Insight | General Knowledge

5 Media Sosial Populer yang Pernah Berjaya

Rabu, 20 Jul 2022 16:00 WIB
5 Media Sosial Populer yang Pernah Berjaya
Jakarta -

Sulit dimungkiri, media sosial adalah sebuah bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Rasanya akan sulit terbayangkan, jika kita harus kehilangan akses pada beberapa layanan maya pilihan yang saat ini ramai digunakan. Apalagi belakangan ini, publik tanah air sempat dihebohkan dengan gonjang-ganjing pelarangan beberapa layanan internet populer, tidak terkecuali beberapa jejaring media sosial dan layanan streaming kekinian semacam Google, Instagram, WhatsApp dan lain sebagainya.

Tentu hal ini akan menjadi kerugian besar, mengingat fitur-fitur yang tersedia pada layanan media sosial tersebut cukup digandrungi masyarakat. Walau pada akhirnya wacana pemblokiran media sosial urung dilakukan. Meskipun media sosial favorit kita saat ini masih terus kita nikmati, namun ada beberapa layanan media sosial yang pernah berjaya dan pernah mengisi hari-hari kita dulu, akhirnya harus punah tergilas zaman.

Sebut saja media sosial Friendster, Path, Myspace, dan lain-lain. Beberapa media sosial barusan adalah pilihan utama masyarakat maya dunia pada zamannya, kendati harus kalah saing seiring berkembangnya teknologi komunikasi. Lebih parahnya, sebagian dari media sosial populer tersebut justru dikabarkan gulung tikar akibat satu dan lain hal.

Untuk itu, demi mengingatkan kembali rasanya kehilangan fitur-fitur menarik dari beberapa media sosial populer yang pernah eksis dan menjadi pilihan, CXO Media telah merangkum beberapa media sosial yang pernah berjaya meski saat ini tinggal kenangan belaka.

mIRC
Buat remaja yang berkembang di tahun 90-an, rasanya sulit untuk melupakan situs chatting andalan satu ini. Pertama kali naik ke permukaan pada tahun 1995, mIRC dapat disebut sebagai leluhur media sosial pencari jodoh dan atau pencari teman yang saat ini populer.

Keyword pamungkasnya adalah ASL, PLS; yakni suatu pembuka percakapan untuk menanyakan biodata singkat dari teman daring baru di layar seberang. Sayangnya, platform chatting lawas yang pernah diunduh sekitar 10 juta kali ini harus redup ditikung para pesaingnya yang menawarkan inovasi tambahan dan fitur lain yang lebih lengkap.

Yahoo Messenger
Setelah mIRC membuka keran jejaring online di dunia, salah satu raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Yahoo! datang memperkenalkan layanan bertukar pesan instan bernama Yahoo Messenger (YM).

Pada masa jayanya, YM menjadi lebih populer ketimbang mIRC karena dianggap memiliki fitur bertukar pesan yang lebih lengkap. Seperti emoji, emoticon, pesan suara, dan lain sebagainya.

Friendster
Memasuki awal millenium baru, konsep layanan bertukar pesan instan mulai digantikan oleh Friendster, yang menawarkan suatu lingkup jejaring sosial secara lebih lengkap—yang juga sering disebut sebagai cikal-bakal media sosial kenamaan semacam Facebook.

Pada masa jayanya, situs Friendster memudahkan para pengguna untuk bertukar pesan, berteman, dan berbagi pengalaman satu sama lain. Menariknya, laman beranda Friendster setiap pengguna dapat dipersonalisasi sesuai selera: Mulai dari mengganti template atau background utama, hingga menambahkan alunan musik yang bisa dinikmati pengguna lain saat mengunjungi akun.

Myspace
Media sosial yang juga pernah berjaya berikutnya adalah laman Myspace, sebuah platform digital khusus kreator dan penikmat musik, di mana para penggunanya bebas mengeksplorasi musik-musik baru, sekaligus membagikan karya musik masing-masing.

Platform buah tangan News Digital Media dari News Corporation ini berkembang sejak 2006 silam dan telah mempunyai jaringan hingga ke seluruh dunia. Meski sempat diakuisisi oleh Justin Timberlake sebagai platform khusus bagi musisi dan penggemar, Myspace justru kurang dapat mengikuti persaingan media sosial lainnya dan semakin meredup usai dilepas Timberlake sekitar tahun 2015 silam.

Path
Barangkali, Path adalah media sosial yang telah punah namun paling melekat di ingatan masyarakat Indonesia. Media sosial berlogo P unik dengan latar warna merah yang khas ini, memang sangat digandrungi sejak pertama diperkenalkan pada tahun 2010 lalu.

Path sendiri digemari masyarakat karena punya banyak fitur unik. Kelebihannya adalah intimasi jejaring, di mana Path membatasi jumlah teman online pada suatu akun. Di sana, kita bisa membagikan status, memperbarui lokasi, mengunggah foto, juga membagikan musik yang didengarkan atau film yang sedang disaksikan kepada teman-teman terdekat.

Namun sayangnya, meski sempat melebarkan sayap dengan memperbarui fitur-fitur dan memperluas jangkauan, Path yang pernah membuka kantor di Jakarta dan diakuisisi oleh perusahaan-perusahaan ternama, harus gagal bersaing dengan media sosial lain, terutama Instagram yang semakin merajalela dan resmi tutup 2018 lalu.

***

Selain beberapa media sosial di atas, ada pula media sosial legendaris lainnya yang kini telah berhenti beroperasi. Misalnya Mig33, yang pernah diunduh oleh 50 juta orang seluruh dunia-dan setengahnya berasal dari Indonesia; hingga aplikasi chatting BBM dan LINE yang pernah bergantian menikmati masa jaya masing-masing, persis sebelum digantikan fungsinya oleh WhatsApp yang kini digunakan secara merata.

Itulah beberapa media sosial pilihan yang kini tinggal kenangan versi CXO Media. Kalau kamu sendiri, kira-kira paling kangen sama yang mana, nih?

[Gambas:Audio CXO]



(RIA/DIR)