Interest | Wellness

They Don't Talk About: Psoriasis

Jumat, 12 Aug 2022 18:00 WIB
They Don't Talk About: Psoriasis
Jakarta -

Ada berbagai jenis penyakit kulit yang bisa diidap oleh seseorang. Selain monkeypox yang sedang ramai diperbincangkan, penyakit yang dapat mempengaruhi penampilan kulit seseorang juga dialami bagi mereka yang mengidap kondisi psoriasis. Psoriasis merupakan kondisi ketika sel-sel kulit menumpuk dan menghasilkan bercak bersisik yang gatal dan kering, umum dikategorikan sebagai masalah pada sistem kekebalan tubuh. Nyaring disamakan dengan penyakit eksim, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan, yakni pada penyebabnya.

Psoriasis umum disebabkan akibat autoimun, yang berarti sistem imun mengalami kelainan fungsi dan sel kulit yang beregenerasi sangat cepat menumpuk di lapisan kulit teratas hingga membentuk plak putih. Sementara, penyebab eksim, meski sulit dijelaskan, biasanya disebabkan karena alasan genetik dan faktor lingkungan. Secara visual pun keduanya memiliki perbedaan di mana psoriasis menyebabkan kulit menjadi lebih tebal, lebih meradang, dan bersisik hingga mengelupas. Namun, meski tidak menular, baik psoriasis atau eksim, keduanya merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Umumnya, proses pergantian sel-sel kulit membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Hal ini berbeda dengan penderita psoriasis yang prosesnya terjadi hanya dalam beberapa hari. Oleh karenanya, terjadi penebalan kulit akibat regenerasi kulit yang terlalu cepat. Psoriasis dapat dipicu oleh stress, iklim dan infeksi kulit, tetapi kulit juga dapat meradang karena terbakar matahari, garukan, ataupun saat setelah penyuntikan vaksin.

.Psoriasis/ Foto: Shutterstock

Tentunya bagi mereka yang menderita penyakit psoriasis pasti seringkali merasa terganggu dengan rasa iritasi atau gatal yang muncul. Kemudian, berangkat dari fakta bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan, sering kali orang yang mengalaminya juga harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar gejala psoriasis tidak sering kambuh.

Untuk lebih mengenal jauh tentang psoriasis, CXO Media berbincang dengan seorang narasumber bernama Etta, 24 tahun. Dirinya mengidap psoriasis pada beberapa bagian tertentu yaitu di kening dan kulit kepala. Etta mengaku bahwa ia pertama kali berkenalan dengan penyakit kronis ini sejak dirinya menginjak umur 16 tahun. "(Pertama kali terindikasi psoriasis) waktu SMP kelas 2, kalo gak salah. Di bagian batas rambut dan leher itu suka gatal, tapi kalau digaruk berdarah. Terus, ternyata ada ruam kemerahan dan kulitnya ngelopek bersisik." tuturnya. "Dikasih dokter racikan salep untuk pagi dan malam, plus shampoo khusus." lanjutnya.

Etta juga menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada keseharian aktivitasnya seperti tidak keluar tanpa mengaplikasikan tabir surya ataupun tidak berada di lingkungan yang terlalu dingin. "No direct sunlight without sunscreen, bahkan kalau bisa dihindari karena jangan sampe kena panas. Terlalu dingin juga ga baik karena kulit bisa kering dan mengelopek, jadi pakai moisturizer juga wajib." jelasnya. Produk yang ia pakai pun tidak semerta sembarang produk , Etta juga harus memperhatikan kandungan dalam produk yang tidak memicu psoriasis untuk kambuh. "Karena gak boleh pake sembarangan produk, biasanya harus tanya dulu ke dokter atau research produk-produk yang aman untuk kulit sensitif." ucapnya.

.Ilustrasi mengobati psoriasis/ Foto: Getty Images

Pengobatan psoriasis umumnya bertujuan untuk meredakan gejala. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain adalah pemberian obat oles, obat tablet, obat suntik, atau terapi khusus menggunakan pancaran sinar ultraviolet, disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan penyakit.

"Gue pake shampoo khusus seminggu sekali untuk meredakan gejala psoriasis di bagian kepala. Untuk tone down gejalanya pakai salep, biasanya 1-2 minggu udah reda lagi. Kalau reda, gue gak pakai salep, atau gue selang-seling jadi gak tiap hari." Etta menjelaskan ritual pengobatan penyakitnya. "Meskipun gak kambuh, tapi tetap ada. Biasanya warnanya beda yaitu agak pink/putih tapi gak sampe bersisik." ujarnya.

Satu hal yang pasti, hidup dengan keadaan kulit yang sensitif ini tidak mudah dan bisa menjadi tantangan bagi para penderitanya. Etta menyampaikan kondisinya saat harus menerima penyakit tersebut. "Awalnya mikir, 'of all people, why me?' Tapi sekarang udah terima aja sih karena udah tahu gimana cara ngobatinnya," ujar Etta. "(Yang tidak mengalami) gak bakal ngerti gatelnya." kekehnya. "Karena psoriasis itu pertumbuhan kulit yang cepet numpuk dan bersisik, kalo digaruk suka jatuh serpihannya sering dikira orang ketombean. Sad." ungkap Etta.

Psoriasis bisa saja menimbulkan komplikasi yang serius jika gejalanya tidak ditangani dan dibiarkan. Sehingga, jangan sungkan untuk berkonsultasi ke dokter jika gejala yang dialami sangat mengganggu, hingga membuatmu mencemaskan penampilan diri atau sulit untuk melakukan rutinitas harian.

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/HAL)

Author

Hani Indita