Insight | Science

Di Balik Keindahan Suara Merdu Kamar Mandi

Minggu, 27 Mar 2022 10:00 WIB
Di Balik Keindahan Suara Merdu Kamar Mandi
Jakarta -

Sepertinya hampir sebagian besar orang senang bernyanyi di kamar mandi. Selain menjadi alternatif menyalurkan hobi bagi orang-orang yang tak berani tampil, bernyanyi di kamar mandi mungkin juga menjadi pelepas stres. Ditemani oleh gemericik air sebagai pengiringnya, suara yang kita lantunkan pun terdengar layaknya penyanyi profesional.

Tapi pada kenyataannya, keindahan suara merdu yang kita dengar di kamar mandi tak selalu seindah aslinya. Saya jadi ingat sebuah lagu Jamrud yang dirilis pada 10 tahun silam yang berjudul "Waktuku Mandi". Lagu ini berkisah tentang seseorang yang asyik berlama-lama di kamar mandi sambil bernyanyi semaunya. Tapi tak disangka, suaranya yang menggelegar tersebut mengganggu kenyamanan lingkungannya sampai Pak RW harus memanggil polisi saking mengganggunya dan dikira akan mencuri.

Sebuah lagu yang merepresentasikan dengan jenaka tentang penyanyi kamar mandi ini membuat saya bertanya-tanya, apa yang menyebabkan kita bisa salah menilai suara indah di kamar mandi? Dan apa fakta di balik fenomena tersebut?

Dilansir Classic FM, ada beberapa bahan utama dari kamar mandimu yang bisa membuat suaramu layaknya penyanyi profesional. Pertama adalah bahan ubin kamar mandi yang ternyata tidak menyerap suara. Selain itu, dengan ukuran ruangan kamar mandi yang cukup kecil, membuat suaramu akan terdengar lebih keras dan mendapatkan sedikit nada bass.

Kedua, di dalam pancuran air, gelombang suara tidak perlu berjalan terlalu jauh sebelum menemukan dinding tempat mereka dapat bertabrakan. Sebab dinding dekat pancuran sangat memantulkan suara, gelombang suara memantul dengan sangat cepat dan langsung mencapai telinga kamu. Ini yang memberikan volume nyanyian kamu dan membuat suara kamu terdengar lebih keras dan bertenaga.

Selain itu, kedekatan dinding akan menciptakan reverb yang meredam suara sedikit dan meratakan intonasi yang tak terduga ketika kamu bernyanyi. Perbedaan jarak yang harus ditempuh gelombang suara untuk mencapai telingamu menghasilkan gema, sehingga membuat nyanyianmu terdengar lebih kaya dan lebih penuh. Efek gema juga membantu mengaburkan suaramu dan membantu meratakan variasi nada.

Terakhir ada resonansi. Lazimnya di pancuran air yang berbentuk kotak, panjang gelombang suara tertentu diperkuat oleh pancuran itu sendiri karena bentuknya. Ini terjadi ketika panjang gelombang suara yang dihasilkan sesuai dengan panjang pancuran. Untuk sebagian besar pancuran yang berbentuk hujan, frekuensi resonansi ini kira-kira ada di 100 hertz. Ini berarti secara umum akan memperkuat suara bass yang menghasilkan register yang lebih lengkap dan dalam.

Tapi sayangnya, efek layaknya studio musik ini hanya akan kamu rasakan ketika kamu berada di kamar mandi saja. Di luar kamar mandi, orang akan mendengar suaramu yang jauh lebih keras, tapi kemungkinan besar bergetar saja tanpa efek-efek lainnya. Meski begitu, jangan kecewa dulu, berlatih atau sekadar memiliki hobi bernyanyi di kamar mandi bisa saja akan membuka jalanmu untuk karir bernyanyi profesional layaknya Marion Jola.

[Gambas:Audio CXO]



(DIR/MEL)