Inspire | Human Stories

Christopher Nolan, Pendongeng yang Memanipulasi Ruang dan Waktu

Minggu, 30 Jul 2023 15:00 WIB
Christopher Nolan, Pendongeng yang Memanipulasi Ruang dan Waktu
Christopher Nolan Foto: IMDb
Jakarta -

Christopher Nolan adalah nama yang sakral di kalangan sinefil. Namanya kerap kali disebut oleh film bros ketika mereka ditanya mengenai sutradara favorit atau film terbaik sepanjang masa. Nolan adalah satu dari sekian sutradara yang mampu membangkitkan semangat audiens untuk pergi ke bioskop dan menonton film   sebuah kemampuan yang dimiliki oleh filmmaker legendaris seperti Martin Scorsese dan Quentin Tarantino. Artinya, nama Nolan sendiri seperti menjadi jaminan bagi para penonton bahwa mereka akan mendapatkan pengalaman menonton yang memuaskan.

Selama dua puluh tahun, Nolan berhasil membangun karir sebagai sutradara dengan filmography yang mengesankan. Ia mampu membuat film-film blockbuster yang sukses di pasaran sekaligus diapresiasi oleh kritikus. Dua filmnya pernah mendapatkan nominasi Best Picture di Academy Awards, yaitu Inception (2010) dan Dunkirk (2017). Ia juga berhasil mengubah persepsi publik mengenai film superhero melalui trilogi The Dark Knight yang fenomenal.

Christopher Nolan lahir pada 30 Juli 1970 di London, Inggris. Setelah menempuh pendidikan Sastra Inggris di University College London, Nolan lalu mulai merintis karirnya sebagai filmmaker lewat Following (1999), sebuah film independen bergenre neo-noir. Meski diproduksi dengan biaya yang rendah dan efisien, tapi film ini membuat nama Nolan menjadi dikenal di festival film. Namun baru setelah ia menyutradarai Memento (2000), namanya akhirnya diakui secara lebih luas di Hollywood. Lantas, apa yang membuat Christopher Nolan didapuk sebagai salah satu sutradara terbaik di era modern?

Master of Storytelling

Sepanjang karirnya, Nolan tidak pernah berhenti di 1 genre. Ia pernah menyutradarai film psychological thriller (The Prestige), film superhero (The Dark Knight Trilogy), film fiksi ilmiah (Inception, Interstellar), film perang (Dunkirk), hingga yang terbaru film biopik (Oppenheimer). Meski genrenya berbeda-beda, tapi ciri khas Nolan sangat menonjol di semua film ini, salah satunya yaitu manipulasi waktu.

Dalam film-film garapan Nolan, waktu tidak digambarkan secara linear. Melalui alur cerita yang maju mundur, kisah yang ia tuturkan terasa seperti kepingan puzzle yang akhirnya baru menyatu di penghujung cerita. Teka-teki waktu dalam film-film ini mampu memberikan efek "eureka moment" di mana audiens yang sedari awal diajak untuk berpikir akhirnya ikut merasa puas ketika puzzle-nya berhasil terpecahkan. Dalam wawancara bersama NPR, Nolan mengatakan bahwa waktu adalah subjek yang paling sinematik. "Sebelum kamera film diciptakan, manusia tidak bisa melihat waktu secara mundur, diperlambat, ataupun dipercepat," ucapnya.

Selain bermain-main dengan waktu, persamaan lainnya semua film yang digarap Nolan selalu terasa megah dan kolosal. Nolan tak pernah setengah-setengah dalam menciptakan dunia yang menjadi setting cerita, mulai dari menghadirkan lansekap ruang angkasa yang breathtaking seperti pada film Interstellar, hingga menghadirkan suasana perang yang genting di laut dan di udara seperti pada film Dunkirk. Dunia yang megah ini ditampilkan melalui visual yang memukau dan detail, sehingga kita yang menontonnya akan selalu merasa kecil.

Namun Nolan tidak serta merta terlarut dalam dunia yang ia ciptakan. Filmnya mungkin terasa megah dan kolosal, tapi karakter dalam filmnya selalu terasa relatable dan humanis. Dalam trilogi The Dark Knight, misalnya, karakter paling out of touch seperti Batman dihadirkan sebagai manusia biasa yang penuh kontradiksi, dan oleh karenanya audiens bisa bersimpati kepadanya. Melalui trilogi ini, Nolan berhasil membangkitkan franchise Batman dan di saat yang bersamaan membuat film blockbuster yang bisa dicerna semua orang.

Michael Uslan, produser eksekutif The Dark Knight, mengatakan bahwa Batman versi Christopher Nolan telah mengubah Hollywood untuk selamanya. "Penggambaran superhero sebagai karakter komik yang penuh stereotip tidak akan relevan lagi. Ketika orang selesai menonton The Dark Knight Rises, mereka tidak mengatakan ini adalah film adaptasi komik yang bagus, mereka hanya mengatakan kalau ini adalah film yang bagus," ucapnya.

Semua faktor-faktor di atas membuktikan bahwa Christopher Nolan adalah seorang master of storytelling. Jadi, sah-sah saja kalau ia disebut sebagai salah satu sutradara terbaik di era modern.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS