Inspire | Human Stories

Berkaca dari Codeblu: Garis Tipis antara Kritik dan Hinaan

Rabu, 27 Sep 2023 10:26 WIB
Berkaca dari Codeblu: Garis Tipis antara Kritik dan Hinaan
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ramainya akun codeblu, reviewer makanan di media sosial yang kerap memberikan komentar pedas kepada restoran-restoran yang ia kunjungi berhasil menarik perhatian para warganet. Tidak hanya karena komentar yang diberikan sangat amat pedas, banyak pula yang menganggap bahwa codeblu cenderung terlalu berlebihan dalam mengomentari masakan dan pelayanan restoran-restoran yang ia review. Riuhnya pro kontra atas cara mengkritik yang dilakukan codeblu, chef ternama tanah air, Chef Arnold turut berkomentar mengenai hal ini.

Perihal codeblu dan reviewer di media sosial 

Melalui akun X pribadinya, Chef Arnold beranggapan bahwa melakukan review sebuah tempat makan secara jujur itu sebenarnya tidak apa-apa asalkan bersifat konstruktif. Memberikan bad review sekalipun juga sah-sah saja asalkan diikuti dengan masukan dan solusi yang dapat memperbaiki berbagai aspek dari tempat makan tersebut. Masukan bisa diberikan kepada pemiliknya dan reviewer bisa kembali me-review tempat makan tersebut untuk mengetahui sudah diperbaiki atau belum. Tidak hanya itu saja, ia pun menutup cuitannya dengan, "Review jujur dengan hinaan kadang agak tipis garisnya".

Memang, terkadang banyak oknum-oknum yang tidak mau mengakui bahwa mereka sebenarnya tidak sepenuhnya mengkritik demi kebaikan pihak kedua, melainkan hanya melimpahkan rasa ketidaksukaannya lalu berlindung di balik kata 'mengkritik' dan jatuhnya malah menjadi menghina.

Layaknya yang dikatakan oleh Chef Arnold, melakukan review jujur dengan memberikan hinaan memang terkadang agak tipis garisnya. Seharusnya, apabila memang pihak yang memiliki kemampuan dan power untuk memberikan dampak yang besar terhadap masyarakat atas konten-konten yang dibuat, akan lebih baik apabila power dan kemampuan tersebut diarahkan ke sesuatu yang lebih baik, bukan?

Perbedaan besar yang bisa dilihat dari kritik dan hinaan adalah sifatnya yang membangun atau malah menjatuhkan. Ketika seseorang memberikan kritik terhadap suatu karya, seharusnya kritik tersebut bisa dijadikan masukan agar karya yang dibuat selanjutnya menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Sedangkan, hinaan memiliki sifat negatif yang tidak menguntungkan pihak kedua.

Pemilihan kata dalam memberikan komentar akan suatu hal juga perlu diperhatikan agar sebuah kritik menjadi lebih konstruktif. Akan lebih baik apabila gaya bahasa yang digunakan memberikan sentilan-sentilan halus dibandingkan menggunakan kata-kata kasar yang tidak mengoreksi sama sekali. Setiap orang perlu memahami perihal pemilihan dan penggunaan gaya bahasa yang tepat untuk menyampaikan kritikannya dengan baik, sehingga komentar dan kritikan yang diberikan tidak berubah menjadi suatu hinaan.

Memberikan kritik atau komentar akan suatu karya, terlebih lagi apabila hal tersebut dilakukan di media sosial. Berkomunikasi di media sosial tentunya membutuhkan kontrol yang besar agar tidak terjerat pada jejak digital yang dapat memperburuk citra pribadi.

Jadi, penting bagi kita untuk memiliki batasan dalam memberikan komentar akan suatu hal. Baik itu masuk dalam kriteria baik atau buruk, akan lebih baik apabila komentar yang diberikan bersifat membangun dan dapat dijadikan dorongan untuk pihak kedua menjadi lebih baik lagi dalam menciptakan karya di masa mendatang.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS