Interest | Wellness

Kerokan Bisa Sembuhkan Segala Penyakit, Fakta atau Mitos?

Rabu, 03 Aug 2022 20:00 WIB
Kerokan Bisa Sembuhkan Segala Penyakit, Fakta atau Mitos?
Foto: iStock
Jakarta -

Orang tua zaman dulu punya cara tersendiri untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Cara-cara tersebut dipercaya bisa meredakan keluhan kesehatan yang mereka rasakan tanpa obat-obatan. Apalagi pada saat itu, pengobatan modern belum diketahui dan sampai pada masyarakat. Sehingga mereka lebih mengandalkan pengobatan tradisional untuk bisa sembuh dari penyakit yang diderita. Salah satunya dengan cara kerokan.

Kerokan merupakan sebuah tradisi pengobatan tradisional yang dilakukan secara turun-temurun. Tak hanya di Indonesia saja, teknik ini ternyata dilakukan di beberapa negara Asia lainnya seperti Vietnam yang bernama Cao Gio; Kamboja bernama Goh Kyol; dan China bernama Gua Sha. Kerokan awalnya muncul di China dan pertama kali dipraktikkan pada abad ke-5. Praktik ini kemudian merambah ke negara Asia lain termasuk Indonesia. Pada dasarnya Gua Sha atau kerokan adalah cara yang dipercaya bisa membantu mengeluarkan angin di dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyakit.

Metode ini bisa menggunakan bawang merah atau koin yang telah diolesi dengan minyak urut atau minyak kelapa. Setelah itu, sebutir bawang merah atau koin tersebut diurutkan ke punggung sejalur dengan tulang belakang sampai menghasilkan guratan merah saat dikerok. Jika punggung yang dikerok menghasilkan warna merah terang, artinya ada banyak penyakit yang diderita orang tersebut. Meskipun praktik ini masih berlangsung di tengah masyarakat sampai saat ini, tapi benarkah kerokan benar-benar ampuh mengusir penyakit?

Praktisi kesehatan, dr. Dewi Ema Anindia dikutip detikHealth mengatakan kerokan bisa menyembuhkan penyakit seperti masuk angin ternyata hanya mitos belaka. Metode ini hanya mengurangi gejala dari masuk angin tersebut. Selain itu, terapi sederhana ini diklaim hanya bisa melancarkan peredaran darah, bukan mengatasi penyakit seperti flu.

"Gerakan kerokan menimbulkan peradangan lokal yang memicu pelebaran pembuluh darah dan memicu keluarnya morfin alami dari tubuh yang dinamakan endorfin. Endorfin inilah yang menimbulkan relaksasi pada tubuh dan relaksasi otot," ujarnya. Lantas, mengapa tubuh terasa nyaman usai dikerok?

Bila kita mengerok kulit dengan koin logam secara berulang, hal tersebut menghasilkan energi berupa panas. Hal inilah yang menyebabkan suhu tubuh menjadi naik, dan tubuh terasa hangat setelah dikerok. Namun, jejak merah yang timbul pada kulit pasca dikerok bukan mengisyaratkan bahwa kamu telah sembuh dari penyakit tertentu. Jejak tersebut digolongkan sebagai inflamasi, di mana pembuluh darah kapiler yang tadinya sempit dan kosong, menjadi melebar terisi darah.

Meski kegiatan kerokan ini bisa meringankan gejala sakit akibat masuk angin, tapi bukan berarti metode ini cocok untuk setiap orang. Bagi orang yang memiliki kulit sensitif, kerokan bisa menyebabkan pori-pori terbuka dan rentan dimasuki oleh bakteri dan virus. Semakin sering kerokan, semakin besar risiko kamu terinfeksi bakteri. Jadi, hati-hati, ya!

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/HAL)