Interest | Wellness

They Don't Talk About: Bahaya Diet

Kamis, 12 May 2022 12:00 WIB
They Don't Talk About: Bahaya Diet
Ilustrasi diet Foto: CXO Media
Jakarta -

Mengikuti rencana diet ketat dalam upaya menurunkan berat badan memang sangat menarik untuk sebagian orang. Tren-tren diet seperti keto dan paleo adalah hanya salah satu dari banyaknya pilihan yang menarik untuk menurunkan berat badan. Tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa terdapat berbagai bahaya dari tren-tren diet ini. Diet memang merupakan cara yang efektif untuk menurunkan berat badan bagi sebagian besar orang.

Namun, peneliti menemukan bahwa sekitar 95 persen pelaku diet mendapatkan kembali berat badan yang ia hilangkan dengan diet dalam kurun waktu lima tahun. Meskipun banyak yang percaya bahwa diet merupakan gaya hidup yang sehat, mereka cenderung lupa dengan efek samping atau bahaya dari diet itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa bahaya efek samping dari diet yang jarang diketahui.

Menurunnya Energi

Tubuh kita membutuhkan karbohidrat untuk mengolahnya menjadi tenaga. Jadi, kemungkinan besar kamu akan mengalami penurunan energi jika kamu mengurangi asupan karbohidrat. Membatasi asupan karbohidrat dapat membuat kamu merasa mengantuk tidak berenergi dan bahkan menyebabkan perubahan suasana hati. Membatasi asupan karbohidrat juga dapat menyebabkan kelelahan dan kekurangan energi untuk melakukan hal-hal yang biasa kamu sukai. Metabolisme tubuh kamu juga bahkan mungkin melambat hanya untuk menjaga fungsi tubuh.

Masalah Hormon

Sebuah studi 2012 dari New Balance Foundation Obesity Prevention Center menemukan bahwa diet rendah karbohidrat sebenarnya juga meningkatkan pasokan kortisol tubuh kita   hormon stres yang mengganggu-yang dapat memengaruhi suasana hati, siklus menstruasi, dan tiroid secara negatif.

Selain itu, memilih diet rendah lemak juga dapat menyebabkan beberapa masalah dengan sistem endokrin. Lemak sehat, seperti omega-3 dan lemak tidak jenuh, membantu memproduksi hormon penting dan sangat penting untuk menjaga tubuh kita keluar dari mode "krisis". Sehingga dengan membatasi segala jenis kategori makronutrien dapat menyebabkan semua jenis masalah kesehatan, terutama hormon tubuh.

Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

The American Heart Association menyarankan untuk membatasi asupan lemak jenuh hanya 10 persen dari kalori harian. Banyak orang yang berpikir bahwa makan sehat kala diet rendah dengan mengoleskan mentega atau keju saja. Namun faktanya, roti biasa, pasta, camilan buah, dan makanan olahan lainnya yang memiliki klaim "rendah lemak" tidak dapat mencukupi nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Mengonsumsi makanan rendah lemak yang merupakan makanan olahan dan manis seperti ini dapat menyebabkan beberapa kekurangan nutrisi yang serius dan malah meningkatkan risiko penyakit kronis, bukan hanya karena asupan vitamin, mineral, protein, dan serat yang lebih rendah, tetapi juga karena tubuh membutuhkan lemak untuk menyerap nutrisi tertentu seperti Vitamin A, D, E, dan K.

Alhasil, alih-alih mengurangi asupan makanan karena diet, yang ada kamu hanya meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis karena kurangnya asupan makanan yang berfungsi untuk mengolah dan menyerap nutrisi-nutrisi penting.

Harus Menghindari Banyak Makanan Bergizi

Meskipun menghindari makanan olahan, gula, dan alkohol selama sebulan bisa sangat baik untuk kesehatan, mengurangi berbagai makanan yang sebenarnya sangat memiliki banyak nutrisi penting untuk tubuh juga tentunya menjadi hal yang sangat merugikan.

Menjadi vegan atau vegetarian juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Walau sangat penting bagi para vegan atau vegetarian untuk menghilangkan semua produk hewani demi kesehatan dan lingkungan, menghindari makanan bergizi lainnya, seperti yogurt, ayam, dan ikan, berarti harus menggantinya dengan sumber lainnya yang tidak memiliki nutrisi setinggi makanan bergizi dari hewani.

Diet memang bukanlah sebuah eating disorder, tetapi diet dapat membangun hubungan yang tidak sehat dengan makanan yang dapat menyebabkan gangguan mental eating disorder. Meskipun kebanyakan orang yang melakukan diet tidak akan mengalami gangguan makan secara klinis, diet dapat menimbulkan risiko yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental kita. Jadi, penting bagi kamu yang hendak menjalani program diet untuk memiliki pemahaman yang mendalam terlebih dahulu mengenai kondisi tubuh dan program diet yang akan dilakukan demi menghindari risiko bahaya yang sudah disebutkan di atas.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/HAL)