Interest | Wellness

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Monkeypox!

Rabu, 22 Jun 2022 17:00 WIB
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Monkeypox!
Foto: CXO Media
Jakarta -

Belum selesai dengan masalah pandemi COVID-19 yang masih menghantui masyarakat, kini ada istilah penyakit baru yang sedang ramai diperbincangkan. Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit bersumber dari virus yang sama seperti cacar air atau masih satu keluarga-meskipun gejalanya biasanya tidak terlalu serius. Para ilmuwan telah mengetahuinya sejak tahun 1958, ketika penyakit ini ditemukan di laboratorium monyet yang digunakan untuk penelitian. Cacar monyet paling sering terjadi di Afrika Tengah dan Barat. Tetapi pada Mei 2022, organisasi kesehatan mulai melaporkan wabah virus di beberapa wilayah di luar Afrika. Pada awal Juni 2022, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mengkonfirmasi 35 kasus cacar monyet dan virus terkait di AS dan lebih dari 1.000 kasus di seluruh dunia.

Monkeypox adalah virus zoonosis, yang berarti menyebar dari hewan ke manusia. Selain monyet, penyakit ini juga dapat ditemukan pada primata lain dan hewan pengerat tertentu di Afrika. Tetapi manusia yang terinfeksi virus ini juga dapat menularkannya kepada manusia lainnya. Infeksi pada manusia pertama diketahui terjadi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Gejala awal dari Monkeypox ini meliputi demam, kelelahan, sakit kepala, otot sakit, panas dingin, sakit punggung, sakit tenggorokan, batuk kering, pembengkakan kelenjar getah bening, kesulitan bernapas (dalam kasus serius). Satu sampai 3 hari setelah demam dimulai maka ruam akan mulai bermunculan. Biasanya dimulai di bagian wajah sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam lebih sering terjadi pada tangan, lengan, dan kaki. Ruam yang terbentuk biasanya diawali dengan bintik-bintik hingga berubah menjadi vesikel atau lenting, yaitu lepuhan kulit yang berisi cairan. Dalam waktu beberapa hari, ruam akan berubah mengering membentuk kerak di kulit.

Penyakit ini biasanya berlangsung dan sembuh dengan sendirinya dalam 2 sampai 4 minggu. Meskipun demikian, kondisi ini bisa menjadi kondisi yang serius, terutama pada anak-anak yang terpapar banyak virus atau pada orang dengan kondisi kesehatan lain atau sistem kekebalan yang lemah. Dalam beberapa kasus, ribuan bintik-bintik tumbuh bersama dan menyebabkan hilangnya sebagian besar kulit sekaligus. Kematian yang disebabkan oleh penyakit ini memang jarang terjadi tetapi terdapat kemungkinannya. Di Afrika, cacar monyet menyebabkan kematian hingga 1 dari setiap 10 orang yang mendapatkannya. Tetapi banyak orang di wilayah ini tinggal di daerah tanpa perawatan medis yang memadai sehingga bisa terjadi kematian.

Penyakit Monkeypox yang ditularkan oleh manusia dapat berasal dari kontak langsung, seperti kontak dengan cairan tubuh seperti darah, ingus, ludah atau air mani, kontak dengan ruam cacar monyet pada kulit mereka (termasuk di dalam hidung dan mulut), atau benda-benda yang telah menyentuh cairan tubuh yang terinfeksi, seperti tempat tidur atau pakaian. Virus dapat masuk ke tubuh melalui luka di kulit atau melalui mulut, hidung, hingga mata. Monkeypox secara teknis tidak dianggap sebagai infeksi menular seksual (IMS) karena seseorang bisa mendapatkannya dari bentuk kontak lain. Tetapi orang yang terinfeksi cacar monyet dapat menularkannya saat berhubungan seks. World Health Organization (WHO) mengatakan sebagian besar kasus Mei 2022 ditularkan secara seksual, terutama di antara pria yang berhubungan seks dengan pria.

Untuk menghindari penyakit ini, hal yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan menjauhi hewan yang mungkin memiliki virus, terutama hewan mati di daerah di mana cacar monyet sering terjadi, menjauhi tempat tidur dan benda lain yang pernah menyentuh penderita cacar monyet atau hewan yang sakit, memisahkan orang atau hewan yang terinfeksi dari orang lain yang berisiko terinfeksi dan jika memang harus dekat dengan hewan atau orang yang terinfeksi virus, sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, lalu jangan lupa untuk selalu menggunakan alat pelindung seperti masker, kacamata atau kacamata pengaman, dan sarung tangan.

[Gambas:Audio CXO]



(DIP/MEL)