Interest | Wellness

Busting Myths: Mandi Malam

Kamis, 07 Apr 2022 20:00 WIB
Busting Myths: Mandi Malam
Jakarta -

Setelah seharian bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya, hal yang paling sering kita bayangkan mungkin adalah rebahan di tempat tidur dan juga mandi air hangat melepaskan lelah. Merasakan guyuran air hangat memang bisa membuat otot tubuh lebih rileks dan stres pun berkurang.

Namun menurut masyarakat kita, yang masih mempercayai apa kata orang tua zaman dulu, mandi malam adalah suatu yang tidak dianjurkan untuk dilakukan. Sebab dipercaya akan menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit rematik, paru-paru basah, hingga masuk angin.

Padahal, menurut saya, tak ada yang salah dengan ritual mandi siang atau malam hari. Sebab inti dari mandi adalah membersihkan diri dari debu, kotoran, minyak di tubuh, dan membersihkan kita dari virus. Justru tak mandi, bukankah akan membawa banyak penyakit nantinya? Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?

.Ilustrasi mandi/ Foto: Sora Shimazaki - Pexels

Mandi pada malam hari memang lama dianggap bisa menyebabkan penyakit sendi seperti rematik. Tetapi faktanya menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Reumatologi, Handono Kalim mengatakan, mandi malam tidak masalah dan itu hanyalah mitos. Menurutnya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa sering mandi malam hari bisa menyebabkan rematik suatu hari nanti. Hanya saja, terkadang, mandi pada malam hari dan menggunakan air dingin bisa membuat otot kaku.

Meski mandi malam tidak menyebabkan rematik di kemudian hari. Namun terlalu sering mandi dengan air hangat justru membuat suhu tubuh menjadi naik kembali. Dilansir PhillyMag, pakar tidur mengatakan, salah satu cara tubuh kita memberi sinyal kepada kita bahwa butuh istirahat adalah penurunan suhu tubuh. Sehingga mandi air hangat tepat sebelum tidur justru akan membangunkan otot-otot yang sebelumnya telah rileks dan bersiap untuk beristirahat.

"Jika kamu mandi menjelang waktu tidur dan mandinya dengan air sangat panas atau dingin, suhu tersebut bisa mempengaruhi tidurmu. Usahakan untuk mandi dengan suhu yang moderat (tidak terlalu dingin atau panas) jika kamu berencana untuk segera tidur," ujar Rachel Salas, MD, seorang ahli saraf di Johns Hopkins Center for Sleep and Wellness, dikutip Bestlifeonline.

Sementara Phyllis Zee, PhD, kepala kedokteran di Universitas Northwestern mengatakan, mandi air hangat satu hingga dua jam sebelum tidur bisa bermanfaat. Mandi air hangat akan menghangatkan tangan, kaki, dan kepalamu, juga memberikan kehangatan di dada atau perut. Saat panas bergerak ke seluruh tubuh, tubuh secara alami mendingin saat kamu mendekati waktu tidur, sehingga proses ini membantu kamu tidur lebih cepat.

.Ilustrasi tidur setelah mandi/ Foto: Cottonbro - Pexels

"Ritme sirkadianmu yang merupakan siklus tidur-bangun kamu, dipandu oleh suhu dan cahaya tubuh. Suhu tubuhmu harus turun supaya melatonin meningkat. Ketika kamu selesai mandi air hangat, suhu tubuh akan turun dan produksi melatonin akan meningkat, sehingga itu akan membuat kamu merasa mengantuk," kata spesialis tidur, Whitney Roban, PhD.

Meski mandi pada malam hari dengan air hangat akan membuat kamu merasa nyaman, para ahli memperingatkan bahwa terlalu lama mandi air hangat bisa berdampak buruk bagi kulitmu. Ivy Lee, MD, seorang dokter kulit di Los Angeles mengatakan, mandi air panas bisa membuat kulitmu kering. "Kamu akan membuka pelindung kulit dan menciptakan permeabilitas dan akan menurunkan kemampuan kulit untuk bertahan di air," paparnya.

Nah, sekarang tidak perlu khawatir lagi untuk mandi malam. Sebab mandi dengan jarak waktu yang tepat sebelum tidur akan membuat tubuhmu merasa nyaman dan siap untuk beraktivitas esok hari!

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/MEL)