Interest | Wellness

Busting Myths: Masuk Angin

Sabtu, 06 Aug 2022 20:00 WIB
Busting Myths: Masuk Angin
Foto: Freepik
Jakarta -

Masyarakat Indonesia memang penuh dengan keunikan. Saking uniknya, kita memiliki penyakit khas yang tidak ditemui di negara lain. Penyakit itu tidak lain tidak bukan adalah masuk angin. Masuk angin adalah penyakit sejuta umat yang tidak mengenal umur. Ketika kita merasa tidak enak badan    baik itu pegal-pegal, perut kembung, mual, pusing, panas dingin, atau nyeri otot    kita pasti langsung mendiagnosis kondisi tersebut sebagai masuk angin.

Orang Indonesia mempercayai bahwa ketika badan kita terasa tidak enak, hal itu disebabkan oleh banyaknya angin yang masuk ke tubuh. Masuknya angin ke tubuh ini bisa disebabkan oleh tubuh yang tidak kuat terhadap suhu yang ekstrem seperti cuaca dingin atau hujan-hujanan.

.Ilustrasi masuk angin/ Foto: Freepik

Karena namanya masuk angin, maka berbagai pengobatan pun ditempuh untuk "mengeluarkan" anginnya. Orang-orang yang mengalami gejala masuk angin tidak pergi ke dokter, tapi mengobatinya secara tradisional seperti kerokan atau minum jamu. Bahkan berbagai produk kesehatan pun juga tersedia khusus untuk mengobati masuk angin, seperti jamu sachet berisi ramuan dari bahan herbal dan juga berbagai jenis minyak angin.

Namun, mengapa penyakit ini tidak dikenal oleh warga negara lain? Saya pun mencoba menelusuri asal muasal ilmiah munculnya penyakit ini, namun tidak berhasil menemukan satupun publikasi ilmiah mengenai masuk angin. Hal ini menandakan bahwa masuk angin merupakan salah satu mitos terbesar dalam dunia medis Indonesia. Pasalnya, istilah "masuk angin" sendiri tak ada dalam kamus kedokteran.

Karena tidak bisa menemukan literatur medis mengenai asal muasal masuk angin, saya pun beralih ke pendekatan lain yaitu melalui budaya. Dalam sebuah artikel jurnal berjudul Masuk Angin dalam Konteks Kosmologi Jawa, dikatakan bahwa minimnya literatur mengenai masuk angin dikarenakan konsep ini hanya ada di dalam pikiran masyarakat, khususnya masyarakat Jawa. Dalam kosmologi Jawa, masuk angin dianggap sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara tubuh dengan lingkungan sekitarnya. Ketidakseimbangan ini mengakibatkan fungsi tubuh yang terganggu dan memunculkan gejala seperti panas, dingin, dan perut kembung.

.Ilustrasi masuk angin/ Foto: Freepik

Lalu kalau bukan penyakit sungguhan, adakah aspek medis dalam masuk angin?

Melansir dari HelloSehat, masuk angin sebenarnya adalah kumpulan gejala flu dan maag yang bisa terjadi di saat bersamaan. Artinya, masuk angin sendiri memang bukan penyakit, tapi bisa menandakan penyakit lain yang sedang kamu idap. Gejala-gejala yang identik dengan masuk angin memang umumnya muncul ketika seseorang terpapar dengan cuaca dingin atau kondisi yang berangin, maka wajar saja masyarakat menyebutnya "masuk angin". Kemungkinan besarnya, gejala-gejala ini adalah awal dari influenza. Apalagi, virus yang menyebabkan flu juga tumbuh lebih cepat di udara dingin.

Meski masuk angin hanya mitos, tapi nyatanya masyarakat masih mempercayakan penyembuhan kondisi ini melalui pengobatan tradisional. Tapi apabila gejalanya semakin parah, jangan ragu untuk segera pergi ke dokter untuk mendapat diagnosis yang pasti.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)