Interest | Wellness

Functional Freeze Mode: Terlihat Baik-baik Saja Namun Sebenarnya Tidak

Sabtu, 18 May 2024 19:33 WIB
Functional Freeze Mode: Terlihat Baik-baik Saja Namun Sebenarnya Tidak
Foto: pexels
Jakarta -

Ketika kita mengalami stres kronis atau perasaan yang meluap-luap, kita masuk ke dalam keadaan di mana kita tampak baik-baik saja dari luar seperti mengerjakan pekerjaan sehari-hari hingga bersosialisasi. Namun jauh di lubuk hati kita mati rasa seperti tidak berdaya dan menjalani keseharian hanya sebagai bentuk insting bertahan hidup. Situasi ini dikenal dengan istilah functional freeze mode.

Apa itu functional freeze mode?

Functional freeze mode adalah keadaan mental, fisik, dan emosional di mana seseorang merasa tidak bisa bergerak dan tidak memiliki dorongan untuk mencapai tujuan atau terlibat dalam aktivitas yang pernah membuat mereka bahagia. Situasi ini dapat berasal dari berbagai faktor. Stres, kelelahan, masalah emosional yang belum terselesaikan, dan kurangnya arah hidup yang jelas   semuanya turut berkontribusi dalam melanggengkan perasaan yang stagnan ini. Seiring bertambahnya tanggung jawab, seseorang mungkin mulai menarik diri dari dunianya, menjadi mati rasa dan apatis.

Kondisi psikologis ini biasanya dapat terjadi ketika seseorang mengalami stres berlebih serta trauma. Ketika sistem saraf mulai kelebihan beban, tanda-tanda kelelahan dan mati rasa pun akan mulai muncul. Berkat sistem saraf otonom, mamalia telah mengembangkan mekanisme respons di mana, ketika dihadapkan pada ancaman dan tidak mampu melawan atau melarikan diri, mereka memasuki keadaan freeze atau membeku.

Respons terhadap pembekuan ini berfungsi sebagai strategi untuk bertahan hidup sekaligus memberikan perlindungan di bawah tekanan. Meskipun respons ini dirancang untuk terjadi sesaat, individu sering kali mendapati dirinya terus-menerus terlibat dalam aktivitas, seperti memaksakan diri, mencari persetujuan, dan bekerja terlalu keras, yang secara efektif mengesampingkan respons fisiologis alami mereka. Manusia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam beradaptasi, terlebih lagi apabila berhubungan dengan keberlangsungan hidupnya. Banyak orang yang berada pada situasi functional freeze mode tetap menjalani kehidupan normal tanpa menyadarinya.

Tanda-tanda functional freeze mode

Seseorang yang mengalami functional freeze mode memiliki berbagai tanda-tanda seperti berikut:

  • Memiliki kecemasan tingkat rendah yang berkelanjutan - seseorang kerap merasa takut tanpa mengetahui penyebabnya dan dari mana rasa takut itu berasal dengan pasti. Hal ini membuat individu menjadi terus waspada dan tidak bisa rileks.
  • Keinginan untuk mengisolasi diri dan memutus hubungan dengan orang lain - seseorang yang mengalami functional freeze mode cenderung menghindari panggilan atau pesan, bahkan membatalkan rencana sosial dengan orang lain serta menutup diri.
  • Kesulitan dalam memulai dan menyelesaikan tugas - Meskipun mereka mampu dalam menjalani dan menyelesaikan tugas-tugas hariannya, tetap ada rasa sulit untuk melakukan hal-hal tersebut dan lebih sering menunda-nunda untuk mengerjakannya.
  • Kesulitan mengurus diri sendiri - seseorang akan merasa sulit memotivasi diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya dapat membuatnya merasa lebih baik.
  • Kelelahan dan kesulitan melakukan gerakan fisik - Tubuh seringkali merasa lelah untuk melakukan kegiatan fisik dan seseorang dengan functional freeze mode seringkali hanya menginginkan untuk tetap di tempat tidur.
  • Memiliki perasaan yang terputus dengan dunia - Bagian disosiatif ini membuat seseorang menutup diri dari perasaan dan lingkungan sekitar. Bahkan mati rasa ini bisa mencakup berbagai hal yang dulunya mendatangkan kesenangan, seperti hobi maupun seseorang yang dicintai.

Meskipun functional freeze mode ini membuat seseorang tetap dapat berfungsi dalam tingkat dasar, tentu saja kondisi ini dapat menyebabkan beberapa masalah dalam kehidupan. Seseorang akan tetap merasa kesulitan untuk terlibat dalam pekerjaannya dan kinerja pun mungkin menurun. Hubungan juga dapat terganggu ketika seseorang memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dan seringkali menghindar. Tidak sampai disini saja, seseorang dengan functional freeze mode juga dapat merasa kesulitan untuk menjaga kesehatannya. Meskipun ada keinginan untuk maju, pada akhirnya ia tetap merasa terjebak dan sulit memahami apa yang terjadi.

(DIP/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS