Inspire | Human Stories

Perkenalan Dengan: Bakmie Kasih

Rabu, 05 Apr 2023 17:30 WIB
Perkenalan Dengan: Bakmie Kasih
Foto: CXO Media/Cipta Nugraha
Jakarta -

Di tengah sibuknya jalanan Sudirman, terdapat satu sudut yang selalu siap menyambut hangat. Pusat Jakarta yang identik dengan volume tinggi lalu-lalang penduduk kota, rupanya menyimpan satu tempat di mana pengunjungnya bisa rehat sejenak menikmati semangkuk bakmie yang selalu disiapkan fresh setiap harinya. Menu yang ditawarkan di tempat ini tidak banyak, kru di baliknya pun terhitung sedikit, namun tiap mangkuk yang disajikan mengandung passion yang mendalam. Bakmie Kasih adalah nama kedai ini, di mana orang datang sebagai pelanggan namun pulang sebagai teman.

Seporsi bakmie halus dengan topping lengkapSeporsi bakmie halus dengan topping lengkap/ Foto: CXO Media/Cipta Nugraha

Kedai yang belum genap berdiri selama setahun ini didirikan oleh Daniel Dwiputra, pemuda berusia 31 tahun yang justru memiliki latar belakang karier di industri desain dan marketing—beberapa di antaranya adalah untuk Onar, Elhaus, dan Zodiac. Setelah berhenti dari pekerjaannya karena alasan pribadi, Daniel memutuskan untuk membuat bisnis kuliner sendiri, walau belum terpikir apa yang mau dibuat. Pada saat inilah Daniel belajar pada tantenya, Ie Ie Hong Lian yang lama berkarier sebagai food consultant.

Awalnya, Daniel berencana untuk meminta Ie Ie Hong Lian mengajarkan cara memasak pada orang yang nantinya akan ia sewa sebagai cook, namun rencana ini dipatahkan oleh Ie Ie yang berprinsip bahwa sebagai pemilik bisnis kuliner, ia harus bisa memasak sendiri. "Gue pingin yang instan, padahal seharusnya nggak begitu. Di pikiran gue sebagai anak lulusan agency tuh ya bikin logo, branding, tagline, dan lainnya," ungkap Daniel. "Dimarahin tuh gue sama Ie Ie. 'Lo mesti bisa masak dari A sampai Z. Lo punya usaha makanan, nanti misalkan yang masak cabut lo mau gimana?' Perlahan-lahan, ego gue sebagai anak agency bergeser ke ego sebagai craftsman. Kalau gue mau bikin sesuatu, gue mesti bisa bikin sesuatu tersebut dengan kualitas yang terbaik dulu. Mental untuk bikin konsep [cara berjualannya] itu kan sebenarnya solusi dari sebuah pertanyaan-pertanyaannya belum ketemu gue sudah langsung cari jawabannya duluan."

Ketika belajar, Daniel disuguhkan berbagai hidangan oleh Ie Ie, salah satunya adalah ayam pacamke yang kemudian menjadi topping bakmie yang selalu habis paling awal. Momen pertama Daniel mencoba menu ini memberikan kesan yang kuat baginya. "Ini ayam kok putih, tapi kok bisa flavorful ya? Nggak sekadar asin, tapi juga ada aroma rempah. Teksturnya lembut dan juicy dengan gelatin dari ayam itu sendiri," kata Daniel. Ayam pacamke yang pertama dibuatkan Ie Ie tersebut hingga kini menjadi foto profil dari akun Bakmie Kasih di Instagram, sebagai representasi dari "kasih" yang diberi Ie Ie. "Semua yang ada di sini ada atas dasar kasih, gift of love. Lucu juga karena 'to give' artinya mengasih, 'love' juga artinya kasih. Ie Ie yang sudah berpengalaman jadi food consultant selama puluhan tahun di berbagai belahan dunia dan sudah biasa jual resep dengan nominal harga yang nggak murah, bisa memberikan itu ke gue secara cuma-cuma, atas dasar kasih. Makanya, namanya Bakmie Kasih."

Didikan dan resep Ie Ie tercermin di setiap hidangan Bakmie Kasih. Menu yang ditawarkan terdiri dari mie karet dan mie halus, dengan topping ayam pacamke atau ayam cincang yang juga bisa disajikan dicampur. Sebagai pelengkap dan pencuci mulut, ada juga bakso, pangsit rebus dan goreng, buah potong, dan gelato. Uniknya, ada juga beberapa off-menu item seperti misua atau kulit ayam rebus yang bisa dipesan langsung.

Soal rasa, sajian Bakmie Kasih memiliki cita rasa yang deep dan comforting. Rasanya tidak semerta-merta kuat di suapan pertama, tapi kedalaman rasa rempah dan minyak alami yang terkandung di ayamnya semakin terasa seiring makan. Singkatnya, Bakmie Kasih menghidangkan makanan yang bisa membuat pelanggannya untuk terus kembali lagi. Selain konsistensi rasa dari tiap komponen hidangan yang selalu dibuat fresh dengan tangan, Daniel beserta tim Bakmie Kasih juga menyesuaikan intensitas rasa berdasarkan umur dan selera tiap tamu yang datang. "Yang membuat gue bangun setiap hari sekarang bukan gimana caranya terus-terusan dapat konsumen baru, tapi gimana caranya bisa bikin bakmie yang sama enaknya dengan kemarin. Konsumen yang sudah datang berkali-kali itu adalah orang yang paling ingin gue please," ucap Daniel.

Tim Bakmie Kasih mempersiapkan pesananTim Bakmie Kasih mempersiapkan pesanan/ Foto: CXO Media/Cipta Nugraha

Ketika kunjungan CXO Media pada hari Jumat (31/3) yang padat, Bakmie Kasih tengah mendapat pesanan dalam jumlah besar. Ditambah pesanan jam makan siang dan menjelang buka puasa yang tidak kalah besar, tim di balik dapur Bakmie Kasih tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Namun begitu, di tengah-tengah kesibukan ini Daniel masih menyempatkan untuk bercanda dan mengobrol bersama tim Bakmie Kasih dan juga tiap pengunjung yang datang. Interaksi hangat inilah yang menjadi salah satu ciri khas Bakmie Kasih yang membuat pengunjungnya setia.

Pola interaksi ini juga tertuang di laman media sosial Bakmie Kasih yang merupakan medium promosi utamanya. Akun Instagram Bakmie Kasih berfungsi layaknya akun pribadi Daniel, di mana ia kerap mendokumentasikan makanan baru apa saja yang ia coba, bertukar candaan dengan para follower, hingga membantu mereka mencari tiket konser. Sosok lain di balik Bakmie Kasih seperti Pak Topan, Pak Udin, dan Baki juga kerap mendapat sorotan hingga pengikut akun ini menjadi akrab dengan mereka. Seperti kedainya, persona media sosial yang candid ini pun semuanya terbentuk secara organik, tidak terlepas dari kepribadian Daniel sendiri. "Lama-lama, rasanya ngapain juga gue buka akun Instagram pribadi, karena hidup gua ya banyaknya di sini. Gue juga senang banget berinteraksi dengan newfound friends yang gua dapat dari Bakmie Kasih," ujar Daniel sambil tersenyum.

Kasih memang bukan sekadar nama. Selain menjadi hal yang mendasari dimulainya kedai ini, Bakmie Kasih juga memiliki program rutin bernama Bagi Kasih yang diadakan setiap minggu. Mulai hari Kamis, Bakmie Kasih akan membuka donasi untuk berbagi bakmie dengan harga Rp25,000 per porsi. Donasi dari pihak Bakmie Kasih serta tambahan dari donatur tersebut kemudian akan dibagikan ke orang-orang yang membutuhkan di lingkungan sekitar pada hari Jumat—kadang oleh tim Bakmie Kasih sendiri, kadang dengan bantuan tenaga tambahan seperti ibu atau adik Daniel.

Sibuknya jadwal Bakmie Kasih sepanjang Jumat tersebut membuat mereka sulit untuk membagikan donasi Bagi Kasih sendiri. Alhasil, timCXO Media membantu membagikan donasi yang terkumpul sebanyak lebih dari 80 porsi pada pekan tersebut. Pasca jam berbuka, timCXO Media berangkat dengan berjalan kaki, awalnya ke daerah sekitar Jalan Kendal dan Dukuh Atas. Ternyata, jumlah donasi tersebut tidak habis di daerah ini. Kami kemudian melanjutkan perjalanan dengan mengendarai motor mengelilingi JakartaPusat—Menteng,Sarinah, Kebon Sirih, dan banyak lainnya.

Tim CXO Media membagikan donasi Bagi KasihTim CXO Media membagikan donasi Bagi Kasih/ Foto: CXO Media/Cipta Nugraha

Rupanya membagikan donasi langsung bukanlah hal mudah. Setelah berkeliling selama kurang lebih satu jam, kami pun kembali dengan porsi donasi yang sudah habis-sisanya akan dibagikan oleh adik Daniel bersama teman-temannya. Sesampainya di kedai, kami disambut oleh Daniel dengan Teh Botol dingin. "Gimana? Susah juga ya bagi-bagi?" ucapnya sambil tertawa. "Lama-lama kalau sudah pengalaman bakal lebih gampang, kok," lanjutnya. Di tengah banyaknya demand yang kadang masih sulit dipenuhi, program ini adalah hal yang Daniel akan tetap pertahankan seterusnya. "Bagi Kasih itu selamanya harus tetap ada, karena ini jelmaan dari kasih," tutup Daniel dengan yakin. Mengingat konsistensinya, kami pun yakin bahwa janji ini bukan sekadar kata-kata.

Bagi teman-teman CXO Media, kami juga mengajak kalian untuk ikut berdonasi pada program Bagi Kasih. Lihat laman Instagram @cxomedia untuk informasi lebih lengkapnya!

Daniel Dwiputra di balik dapur Kedai KasihDaniel Dwiputra di balik dapur Kedai Kasih/ Foto: CXO Media/Cipta Nugraha

[Gambas:Audio CXO]

(alm/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS