Interest | Wellness

Mengenal Pagophagia, Kegemaran Memakan Es Batu

Kamis, 07 Jul 2022 13:31 WIB
Mengenal Pagophagia, Kegemaran Memakan Es Batu
Jakarta -

Apakah kamu gemar memakan es batu hingga menjadikannya snack di waktu-waktu luangmu? Jika benar, mungkin saja kamu menderita penyakit pagophagia. Penyakit ini masuk ke dalam kategori "Pica" yang merupakan istilah untuk mendeskripsikan keinginan mengkonsumsi benda-benda yang tidak memiliki nilai gizi seperti es batu, pasir, kertas, kapur, dan yang lain. Kecenderungan untuk mengkonsumsi es batu adalah tipe pica yang spesifik dan dapat disebut sebagai pagophagia. Meski demikian, pagophagia umumnya bukanlah kondisi medis serius dan tidak berbahaya bagi tubuh.

Pagophagia dapat disebabkan akibat beberapa hal seperti kekurangan zat besi, anemia, eating disorder, xerostomia, ataupun penyakit kesehatan mental seperti stress, depresi, atau OCD. Kondisi paling umum yang menyebabkan seseorang terjangkit penyakit pagophagia adalah anemia. Sebuah studi menyatakan bahwa 16% orang yang menderita anemia dilaporkan memiliki keinginan yang kuat untuk mengunyah es batu. Faktanya, mengunyah es batu dapat membantu mereka yang memiliki anemia untuk merasa lebih fokus dan sadar.

Mengutip Healthline, anemia terjadi saat tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup. Sel darah merah memiliki fungsi penting dalam membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Tanpa oksigen, tubuh akan merasa lelah dan nafas kita akan menjadi pendek. Orang yang memiliki iron deficiency anemia umumnya tidak memiliki banyak zat besi dalam darah yang berfungsi untuk mengeluarkan sel darah merah yang sehat. Sehingga, beberapa riset menunjukkan bahwa mengunyah es batu dapat memicu tubuh orang yang menderita anemia untuk mengirimkan lebih banyak darah ke otak. Semakin banyak darah di otak, maka oksigen pun akan semakin banyak pula. Dengan adanya peningkatan oksigen pada otak, inilah yang membuat munculnya perasaan lebih fokus.

Dalam beberapa kasus, Pagophagia juga dialami oleh orang yang menderita depresi, di mana adanya keinginan yang tiada dua untuk memakan es batu dan akan merasa lebih baik setelah mengkonsumsi es batu atau minuman es.

Terlalu sering mengkonsumsi es batu dapat merusak kesehatan gigi. Dampak dari mengunyah es batu setiap hari dapat menimbulkan lubang-lubang pada gigi hingga memicu iritasi pada gusi. Sementara, jika keinginan untuk mengkonsumsi es batu sangat ekstrim hingga dapat menyingkirkan keinginan untuk makan makanan lain, pagophagia dapat menyebabkan eating disorder yang juga meningkatkan risiko terjadinya malnutrisi.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pagophagia umumnya tidak memiliki implikasi yang serius. Namun, mengingat bahwa pagophagia datang karena adanya kondisi seperti iron deficiency anemia, maka yang wajib diperhatikan adalah penyakit anemia tersebut agar tidak memunculkan dampak yang lebih parah kepada tubuh dan kesehatan kita.

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/HAL)

Author

Hani Indita