Insight | Business & Career

Pengelolaan Keuangan Antara Gen Z dengan Baby Boomer

Selasa, 25 Jan 2022 17:00 WIB
Pengelolaan Keuangan Antara Gen Z dengan Baby Boomer
Foto: shutterstock
Jakarta -

Setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dalam hal pengelolaan keuangan. William Strauss dan Neil Howe dalam bukunya yang berjudul Generations: The History of America's Future, 1584 to 2069, menyimpulkan bahwa ada lima generasi dalam waktu seratus tahun terakhir. Kelima generasi ini dikelompokkan dalam generasi Baby Boomer, X, Y (Milenial), Z, dan Alpha.

Selera setiap generasi pun berbeda, terlihat dari selera musik, fesyen, bahkan dalam memilih profesi, tidak terkecuali juga dalam sudut pandang mengenai pengelolaan keuangan. Generasi baby boomer dan generasi Z juga sering dibanding-bandingkan. Hal ini sangat wajar, karena kedua generasi tersebut lahir di zaman yang berbeda.

Dalam kedua generasi tersebut, terlihat adanya generation gap yang membedakan keduanya. Generasi baby boomer memiliki karakter yang khas jika dibandingkan dengan generasi Z, baby boomer yang lahir pada tahun 1946 - 1964 dikenal sebagai generasi yang kompetitif, berorientasi pada hasil, berfokus pada karier, dan sering disebut sebagai generasi gila kerja.

Sedangkan generasi Z, adalah mereka yang lahir di tahun 1995 - 2012 dan tumbuh di lingkungan yang serba digital. Hal ini membuat generasi ini tumbuh menjadi pribadi dengan karakteristik yang beragam, mereka dikenal melek dengan teknologi, lebih mudah bersosialisasi dengan orang lain, cepat belajar, dan lebih menyukai bekerja di lingkungan yang memberikan ruang bagi mereka untuk bertumbuh, lebih kreatif, dan penuh tantangan.

Lalu, bagaimana pengelolaan keuangan di antara kedua generasi tersebut? Mari kita simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baby Boomers vs Gen Z

Banyak orang yang merasa 'kaya' setiap kali gaji masuk di tanggal gajian. Tidak jarang juga gaji pun habis dinikmati dengan foya-foya tanpa memikirkan beban di masa depan. Ketika memasuki pertengahan bulan sampai ke akhir bulan, kondisi dompet yang kering kerontang dan mode penghematan musti kudu wajib kita lakukan. Beda generasi, beda juga karakter dan cara mengatur keuangannya. Nah, dalam pengelolaan keuangan itu sendiri terdapat perbedaan antara baby boomer dengan gen Z.

Mari kita mulai terlebih dahulu dengan generasi baby boomer. Lahir setelah masa perang dunia ke-2, generasi ini cenderung hidup mandiri dan pekerja keras. Alih-alih bergantung pada orang tua, generasi baby boomer justru mencari uang untuk keluarganya. Artinya, mereka bekerja keras untuk mensejahterakan anak-anaknya. Baby boomer juga sangat aware terhadap keturunannya, mereka tidak ingin anak-anaknya merasakan kesusahan yang dirasakannya. Oleh karena itu, mereka cenderung menghabiskan penghasilannya untuk membeli tanah, rumah, kendaraan. MenurutĀ survei Stash yang dilansir oleh Investment News, generasi baby boomer lebih suka menabung supaya dana tersebut bisa digunakan oleh keluarganya nanti.

Sedangkan generasi Z, sejak kecil mereka sudah akrab dengan teknologi dan internet dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Akrab dengan media sosial, generasi Z lebih suka mencari popularitas dengan aktif di berbagai sosial media. Kondisi tersebut membuat generasi Z cenderung menghabiskan uangnya untuk keperluan fesyen, makan, dan traveling untuk memenuhi status sosial mereka di media sosial. Selain itu, mereka juga akrab dengan banyak inovasi bisnis yang menggabungkan teknologi dan bisnis, misalnya adalah e-commerce.

Setiap generasi tentunya memiliki cara tersendiri untuk mengatur keuangannya. Sebagai generasi yang hidup terlebih dahulu, generasi baby boomer mencontohkan beberapa cara mengatur keuangan yang sekiranya patut dicontoh untuk generasi Z. Bagaimana dan apa saja yang bisa dicontoh bagi generasi Z dalam mengelola keuangan dari generasi baby boomer? Dikutip dari berbagai sumber, setidaknya ada lima tips yang harus diperhatikan.

1. Rajin Menabung

Setidaknya, generasi Z bisa menerapkan metode khusus dalam mengatur keuangan perbulannya. Misalnya dengan metode 50/30/20. Cara kerjanya, siapkan 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen berikutnya untuk kebutuhan sekunder, dan 20 persen sisanya untuk ditabung. Atau Kamu bisa melakukan yang sebaliknya, 30 persen untuk ditabung dan 20 persen sisanya untuk kebutuhan sekunder.

2. Menyiapkan Dana Pensiun Sedini Mungkin

Generasi baby boomers dikenal memiliki dana pensiun yang lebih stabil dan terkontrol. Jangan heran ketika mereka sudah pensiun, generasi ini masih mampu membeli barang kebutuhan lainnya. Dana pensiun yang cukup tersebut tentunya didapatkan dari hasil mereka menyisihkan sebagian penghasilan sekian persen ketika masih bekerja.

3. Terhindar Dari Utang

Dengan adanya fitur pay later, membuat generasi sekarang semakin mudah untuk berhutang. Hal ini tentunya berbeda dengan generasi baby boomer yang di zamannya teknologi belum secanggih seperti sekarang. Studi dari Society of Actuaries menunjukkan, hampir sepertiga dari generasi baby boomers tidak memiliki hutang. Hal tersebut membuat mereka lebih mudah menabung untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka.

4. Memiliki Dana Darurat

Masih dari Studi yang dilakukan oleh Society of Actuaries, generasi baby boomer terbilang siap untuk menghadapi kondisi tak terduga, hal ini karena sudah memiliki dana darurat. Idealnya, setiap orang harus punya dana darurat untuk menutupi setidaknya tiga sampai enam bulan biaya hidup.

5. Belanja Bukan Sebagai Rekreasi

Menurut salah satu survei yang pernah dilakukan oleh 1. , sebanyak 27 persen baby boomer tidak merasa belanja adalah aktivitas untuk bersenang-senang atau rekreasi. Mereka justru merasa anxious ketika harus berbelanja, dengan berbagai alasan. Mereka juga lebih sering riset dulu akan barang yang mereka butuhkan, pergi ke toko untuk membelinya, dan segera keluar dari toko kalau mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau.

Setidaknya, itulah hal-hal yang bisa dipelajari dari generasi baby boomer dalam hal mengelola keuangan. Meskipun terkadang kita merasa banyak sisi negatif yang kita terima dari generasi baby boomer seperti "sandwich generation". Tetapi, banyak juga hal yang bisa kita pelajari dan kita ambil dari generasi baby boomer. Ambil yang baik, dan tinggalkan yang jelek. Satu hal yang harus diingat, pengelolaan keuangan yang baik tentu akan berdampak baik pula pada kehidupan kita sehari-hari. Maka dari itu, atur dan rancanglah keuangan secara bijak.

[Gambas:Audio CXO]

(PUA/MEL)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS