Inspire | Love & Relationship

Busting Myths: 'Pamali' Jauh Jodoh

Jumat, 28 Jan 2022 12:00 WIB
Busting Myths: 'Pamali' Jauh Jodoh
Foto: Kaitlyn/Pexels
Jakarta -

Pernahkah kita mendengar orang tua selalu mengucapkan kata 'Pamali'? Sebuah kata mujarab sejak dulu untuk menandakan sesuatu yang tabu atau dilarang untuk dilakukan. Kata ini sebenarnya sangat populer di kalangan masyarakat yang notabene masih memegang teguh adat istiadat dan masih menjalankannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pamali atau Pemali mempunyai arti 'pantangan' atau 'larangan' berdasarkan adat dan kebiasaan.

Dalam sebuah penelitian yang berjudul Eksistensi Ungkapan Pamali Sebagai Mitos Wanita Jawa di Kecamatan Benowo dan Pakal, Surabaya, Pemali merupakan sebuah tradisi sastra lisan yang digunakan oleh para orang tua untuk mengajarkan disiplin pada anak-anaknya. Keterbatasan pengetahuan pada zaman itu, membuat anak-anak mereka sering tak mendengarkan larangan. Sehingga mereka menyertakan ancaman bagi anak-anak yang melanggar kata-kata mereka.

Benar saja, hal itu justru lebih didengarkan sebab anak-anak pada zaman itu takut ucapan buruk dari orang tua akan menjadi kenyataan. Meski begitu, pemali hadir bukan hanya sekadar melarang ini-itu, melainkan di balik ungkapan tersebut terdapat nilai moralitas yang sebenarnya cukup masuk akal. Sehingga secara tak langsung, pemali agaknya mencoba mendidik generasi muda untuk berperilaku lebih bermoral.

Namun bila dilihat banyak larangan yang ada, hampir sebagian besar pemali selalu tertuju untuk perempuan. Psikolog Zoya Amirin mengatakan, di dunia patriarki ada anggapan bahwa laki-laki menang memilih, sedangkan perempuan menang menolak. Tiap orang sebenarnya mengenal dirinya sendiri dan apa yang diinginkan termasuk soal pendidikan, karir, dan tentu saja pernikahan.

Salah satu 'Pemali' yang paling populer di kalangan masyarakat kita adalah hal-hal yang dapat membuat jodoh jauh, bahkan tidak sesuai dengan ekspektasi. Berikut adalah pemali yang cukup populer di kalangan masyarakat dan makna di balik ungkapan tersebut.

"Jangan duduk di depan pintu, nanti jauh jodoh"

Ungkapan pemali yang satu ini merupakan salah satu populer di kalangan masyarakat dan tertuju untuk perempuan. Pemali ini sebenarnya meminta kaum hawa untuk tidak duduk di depan pintu bukan semata-mata karena menjauhkan jodoh, tapi lebih tepatnya agar tidak menghalangi orang yang ingin keluar-masuk pintu. Selain itu, pemikiran ini berkembang untuk mendidik perempuan agar lebih sopan, sebab secara tidak langsung hal itu mengganggu norma kesopanan.

"Menyapu tak bersih, suami akan brewokan"

Bila diperhatikan, memang tidak ada korelasinya antara menyapu tidak bersih dengan suami dengan fisik brewokan. Namun orang tua zaman dulu menganggap pria dengan wajah yang berkumis dan berjanggut tebal adalah pria yang kotor atau jahat. Sehingga para orang tua selalu mengingatkan anak perempuannya untuk menyapu dengan bersih agar terhindar dari pria berfisik seperti itu.

Namun, di balik itu sebenarnya orang tua hanya ingin anaknya melakukan sesuatu dengan maksimal dan tidak setengah-setengah. Meski begitu, ungkapan ini sepertinya sudah tidak berlaku lagi sekarang karena kini cukup banyak pria yang berfisik brewok.

.Ilustrasi sayap ayam/ Foto: Cottonbro-Pexels

"Sering makan sayap ayam bisa membuat jodoh menjauh"

Orang tua dulu banyak melarang anak perempuan untuk makan bagian sayap ayam sebab hal tersebut membuat jodoh menjauh. Namun pemali ini masih dipercaya sebagian orang di zaman modern seperti sekarang ini karena bagian sayap ayam memiliki efek kurang baik untuk kesehatan remaja. Bagian sayap yang mengandung lemak cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu hormon pada remaja perempuan, seperti jerawat dan masalah kesehatan lainnya.

"Berikan kado baju pada pasangan, hubungan akan putus"

Dari sekian banyak barang, baju mungkin benda yang kamu pikirkan untuk diberikan kepada pasangan. Namun pemali yang beredar adalah memberi baju kepada pasangan akan membuat hubungan berakhir. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingkat jika kita terus-menerus mencuci baju lama-kelamaan warna baju itu akan luntur. Luntur atau pudarnya warna baju dipercaya akan mempengaruhi cinta mereka. Namun hal tersebut sebenarnya tak ada korelasinya, itu hanyalah perumpamaan semata.

"Jarang datang ke pernikahan orang lain akan jauh jodoh"

Ungkapan ini sebenarnya hanya mitos belaka. Sebenarnya tidak ada hubungannya antara jarang datang ke pernikahan orang lain dengan jodoh yang jauh. Mungkin mitos yang dimaksud sebenarnya untuk menghormati orang yang sudah mengundang kita.

Nah, apapun yang berhubungan dengan pemali yang menjauhkan jodoh, sebenarnya itu hanyalah ungkapan belaka yang sering dibicarakan oleh para orang tua untuk mengingatkan anaknya untuk hidup lebih bermoral. Percaya atau tidak, semua itu kembali pada diri kita sendiri.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/MEL)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS