Interest | Wellness

Busting Myths: Mencuci Daging Mentah akan Hilangkan Bakteri

Kamis, 14 Jul 2022 14:00 WIB
Busting Myths: Mencuci Daging Mentah akan Hilangkan Bakteri
Jakarta -

Sejak kecil, orang tua kerap menasihati agar selalu mencuci buah dan sayur sebelum dimasak atau dimakan. Hal itu bertujuan untuk membersihkan kotoran dan bakteri yang hinggap di buah dan sayuran karena proses pengiriman dari kebun sampai ke tangan penjual dan pembeli. Tak lupa, orang tua juga mengingatkan agar mencuci daging sapi atau daging ayam untuk membersihkan kotoran serta bakteri yang menempel di permukaan daging.

Praktik ini pun dilakukan selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai tindakan yang akan menyelamatkan kita dari berbagai penyakit dan keracunan makanan. Namun benarkah dengan mencuci semua bahan-bahan masakan tersebut, terutama daging akan membuat bakteri yang menempel di permukaannya akan menghilang?

Dilansir Medical News Today, secara umum, mencuci daging adalah ide yang buruk. Sebab membilas daging dengan air mengalir tidak akan membunuh semua bakteri, tapi justru meningkatkan risiko penyebaran bakteri yang berpotensi berbahaya. Bakteri yang terdapat dalam sari daging mentah dan unggas di antaranya, Campylobacter dan Salmonella. Nah, jika kamu mencoba membilas sari-sari dari daging, itu bisa menyebabkan bakteri tersebut menyebar ke mana-mana, seperti peralatan makan atau permukaan wadah yang kamu siapkan untuk makanan matang.

Tak hanya itu, bakteri tersebut juga bisa berpindah ke tangan dan pakaianmu saat membilas daging tersebut. Kemungkinan besar makanan yang matang pun terkontaminasi bakteri-bakteri tadi. Kontaminasi silang ini dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit seperti keracunan makanan juga diare. Jadi lebih baik hentikan kebiasaan mencuci daging sapi atau ayam sebelum dimasak karena ada beberapa jenis bakteri yang bahkan tak hilang setelah dibilas. Untuk membunuh bakteri tersebut, kamu cukup memasaknya di suhu di atas 60 derajat Celsius.

Bila kamu tidak ingin mengonsumsinya dan ingin membekukannya terlebih dulu, kamu pun tak perlu mencuci daging. Melakukan hal ini hanya akan meningkatkan risiko kontaminasi silang dengan cara yang sama seperti sebelum dimasak. Setelah daging dicairkan lagi, kamu hanya perlu memasaknya dengan benar. Pada saat mengawetkannya di pendingin dengan suhu minus 17 derajat celsius, bakteri yang ada dalam daging cenderung menjadi tidak aktif dan mereka tidak dapat tumbuh.

Meski begitu, kamu tidak boleh menyimpan daging di dalam pendingin terlalu lama, sebab kualitas dan rasanya akan menurun seiring berjalannya waktu. Setelah mencairkan daging, bakteri dapat tumbuh di atasnya dengan kecepatan yang sama seperti sebelum dibekukan. Oleh karena itu, yang terbaik adalah memasak dan memakan daging dengan cepat setelah dicairkan.

[Gambas:Audio CXO]



(DIR/HAL)