Interest | Wellness

Gangguan Mental Bukan Aib

Rabu, 29 Jun 2022 14:00 WIB
Gangguan Mental Bukan Aib
Jakarta -

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Frasa ini sering kita dengar bahkan sejak kecil, namun dalam kehidupan nyata maknanya kerap kali terlupakan. Tubuh yang sehat tidak akan bisa berfungsi tanpa kondisi jiwa yang baik, dan juga sebaliknya. Kesehatan jiwa atau kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Akan tetapi, kesehatan mental seringkali disepelekan atau dipandang sebelah mata.

Di Indonesia, gangguan mental masih dipandang sebagai aib. Berbeda dari penyakit yang menyerang tubuh, gangguan mental bukanlah penyakit yang mudah terlihat. Seseorang bisa langsung mengetahui apabila ada bagian tubuhnya yang terluka. Tapi, bagaimana seseorang mengetahui apabila mereka mengidap depresi atau gangguan bipolar?

.Ilustrasi kesehatan mental / Foto: Veectenzy

Gejala-gejala yang mengindikasikan gangguan mental berkaitan dengan perilaku dan emosi yang kita rasakan. Namun karena tak bisa dilihat atau disentuh, gangguan mental kerap disepelekan. Misalnya, mereka yang sebenarnya memiliki gangguan kecemasan dianggap oleh sekitarnya sebagai orang yang emosional, berlebihan, atau terlalu sensitif.

Ada banyak sekali stigma dan perdebatan yang menyelimuti kesehatan mental. Akibatnya, topik ini pun menjadi tabu untuk dibicarakan. Tak jarang, mereka yang memiliki gangguan mental dilabeli sebagai manusia yang tidak normal atau bahkan tidak taat beragama. Stigma yang menyelimuti para pengidap gangguan mental membuat mereka enggan atau tak bisa mencari pertolongan. Padahal, sama seperti orang yang tubuhnya sakit, orang yang memiliki gangguan mental juga membutuhkan bantuan profesional agar bisa diobati.

.Dukungan untuk pasien gangguan mental / Foto: Veectenzy

Apabila tidak diobati, gangguan mental bisa memiliki dampak yang signifikan; mulai dari memburuknya relasi dengan sesama, kesulitan untuk beraktivitas, hilangnya motivasi untuk melanjutkan hidup. Bahkan, masalah kesehatan jiwa telah menjadi isu global. Menurut data WHO, lebih dari 700 ribu orang meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri.

Untuk mengatasi permasalahan ini, hanya ada satu jalan keluar yaitu dengan memvalidasi keseriusan dari masalah kesehatan mental dan berhenti memperlakukan gangguan mental layaknya aib yang harus ditutupi. Dengan perlahan-lahan mendobrak stigma yang menyelimuti gangguan mental, masyarakat akan semakin terbuka untuk membicarakannya. Dengan demikian, mereka yang memiliki gangguan mental bisa merasa aman dan yakin untuk mencari bantuan.

.Ilustrasi membicarakan gangguan mental dengan psikolog/ Foto: Veectenzy

Untuk mengetahui lebih lanjut mengapa kesehatan mental tidak boleh dipandang sebelah mata, kamu dapat menyaksikan Perspektif episode 90 yang berkolaborasi dengan Prodia di kanal YouTube CXO Media. Di episode ini, kamu bisa mendengar perspektif partisipan mengenai gangguan mental dan pengalaman mereka dalam mencari bantuan profesional untuk mengatasinya. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, apabila kamu merasa memiliki gejala gangguan mental, jangan menunda untuk mendapatkan bantuan. Klinik Prodia menawarkan Prodia menawarkan Mental Wellness Program yang siap membantumu.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)