Interest | Wellness

Busting Myths: Puber Kedua

Sabtu, 11 Jun 2022 12:00 WIB
Busting Myths: Puber Kedua
Ilustrasi puber kedua Foto: Pexels
Jakarta -

Kita mungkin sering mendengar tentang istilah puber kedua, sebuah masa di mana orang-orang yang berada di umur paruh baya mengaku merasakan seperti gairah remaja. Di lingkup sosial saya pun, tak jarang mengatakan bahwa ada masanya para pria merasakan keinginan untuk berpetualang lagi seperti saat ia muda dulu. Oleh sebab itu, saya disarankan untuk selalu menjaga penampilan agar pasangan saya tetap tertarik dengan saya ketika ia berusia paruh baya nanti.

Namun sayangnya, istilah ini justru kerap menjadi alasan untuk membenarkan perselingkuhan. Sebab, para pelaku perselingkuhan merasa keinginan untuk mencari pasangan lagi, akibat gairah muda yang membara di usia paruh baya. Lantas, benarkah manusia mengalami puber kedua?

Pubertas atau masa puber menurut medis adalah saat organ-organ reproduksi mulai berfungsi secara optimal yang disertai peningkatan hormon testosteron pada anak laki-laki dan estrogen pada anak perempuan. Kedua hormon ini berdampak pada perubahan secara fisik dan psikologis, dan umumnya terjadi pada anak usia 8-14 tahun. Setelah usia ini, tubuh kita terus mengalami perubahan hingga sampai pada masa yang dikenal sebagai pubertas kedua.

Dalam dunia medis, pubertas kedua itu tidak ada. Itu hanyalah istilah yang muncul karena seseorang yang memasuki usia paruh baya merasakan perubahan fisik dan emosional karena penuaan. Dilansir Healthline, perubahan-perubahan tersebut dimulai dari usia 20-an, 30-an, dan 40-an. Adapun perbedaan jenis kelamin yang bisa mempengaruhi tanda-tanda dan kondisi tubuh saat pubertas kedua ini.

.Ilustrasi pria paruh baya/ Foto: Freepik

Pubertas Kedua pada Pria

  • Di usia 20-an
    Pada usia awal hingga akhir 20-an, perubahan fisik pria meliputi massa tulang dan otot mencapai batas maksimum. Selain itu, prostat tumbuh melambat pada usia ini.
  • Di usia 30-an
    Pada pertengahan 30-an, kadar testosteron secara bertahap menurun. Inilah awal dari tanda-tanda penuaan, sebab massa tulang, massa otot, elastisitas kulit, hingga kondisi rambut pun menurun. Jangan kaget kalau pada saat ini, ada uban di rambutmu dan kerutan halus pun mulai terlihat.
  • Di usia 40-an
    Pada saat ini, perubahan fisik akibat penurunan testosteron akan lebih terlihat. Perubahan ini dikenal sebagai menopause pria atau andropause. Tanda-tandanya antara lain, redistribusi lemak, tinggi badan menurun, tumbuh penyakit prostat, dan disfungsi ereksi.
.Ilustrasi perempuan paruh baya/ Foto: Freepik

Pubertas Kedua pada Perempuan

  • Di usia 20-an
    Pada masa ini, kondisi fisik kamu mengalami titik puncak. Mulai dari massa tulang berada di puncak pertumbuhan, kekuatan otot menguat, hingga tingkat estrogen memuncak pada masa ini.
  • Di usia 30-an
    Menjelang pubertas kedua perempuan, ada di usia 30-an yang mengacu pada perimenopause. Ini dimulai pada pertengahan hingga akhir usia 30 tahun. Kadar estrogen di umur ini tidak teratur menyebabkan perubahan seperti massa tulang yang menurun, kamu kehilangan massa otot, elasitas kulit menurun, rambut beruban, menstruasi tidak teratur, kekeringan pada vagina, dan hot flash.
  • Di usia 40-an
    Bagi perempuan yang memasuki usia ini, kamu harus bersiap mengalami menopause atau permulaan pubertas kedua. Perubahannya seperti pengeroposan tulang atau osteoporosis, penurunan tinggi badan, penambahan berat badan, haid tidak teratur atau berhenti sama sekali.

Pubertas kedua mungkin terdengar seperti kondisi tubuhmu kembali layaknya anak-anak remaja. Padahal pubertas kedua adalah tanda di mana kondisi-kondisi tubuhmu mulai berada di titik terendah. Seperti pubertas masa remaja, masa pubertas kedua tidak bisa kita hindari, namun untuk memperlambatnya, ada baiknya kini kita mulai beralih untuk hidup lebih sehat, mulai dari melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, mengonsumsi makanan sehat, dan tetap berolahraga.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/HAL)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS