Interest | Wellness

Mengenal Trikotilomania, Gangguan Menarik-narik Rambut

Jumat, 09 Sep 2022 14:00 WIB
Mengenal Trikotilomania, Gangguan Menarik-narik Rambut
Ilustrasi menarik-narik rambut Foto: Pexels
Jakarta -

Saat sedang dilanda stress, kemungkinan beberapa orang akan merespon dengan menarik bagian rambut untuk mengeluarkan frustrasinya. Bagi beberapa orang, hal ini dapat meredakan rasa cemas ataupun stress yang sedang dialaminya. Namun, beberapa di antaranya memiliki dorongan berulang yang tak tertahankan untuk mencabut rambut pada tubuh secara ekstrim sampai rambut rontok ataupun botak pada kulit kepala. Gangguan ini disebut sebagai trikotilomania.

Trikotilomania membuat penderitanya memiliki dorongan yang tak tertahankan untuk mencabuti rambut tak hanya di bagian kepala, namun juga alis ataupun bulu mata. Pemicunya umum disebabkan karena stress atau rasa cemas dan sulit bagi mereka untuk lepas dari kebiasaan ini. Penyebab dari gangguan mental ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa kondisi ini berkaitan dengan faktor lingkungan dan keturunan, dimana ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami trikotilomania, yakni antara lain memiliki gangguan mental lain seperti OCD, anxiety disorder, atau depresi; pernah mengalami sebuah peristiwa yang menimbulkan stres; memiliki kebiasaan buruk lain seperti mengisap jempol atau menggigit kuku; memiliki kelainan pada struktur dan metabolisme otak; dan lainnya.

.Ilustrasi trikotilomania/ Foto: Freepik

Seseorang yang mengidap penyakit ini umumnya memiliki gejala seperti adanya keinginan untuk mencabuti rambut secara berulang, baik itu di kepala, alis, atau area tubuh lain; merasa puas dan lega setelah mencabut rambut; memainkan atau menggesekkan rambut yang telah dicabut pada area tubuh; dan tidak pernah berhasil menahan dorongan untuk mencabut rambut. Tak hanya rambut pada tubuh, penderita trikotilomania juga dapat memiliki tendensi untuk mencabuti bulu hewan, rambut boneka, atau benang-benang pada baju.

Meski gejala-gejala trikotilomania seringkali muncul ketika penderitanya dalam keadaan stres atau tertekan, namun gejala juga dapat bisa muncul tanpa disadari. Sehingga, jika kamu mengalami hal ini lebih baik untuk melakukan kunjungan ke dokter agar dilakukan diagnosa lebih lanjut. Pengobatan trikotilomania biasanya berupa psikoterapi hingga pemberian obat-obatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghentikan penderitanya untuk mencabuti rambut.

.Ilustrasi menarik rambut/ Foto: iStockphoto/coffeekai

Penderita trikotilomania yang tidak menjalani terapi dengan tepat dapat memiliki risiko untuk mengalami komplikasi berupa gangguan dalam kehidupan sosial karena rasa tidak percaya diri, kerusakan kulit, kebotakan permanen, depresi, hingga sindrom Rapunzel, yaitu memakan rambut yang juga dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi pencernaan. Maka dari itu, jangan ragu untuk melakukan kunjungan ke dokter agar gangguan trikotilomania dapat diatasi.

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/IND)

Author

Hani Indita