kuning, yang bernilai sebagai hukuman terhadap pihak yang mencederai prinsip fair play.

Sementara lain, di samping penerapan kartu putih yang dibuat dan dipraktikkan oleh Federasi Sepak Bola Portugal, wacana penggunaan kartu putih juga sempat diusulkan oleh mantan Presiden UEFA, Michel Platini. Menariknya, usulan kartu putih yang dilontarkan Platini sekitar tahun 2014 lalu berbeda dengan yang berlaku di Portugal, karena sang legenda Prancis mengusulkan kartu putih sebagai hukuman terhadap pemain.

Di versi Platini, kartu putih merupakan ganjaran bagi mereka yang melakukan protes secara berlebihan terhadap aturan wasit dengan konsekuensi larangan bermain selama 10 menit. Walau begitu, ide dari mantan orang nomor satu UEFA tersebut ditolak mentah-mentah oleh anggota lainnya, sehingga wacana penggunaan kartu putih—sebelum diterapkan di Portugal—sebatas pembahasan yang sempat menghebohkan saja.

Jenis-jenis Kartu di Sepak Bola

Sejauh ini, olahraga si kulit bundar mengenal dua kartu utama yang dipergunakan dalam sebuah pertandingan; kuning dan merah. Sesuai kaidah Laws of The Game dari FIFA, dua kartu tersebut berperan sebagai alat bantu sah untuk menghukum individu—baik itu pemain, pelatih, ataupun ofisial—saat sebuah pertandingan sepak bola berlangsung.

Kartu kuning sendiri bersifat sebagai peringatan pertama terhadap individu yang melanggar aturan, sementara kartu merah berarti hukuman yang lebih berat, dan secara otomatis mengusir pelanggar keluar dari lapangan. Aturan tersebut telah efektif sejak tahun 1970 hingga sekarang, demi memastikan kecurangan tidak terjadi di dalam sebuah pertandingan.

Menyusul kartu kuning dan kartu merah sebagai simbol ganjaran bagi pelaku sepak bola di sebuah pertandingan, dunia baru saja mengenali kartu putih, yang kini tengah menjadi sorotan utama. Sampai pada poin ini, kartu putih bersifat cukup progresif dan potensial karena mengambil peran sebagai simbol apresiasi bagi mereka yang mengedepankan prinsip permainan yang adil dan bukan hukuman.

Kemudian, di samping tiga kartu yang telah disebutkan di atas, ada satu warna kartu lain dalam sepak bola yang sempat pula dijadikan pembahasan, yaitu kartu hijau. Dalam konteks sepak bola, kartu hijau bukanlah izin tinggal di suatu klub sebagaimana kartu hijau di Amerika Serikat, melainkan mengandung dua arti yang kontradiktif; yakni menjadi apresiasi fair play di Serie B (Italia) dan Irlandia, lalu mendisiplinkan pemain bermasalah—seperti kartu merah pada umumnya namun pemain yang dihukum boleh diganti dengan pemain lain—di versi CONIFA (negara-negara yang tidak terafiliasi dengan FIFA).

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS