Insight | General Knowledge

5 Alasan Piala Dunia 2022 di Qatar Jadi Lebih Seru

Selasa, 22 Nov 2022 12:30 WIB
5 Alasan Piala Dunia 2022 di Qatar Jadi Lebih Seru
Jakarta -

Piala Dunia 2022 di Qatar akhirnya bergulir pada Minggu malam (20/11) dengan menampilkan opening ceremony yang memiliki gaya sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya karena bernafaskan Timur Tengah. Pembukaan yang megah langsung dilanjutkan dengan pertandingan perdana antara tuan rumah Qatar dengan Ekuador yang berakhir 0-2 untuk kemenangan "La Tri". Melihat bagaimana hype Piala Dunia perlahan naik, kamu pasti sadar bahwa banyak berita tentang keburukan gelaran pesta sepak bola terbesar dunia di Qatar ini. Namun jika dilihat dari sisi lain, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa Piala Dunia 2022 di Qatar bakal juga memiliki sisi lebih seru dan unik. Kenapa bisa begitu?

1. Lebih Tertib

Qatar sebagai negara dari Timur Tengah memiliki aturan yang cukup ketat, khususnya dari segi gaya hidup. Sisi agama yang sangat kuat dari negara ini membuat para fans yang datang ke Qatar harus menyesuaikan gaya hidup mereka agar lebih tertib. Apalagi, pihak keamanan di Qatar sendiri juga tidak mau kecolongan atas aksi vandalisme para fans yang datang dari berbagai penjuru dunia. Mau tidak mau, aturan yang lebih keras dibandingkan tuan rumah Piala Dunia sebelum-sebelumnya akan terasa sepanjang kompetisi ini bergulir.

2. Mengurangi Bir Jadi Lebih Sehat

Salah satu kebijakan yang banyak mendapatkan reaksi dari para fans adalah tidak boleh adanya bir yang dijual di dalam stadion. Bir dan sepak bola menjadi kombinasi maut yang sangat disukai para fans, khususnya saat kompetisi sebesar Piala Dunia. Namun keputusan Qatar untuk membatasi penjualan bir yang hanya bisa dibeli dan dinikmati di zona FIFA FAN FEST di pusat kota Doha akhirnya mau tidak mau diikuti seluruh pihak.

Kurangnya asupan bir sebenarnya bagus bagi tubuh karena akan membuat tubuh lebih fit dan tidak perlu merasakan momen mabuk saat nonton pertandingan negara mereka. Para fans juga bisa lebih 'sadar' sehingga meminimalisir dampak negatif seperti ribut antar fans.

3. Memperkenalkan Kultur Baru

Seperti yang sudah disinggung di awal artikel, Qatar yang memiliki kultur Timur Tengah dengan influence agama Islam akan terasa cukup asing bagi para fans, bahkan termasuk bagi kita yang menonton dari rumah masing-masing. Perkenalan terhadap kultur baru menjadi aspek positif dari berjalannya Piala Dunia di Qatar. Kita jadi bisa mengenal bagaimana momen satu bulan penuh saat kultur yang berjalan di Qatar dikombinasikan dengan kultur sepak bola yang sudah jauh lebih dikenal. Setidaknya, kita bisa mengenal bagaimana cara Qatar menjalankan event sebesar Piala Dunia, sehingga tidak kagok lagi kalau ada kompetisi sebesar Piala Dunia yang diselenggarakan di negara Timur Tengah pada waktu mendatang.

4. Memaksimalkan Teknologi Baru

Teknologi baru juga diperkenalkan di Piala Dunia 2022 untuk mendukung kelancaran pertandingan. Pertama, ada teknologi offside bernama Semi-Automated Offside yang bekerja dengan menanamkan chip di tengah bola, lalu didukung oleh 12 kamera optik yang dipasang mengitari stadion, serta sensor 500 Hz IMU System yang bekerja dengan mendeteksi sentuhan kaki pada bola. Teknologi ini membuat penilaian posisi pemain offside atau tidak menjadi lebih detail. Kerennya lagi, teknologi ini sudah digunakan pada saat pertandingan pertama Qatar vs Ekuador.

Suhu Qatar yang cenderung panas juga telah memunculkan penggunaan teknologi pendinginan di stadion. Teknologi yang langsung dikembangkan oleh Qatar ini menggunakan tenaga surya untuk mendukung kinerja perangkat di tribun dan sisi lapangan sehingga udara di sekitarnya tetap terasa nyaman, yaitu sekitar 20 derajat Celcius.

5. Negara Non Eropa Lebih Berpeluang Juara

Kenapa negara non Eropa bisa lebih berpeluang juara Piala Dunia 2022? Jawabannya mudah, yakni karena suhu di Qatar yang lebih panas. Kondisi panas membuat para pemain Eropa akan merasa lebih cepat capek dan tidak nyaman saat pertandingan berlangsung. Walaupun memang sudah ada teknologi pendinginan, tapi belum tentu memberikan dampak besar bagi mereka.

Sebaliknya, pemain-pemain negara non Eropa sudah lebih terbiasa dengan suhu yang lebih panas. Kondisi ini membuat mereka lebih cepat beradaptasi saat kompetisi berlangsung sehingga dapat memberikan performa terbaik sepanjang pertandingan.

Melihat bagaimana kontroversi Piala Dunia di Qatar yang tidak ada habisnya, hingga minimnya hype kompetisi ini, maka ada baiknya untuk kita melihat sisi lain yang lebih bagus. Toh, pada akhirnya kita akan nonton juga beberapa pertandingan Piala Dunia, khususnya partai big match. Kalau sudah begini, mari sambut Piala Dunia 2022 dengan sisi baik dan buruknya secara bersamaan tanpa harus merasa antipati.

[Gambas:Audio CXO]

(tim/alm)

Author

Timotius P

NEW RELEASE
CXO SPECIALS