Interest | Wellness

Ritual versus Rutinitas

Kamis, 30 Jun 2022 16:00 WIB
Ritual versus Rutinitas
Jakarta -

Bekerja tanpa henti bisa membuat kita kelelahan bahkan mengalami burnout. Belum lagi ketika kita harus menghadapi masalah seperti beban keuangan, masalah keluarga, atau konflik percintaan. Untuk menghadapi berbagai permasalahan dan tetap menjalani keseharian, terkadang kita membutuhkan sesuatu yang bisa membuat kita waras. Salah satu solusinya adalah dengan memiliki ritual sehari-hari yang bisa membuat kita tenang dan bahagia.

Ketika kita mendengar kata ritual, mungkin yang seringkali muncul di kepala adalah prosesi upacara keagamaan atau sesuatu yang berhubungan dengan tradisi. Akan tetapi, ritual sebenarnya memiliki arti yang lebih luas. Ritual bisa memiliki arti sebagai serangkaian tindakan atau perilaku yang kita lakukan secara teratur. Lalu, apa bedanya ritual dengan rutinitas?

Ritual dan rutinitas sebenarnya serupa tapi tak sama. Rutinitas sendiri memberikan struktur dan rasa keteraturan dalam keseharian. Ketika kita melakukan hal yang sama berulang kali, kita akan menemukan pola yang membuat kita mampu menjalani hari secara nyaman. Sebab, adanya struktur dan keteraturan bisa menumbuhkan sense of control terhadap hal-hal yang ada di sekeliling kita.

Misalnya, saya tahu bahwa setiap hari saya akan bangun pukul setengah 8 pagi. Lalu setelah mandi dan bersiap-siap, pada pukul setengah 9 saya akan pergi ke stasiun untuk naik kereta commuter line menuju Jakarta. Saya tahu rute apa yang akan saya tempuh dan saya tahu bahwa saya akan tiba di kantor pukul 10. Hal ini saya lakukan setiap hari selama 5 kali seminggu. Ada ketenangan dalam diri saya ketika mengetahui bahwa kebiasaan repetitif ini tidak akan berubah dan outcome-nya akan selalu sama.

William James, seorang filsuf sekaligus psikolog, pernah mengatakan bahwa manusia yang paling tidak bahagia adalah manusia yang tidak memiliki kebiasaan sehingga satu-satunya yang tetap dalam hidupnya adalah keraguan. Hal ini terbukti ketika kita semua dipaksa untuk menghentikan semua rutinitas di masa pandemi. Beberapa minggu pertama mungkin terasa menyenangkan karena kita terbebas dari semua kewajiban untuk pergi ke kantor atau sekolah. Tetapi setelah beberapa bulan, muncul rasa cemas dan kesepian. Membuat rutinitas baru pun menjadi salah satu coping mechanism yang dipilih oleh banyak orang untuk tetap waras meski "terkurung" di dalam rumah.

Meski ritual dan rutinitas bisa memiliki output yang sama, tetapi perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada niat yang melatarbelakanginya. Rutinitas dilakukan atas dasar adanya kewajiban, sehingga rutinitas biasanya berkaitan dengan produktivitas. Sedangkan ritual dilatarbelakangi oleh keinginan individu tanpa adanya kewajiban yang dijalani. Sehingga, orientasi dari ritual sehari-hari adalah untuk mendapatkan personal enjoyment.

Tidak seperti rutinitas yang terkadang bisa menjenuhkan, ritual bersifat meditatif dan bisa membantu kita untuk mencapai mindfulness. Menurut Mason Currey, penulis buku Daily Rituals: How Artists Work, ritual merupakan kegiatan yang bisa membantu kita masuk ke kondisi pikiran yang fokus dan kondusif untuk berpikir, berkarya, atau sekedar menjadi ada (being). Bentuk ritual bisa bermacam-macam, mulai dari membuat teh, menyiram tanaman, membaca tarot, atau bahkan membaca fan fiction. Berbeda dari hobi, kegiatan-kegiatan yang kita sukai ini harus dilakukan secara repetitif agar bisa menjadi sebuah ritual.

Sebenarnya, kita juga bisa mengubah rutinitas menjadi ritual. Caranya adalah dengan mengubah mindset ketika sedang melakukan rutinitas yang memakan waktu dan energi. Rutinitas bisa menjenuhkan ketika kita menganggapnya sebagai beban atau kewajiban yang harus segera diselesaikan. Tetapi dengan menerapkan mindfulness, tugas-tugas yang berat sekalipun bisa menjadi ritual yang meaningful. Berikut adalah beberapa rutinitas yang bisa kamu ubah menjadi ritual sehingga hari-harimu menjadi lebih mudah untuk dilewati!

1. Rutinitas bangun pagi
Pagi yang baik bisa membuatmu lebih bersemangat untuk melewati hari. Temukan hal-hal yang bisa membuatmu senang ketika bangun di pagi hari, seperti melakukan stretching agar tubuh lebih bugar atau menyiram tanaman dan menghirup udara segar.

2. Rutinitas sebelum tidur
Agar tidurmu lebih nyenyak, kamu bisa memilih untuk melakukan kegiatan yang membuatmu lebih tenang. Misalnya, kamu bisa minum teh herbal atau melakukan skincare routine agar tubuhmu tetap terawat. Meski sederhana, tapi kegiatan-kegiatan ini bisa membuatmu merasa tenang dan sejenak melupakan tugas-tugas yang menantimu di esok hari.

3. Makan
Di sela-sela kesibukan, terkadang makan pun bisa terasa seperti kewajiban. Padahal, makan bisa menjadi kegiatan yang penuh kenikmatan. Kamu bisa mempraktikkan mindful eating agar kegiatan makanmu menjadi lebih bermakna. Misalnya, dengan membawa bekal makanan yang kamu sukai atau minum jus buah agar kamu merasa lebih segar.

4. Berangkat dan pulang dari tempat kerja
Menghabiskan waktu di perjalanan bisa menjadi hal yang menjenuhkan, apalagi kalau kamu berdesak-desakan di transportasi umum. Tetapi, kamu bisa mengubahnya menjadi ritual yang mengasyikkan dengan menikmati setiap momennya. Misalnya, dengan mendengarkan musik yang kamu sukai atau membaca ebook di smartphone-mu.

Ada banyak rutinitas lainnya yang bisa kamu ubah menjadi ritual. Tapi harus diingat, yang terpenting dari menjalankan ritual adalah makna dan tujuan mengapa kamu melakukannya. Be present and be mindful. Selama kamu bisa menemukan kenikmatan dari aktivitas yang kamu jalani, maka rutinitas dengan sendirinya akan terasa lebih menyenangkan untuk dilewati.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/HAL)