Interest | Wellness

Ketika Tubuh Lelah, Mengapa Kita Justru Menunda Waktu Tidur?

Minggu, 14 Aug 2022 16:00 WIB
Ketika Tubuh Lelah, Mengapa Kita Justru Menunda Waktu Tidur?
Jakarta -

Apa kebiasaan yang kamu lakukan menjelang tidur? Terkadang meski tubuhmu lelah dan matamu sudah mengantuk, kamu meluangkan waktu sejenak untuk melakukan hal yang kamu sukai. Mulai dari membaca novel, belanja di marketplace, scrolling media sosial, atau menonton video lucu di YouTube. Mungkin awal mulanya kamu hanya ingin menghabiskan 5 menit saja untuk aktivitas tersebut, tapi ketika melihat jam tiba-tiba waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi.

Apa yang kamu alami di atas disebut sebagai revenge bedtime procrastination, yaitu fenomena ketika kita menunda-nunda tidur untuk melakukan aktivitas yang tidak bisa dilakukan di siang hari. Seperti namanya, aktivitas ini merupakan 'balas dendam' terhadap waktu yang kamu habiskan untuk bekerja di siang hari, sehingga kita pun mencari-cari waktu untuk melakukan hal yang kita sukai-meskipun harus mengorbankan waktu tidur.

Secara umum, revenge bedtime procrastination bisa dialami oleh siapa saja yang memiliki jam kerja tinggi; seperti orang tua yang memiliki anak balita atau orang-orang yang memiliki pekerjaan dengan level stres tinggi. Menariknya, sebuah penelitian di Polandia menemukan bahwa bedtime procrastination lebih dominan di kalangan pelajar. Artinya, usia dan status kerja bisa menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kecenderungan menunda-nunda tidur.

.Ilustrasi menunda waktu tidur/ Foto: Freepik

Orang-orang yang menunda waktu tidur sepenuhnya sadar bahwa hal tersebut mungkin akan berdampak buruk di kemudian hari karena memangkas jam tidur yang seharusnya digunakan untuk mengistirahatkan tubuh. Tapi, mengapa ya, kita tetap melakukannya walau sadar akan konsekuensinya?

Mengutip dari Very Well Mind, ada beberapa penjelasan psikologis di balik fenomena revenge bedtime procrastination. Pertama, perilaku menunda-nunda tidur mungkin berkaitan dengan self-regulation. Artinya, orang yang memiliki kemampuan rendah untuk meregulasi diri mereka sendiri akan lebih berpotensi dalam melakukan bedtime procrastination. Sehingga meskipun mereka sendiri ingin segera tidur, mereka tidak memiliki cukup kontrol untuk benar-benar melakukannya. Penjelasan lainnya, orang-orang yang melakukan revenge bedtime procrastination mungkin memang memiliki kebiasaan untuk menunda-nunda sesuatu.

Dengan melakukan revenge bedtime procrastination, otomatis jam tidur akan berkurang. Kurang tidur pun bisa menyebabkan berbagai efek samping bagi kondisi tubuh maupun psikis. Mulai dari kecemasan, depresi, tekanan darah tinggi, hingga menurunnya kesehatan jantung. Untuk itu, kamu bisa memulai beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi revenge bedtime procrastination:

.Ilustrasi alarm/ Foto: Pexels

Nyalakan Alarm Untuk Tidur

Apabila biasanya kita menyalakan alarm untuk bangun pagi, kita bisa juga menyalakan alarm untuk tidur di malam hari. Dengan menyalakan alarm, kita bisa memiliki pengingat untuk segera tidur dan tidak larut dalam aktivitas sebelum tidur.

Praktikkan Kebiasaan Tidur yang Baik

Kebiasaan tidur yang baik bisa dimulai dengan mengembangkan pola untuk waktu bangun di pagi hari dan dan waktu tidur di malam hari. Ketika kita memiliki pola ini, secara otomatis kita akan terbangun dan juga tidur di waktu yang ditentukan, bahkan tanpa alarm sekalipun. Agar tidurmu nyenyak, hindari konsumsi kafein di siang hari.

Atur Jadwal

Akar dari bedtime revenge procrastination adalah minimnya waktu senggang untuk melakukan hal-hal yang disukai ketika sedang bekerja atau beraktivitas. Mungkin mencuri waktu di sela-sela bekerja cukup sulit, tapi kamu bisa mencobanya dengan mengatur jadwal agar kamu tetap bisa menyisakan waktu untuk hal-hal tersebut. Sehingga, kamu tidak harus 'balas dendam' di malam hari.

.Ilustrasi jadwal/ Foto: Pexels

Bagi orang-orang yang kesehariannya dipenuhi dengan kesibukan, mencari waktu senggang untuk melakukan hal yang disukai meski sudah mengantuk adalah cara untuk mengambil alih kontrol terhadap waktu dan kebebasan yang kita miliki. Pada akhirnya, kita tahu bahwa besok kita harus kembali bangun bagi dan kembali produktif. Namun justru karena hal itulah, malam hari menjadi satu-satunya waktu di mana kita memiliki kebebasan dan kita pun akhirnya mengorbankan waktu tidur. Meski demikian, jangan sampai kita terlalu menikmati bedtime revenge procrastination sampai tidak mengesampingkan kesehatan, ya!

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)