Interest | Wellness

Apa Itu Histrionic Personality Disorder?

Rabu, 11 May 2022 10:00 WIB
Apa Itu Histrionic Personality Disorder?
Foto: PEXELS MART PRODUCTION
Jakarta -

Belum lama ini, topik Histrionic Personality Disorder atau HPC kian ramai diperbincangkan setelah adanya testimoni dari Dr. Shannon Curry yang membuat evaluasi terhadap kondisi mental Amber Heard di persidangannya bersama Johnny Depp. Dr Curry diketahui telah dihubungi oleh tim hukum Johnny Depp pada tahun 2021 untuk menilai kesehatan mental Amber Heard yang membuahkan hasil bahwa dirinya memiliki gangguan mental Borderline Personality Disorder dan Histrionic Personality Disorder. Berbeda dengan Borderline Personality Disorder yang sudah banyak dipahami oleh masyarakat, istilah Histrionic Personality Disorder merupakan hal yang tidak begitu familiar untuk didengar. Lalu, apa itu Histrionic Personality Disorder yang dimiliki oleh aktris Amber Heard berdasarkan testimoni dari Dr. Shannon Curry?

Histrionic Personality Disorder atau gangguan kepribadian histrionik adalah salah satu dari sekelompok kondisi yang disebut gangguan kepribadian "Cluster B" atau "dramatis". Orang dengan gangguan ini memiliki emosi yang intens, tidak stabil, dan pencitraan diri yang terdistorsi. Untuk orang dengan gangguan kepribadian histrionik, harga diri mereka bergantung pada validasi orang lain dan tidak muncul dari diri mereka sendiri. Mereka memiliki keinginan yang luar biasa untuk diperhatikan, dan sering berperilaku dramatis atau tidak tepat untuk mendapatkan perhatian sekelilingnya. Kata histrionik itu sendiri memiliki makna yang berarti "dramatis atau teatrikal". Diketahui juga bahwa gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Dilansir dariĀ Cleveland Clinic, seseorang yang memiliki gangguan kepribadian histrionik memiliki beberapa kecenderungan. Berikut ini adalah ciri-ciri dari seseorang yang memiliki Histrionic Personality Disorder atau HPC:

  • Merasa kurang dihargai atau tertekan ketika mereka tidak menjadi pusat perhatian.
  • Memiliki emosi yang cepat berubah dan dangkal (shallow).
  • Bertindak sangat dramatis, seolah-olah tampil di depan penonton, dengan emosi dan ekspresi yang berlebihan.
  • Terlalu peduli dengan penampilan fisik mereka.
  • Menggunakan penampilan fisik mereka untuk menarik perhatian dengan mengenakan pakaian berwarna cerah atau pakaian terbuka.
  • Berbicara secara dramatis dan dapat mengungkapkan pendapat yang kuat tetapi dengan sedikit fakta atau detail untuk mendukung pendapat mereka.
  • Mengalami kesulitan mempertahankan hubungan.
  • Membutuhkan kepuasan yang instan dan mudah untuk bosan atau frustrasi.
  • Terus-menerus mencari validasi atau persetujuan.
  • Terlalu sensitif terhadap kritik atau ketidaksetujuan.
  • Bersikap egois dan jarang menunjukkan kepedulian terhadap orang lain
  • Mengancam atau mencoba bunuh diri untuk mendapatkan perhatian

Histrionic Personality Disorder adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang paling sedikit dipahami apabila dibandingkan dengan gangguan kepribadian yang lainnya. Ada beberapa studi yang menyelidiki perihal Histrionic Personality Disorder ini dan mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki Histrionic Personality Disorder. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Genetic: Gangguan kepribadian histrionik cenderung dapat diturunkan dalam keluarga, sehingga para ilmuwan berpendapat bahwa adanya kemungkinan yang disebabkan dari hubungan genetik yang diwariskan dari keluarga.
  • Childhood trauma: Pelecehan seksual atau kematian anggota keluarga yang dialami pada masa kecil dapat menyebabkan gangguan atau masalah pada kesehatan mental atau kepribadian yang nantinya dapat mengganggu kehidupan mereka di masa dewasa.
  • Parenting style: Anak-anak yang mengalami gaya pengasuhan yang tidak memiliki batasan seperti terlalu memanjakan dapat meningkatkan kemungkinan adanya gangguan kepribadian histrionik di umur dewasa. Selain itu, orang tua yang menampilkan perilaku dramatis, tidak menentu, atau tidak stabil juga dapat membuat anak berisiko mengalami kondisi ini.


Seperti halnya semua kondisi kesehatan mental, mencari bantuan medis setelah adanya gejala yang muncul dapat membantu mengurangi gangguan kepribadian histrionik pada seseorang. Profesional kesehatan mental dapat menawarkan rencana perawatan yang dapat membantu untuk mengelola pikiran dan perilaku si penderita.

[Gambas:Audio CXO]



(DIP/MEL)