Insight | General Knowledge

Krisis Iklim: Semua Harus Berbenah

Selasa, 23 Dec 2025 18:00 WIB
Krisis Iklim: Semua Harus Berbenah
Foto: iStock
Jakarta -

Bagaimana jadinya bila alam menyembuhkan dirinya sendiri? Teringat jelas dalam ingatan saat langit Jakarta terlihat refresh, jernih berwarna biru, dan udara terasa lebih bersih saat era Pandemi Covid-19 lima tahun lalu. Juga, saat Danau Singkarak di Sumatera Barat yang tampak jernih ketika meluap seperti sungai di Swiss, alih-alih keruh karena banjir. Namun itu hanyalah kerinduan di mana ketika manusia menghentikan aktivitasnya, bumi kembali damai. Tak seperti sekarang ini.

Satu per satu kita melihat bencana alam semakin menakutkan. Seperti yang terjadi di Sumatera, hingga Aceh. Pasalnya gelondongan pohon yang mengalir seiringan dengan deras dan tingginya skala banjir banyak menyapu rumah warga setempat. Masyarakat menuntut untuk pemerintah segera mengusut aktor penyebab bencana yang terjadi baru-baru ini. Sebab korban demi korban banyak yang terus berjatuhan, update dari BNPB (04/12) sebanyak 836 jiwa meninggal dunia di Sumatera dan 780 orang tewas di Aceh.

Memburu Pelaku yang Tak Nampak

Satu pertanyaan sederhananya, "Di mana pemerintah?". Saat bencana besar selalu saja bisa ditepis dengan narasi, "Alam itu ngamuk", "Bencana yang menyebabkan rumah tenggelam" dan masih banyak lagi. Seakan tiada tabir penguat yang membuat kita aman.

Reaksi memang begitu adanya, terungkap satu kejadian baru ada solusi, seperti kumpulan tragedi yang baru diusut setelah ramai perbincangan oleh warganet di media sosial. Pemerintah harus sadar bahwa rentetan kejadian ini perlu ditangani, bahkan sejak awal.

Tapi, nasi sudah menjadi bubur, harapannya ada pada delapan perusahaan yang akan dipanggil oleh Kementerian Lingkungan Hidup, perusahaan tersebut diketahui jadi dalang sebab bergerak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara. Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq menargetkan pengusutan tersebut rampung tiga bulan.

Senada dengan LH, kepastian penyelidikan tengah dilakukan PMK, disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dalam jumpa pers bersama Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam Wilayah Sumatera Utara, barat dan Aceh di Lanud Halim Perdanakusuma.

"Saat ini Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang banyak terbawa arus banjir," kata Pratikno (03/12).

Satgas PKH kini menggunakan analisis citra satelit untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran dalam kasus pembalakan hutan. Sungguh ironi memang, akibat ketamakan segelintir orang bisa berdampak luas ke masyarakat luas.

Peran Warga: Satukan Elemen dan Tingkatkan Kesadaran

Bencana kali ini, agaknya harus membuat kita sadar, kita punya andil besar untuk bisa memberikan rasa aman, informasi yang menenangkan untuk bersama walau hanya lewat jari di media sosial. Menjaga sesama kita dengan memberi bala bantuan, baik dari pakaian, konsumsi, finansial hingga tenaga.

Kita juga bisa memulai langkah dari cara yang sederhana, membuang sampah pada tempat hingga mengelolanya dengan baik, hemat energi dan air, dan mengurangi penggunaan plastik. Selain itu yang pasti kita tidak boleh abai dengan isu, dan aktif dalam menjaga alam. Ingat bahwa kehadiran alam bukan jadi kontra, melainkan hidup berdampingan.

Kita bisa jadi watchdog yang mengawasi peran aktif pemerintah menangani ini sebab kualifikasi dan wewenang yang mereka miliki, tapi kita juga perlu untuk menimbang langkah baik yang kita mulai untuk menghindari lahirnya lagi aktor-aktor kotor yang merusak alam kita tercinta di Indonesia.

Penulis: Muhammad Ridho Fachrezi
Editor: Dian Rosalina

*Segala pandangan dan opini yang disampaikan dalam tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi institusi atau pihak media online.*

(ktr/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS