Interest | Wellness

Waspada Perilaku Self-Gaslighting

Rabu, 04 May 2022 20:00 WIB
Waspada Perilaku Self-Gaslighting
Foto: PIXABAY
Jakarta -

Sebagian besar dari kamu pasti pernah mendengar istilah gaslighting. Gaslighting sendiri adalah bentuk pelecehan emosional yang mengacu pada bentuk kekerasan, seperti berbohong, memanipulasi, dan meminimalisasi seseorang sampai orang tersebut jadi mempertanyakan kewarasannya dan menerima realitas orang lain. Kalau menurut Ensiklopedia Britannica, efek dari gaslighting dapat membuat korban menjadi tidak percaya diri dan sulit membedakan antara kebenaran dan kebohongan. Selain itu, gaslighting juga membuat korban menjadi sangat bergantung pada pelaku dalam hal pikiran maupun perasaan. Gaslighting sering terjadi di antara dua orang dan biasanya terjadi dalam hubungan asmara.

Gaslighting dapat terjadi dengan atau tanpa disadari oleh korban atau bahkan pelakunya. Tetapi motif yang dilakukan cukup jelas, yaitu menyelesaikan konflik dengan membuat korbannya menyetujui semua perbuatan pelaku. Namun, ternyata ada tingkatan yang lebih tinggi dibanding gaslighting dan sering kali terjadi terhadap diri sendiri tanpa keterlibatan orang lain, yaitu self-gaslighting.

Banyak orang mengalami self-gaslighting tanpa menyadarinya. Mereka yang mengalami self-gaslighting merasa mengalami situasi yang salah, tapi kemudian beralih meyakinkan diri kalau dirinya hanya bereaksi berlebihan pada situasi yang dialaminya. Sebagai contoh, seorang penulis astrologi di majalah Bustle yang tinggal di San Diego bernama Brittany Beringer mengatakan, bahwa di masa lalu ia menoleransi perilaku yang menyakitkan, dan dia membiarkan dirinya kalau situasi yang dialaminya tidak seburuk itu. Ada juga Anushree Saxena, seorang konten kreator lifestyle, copywriter, dan YouTuber yang mengatakan bahwa dia melihat dirinya sebagai orang yang gagal. Baik dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaannya. Dia meyakinkan dirinya sendiri kalau tidak ada yang menyukainya dan pekerjaan yang dia inginkan ada di atas kemampuannya. Dari contoh di atas kita bisa menyimpulkan bahwa gaslighting tidak hanya membuat kita merasa gagal, tapi juga membuat kita merasa rendah diri.

Ciri-Ciri dari Self-Gaslighting

Perlu kamu ketahui, self-gaslighting juga berbahaya untuk kesehatan mental. Dua tanda utama dari self-gaslighting yang harus kamu waspadai adalah adanya penolakan diri dan keraguan diri tentang perasaan, persepsi, dan ingatan. Penolakan diri tanpa disadari dilakukan dengan maksud untuk meminimalisasi rasa sakit atau pelecehan yang kamu alami.

Kalau menurut psikoterapis Grace Dowd, tanda paling besar dari self-gaslighting adalah cenderung menganggap remeh apa yang sedang kita rasakan. Kita cenderung melarang diri sendiri untuk merasakan emosi negatif, dan selalu menyebut diri kita "berlebihan". Sedangkan, kalau dikutip dari bodyandsoul.com.au, ada juga beberapa ciri self-gaslighting yang dijelaskan oleh psikolog Noosha Anzab berikut ini.

1. Sering Mempertanyakan Diri Sendiri

Terkadang ada beberapa hal yang biasa dipertanyakan terhadap diri sendiri. Tetapi, pertanyaan tersebut biasanya seperti, "Apa aku terlalu lebay?", "Apa aku terlalu sensitif?", setiap kali ada orang yang menyakiti perasaanmu.

2. Meragukan Perasaan Sendiri

Mungkin kamu pernah berkata dalam hati, "Ah, dia tidak bermaksud seperti itu kok", "Udahlah, lupain aja", ketika kamu sedang merasa tersinggung karena perkataan seseorang. Selain pikiran dan perasaan, kamu juga bisa melakukan ini pada ingatanmu saat mengalami keraguan terhadap persepsimu akan sesuatu.

3. Meragukan Diri Sendiri Dalam Lingkungan Sosial

Mungkin kamu juga pernah berkata, "Gue sih nggak yakin, tapi....", atau kamu hanya bersikap netral tanpa pendapat saat berada dalam lingkungan sosial. Hal-hal tersebut merupakan cara yang halus untuk meremehkan diri kamu sendiri di dalam lingkungan sosial.

Selain itu ada juga ciri lain dari self-gaslighting seperti, sering mengkritik diri sendiri, membenci diri sendiri, membenarkan perkataan orang lain yang sebenarnya salah, dan membiarkan orang lain untuk menyakiti diri kita sendiri.

Dampak dari Self-Gaslighting

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, self-gaslighting bisa berdampak pada kesehatan mental kamu. Dampak lain dari self-gaslighting juga bisa mengurangi kepercayaan diri, mempengaruhi kehidupan sosial kamu menjadi lebih buruk, sulit untuk membuat keputusan, sulit mempercayai orang lain, dan juga berisiko mengalami gangguan kecemasan.

Maka dari itu, perlu kamu waspadai bahwa anggota keluarga, teman kerja, bos, atau siapa pun bisa menjadi trigger untuk kamu melakukan self-gaslighting yang terjadi tanpa kamu sadari. Kalau kamu mulai sadar ketika kamu sedang melakukan self-gaslighting, cobalah untuk berkomitmen memvalidasi pikiran dan perasaan kamu, atau berbicara dengan teman atau orang terdekat.

Ingatlah kalau dirimu sangatlah berharga, dan perasaan yang kamu rasakan adalah valid adanya. Jangan sampai opini orang lain terhadap dirimu dijadikan patokan yang justru malah membuat kamu menjadi lebih buruk dan memanipulasi perasaan dirimu sendiri.

[Gambas:Audio CXO]



(PUA/HAL)