Interest | Wellness

Alat Bantu Dengar Bisa Memperpanjang Usia Hidup, Benar Enggak Sih?

Jumat, 19 Jan 2024 13:30 WIB
Alat Bantu Dengar Bisa Memperpanjang Usia Hidup, Benar Enggak Sih?
Jakarta -

Tak banyak yang tahu bahwa istri Anies Baswedan, Fery Farhati memiliki gangguan pendengaran sehingga harus menggunakan alat bantu dengar atau hearing aid. Meskipun mempunyai kekurangan, namun ibu dari Mutiara Annisa Baswedan ini selalu tampil percaya diri.

Dalam obrolannya di salah satu channel YouTube milik Merry Riana, Fery Farhati mengungkapkan kondisinya tersebut merupakan efek dari melahirkan. Tetapi penurunan pendengarannya tidak langsung terjadi begitu saja, tapi lambat laun menjadi kurang sempurna.

"Entah apa gitu ya, setiap kali kalau saya melahirkan anak, kemudian pendengaran saya menurun," kata Fery Farhati. Ia pun mengaku kemungkinan kondisi tersebut disebabkan oleh gen dan hormon sehingga saraf-saraf pendengarannya tidak lagi prima.

Walaupun kini ia hidup dengan menggunakan alat bantu dengar, tapi ada yang mengatakan bahwa orang yang menggunakan alat bantu dengar justru mempunyai umur yang lebih panjang daripada orang lainnya yang mempunyai pendengaran yang normal. Benarkah demikian?

Membantu Hidup Lebih Lama

Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh Department of Otolaryngology - Head and Neck Surgery dari University of Southern California, Amerika Serikat, orang dewasa dengan gangguan pendengaran yang rutin menggunakan alat bantu dengar memiliki risiko kematian dini lebih rendah yakni 24 persen dibandingkan mereka yang tidak memakainya.

Temuan ini menunjukkan bahwa alat bantu dengar mungkin memainkan peran protektif dalam kesehatan orang-orang yang mengalami gangguan pendengaran. Penelitian sebelumnya menunjukkan kalau gangguan pendengaran yang tidak diobati bisa mengakibatkan berkurangnya harapan hidup, serta berdampak buruk bagi kehidupan sehari-hari. Seperti isolasi sosial, depresi, dan demensia.

Namun sampai saat ini, masih sangat sedikit penelitian yang meneliti apakah penggunaan alat bantu dengar bisa menurunkan risiko kematian. Penelitian terbaru juga mengaitkan gangguan pendengaran dengan perubahan struktural, atrofi, dan hilangnya jaringan di bagian otak terutama bagian pemrosesan pendengaran.

Artinya orang-orang yang sebelumnya bisa mendengar dengan baik mungkin menderita tidak hanya karena hilangkan kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia sekitar, tapi juga karena hilangnya kebisingan sekitar secara umum.

Oleh sebab itu, peneliti menyarankan bagi orang yang seperti Fery Farhati bisa mulai mencari pengobatan sesegera mungkin. Selain agar bisa mendapat penanganan yang tepat, menggunakan alat bantu dengar juga bisa mencegah seseorang dari gangguan pendengaran yang bisa 'melumpuhkan' hidup seseorang.

(DIR/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS