Inspire | Human Stories

Pandawara Group, Lima Sekawan Bumi Parahyangan untuk Sungai Bersih

Sabtu, 05 Nov 2022 15:00 WIB
Pandawara Group, Lima Sekawan Bumi Parahyangan untuk Sungai Bersih
Jakarta -

Bencana alam berupa banjir sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat dari beberapa daerah, seperti di ibukota. Padahal sebenarnya tidak hanya Ibukota Jakarta saja yang terdampak banjir. Masih ada banyak sekali daerah yang sering terkena banjir tapi tidak mendapatkan spotlight media, salah satunya daerah Jawa Barat. Kebersihan sungai dari sampah yang menggunung menjadi nilai penting di dalam meminimalisir munculnya bencana banjir. Sayangnya, tidak banyak yang mau bergotong-royong untuk secara sadar membersihkan sungai. Untungnya, ada lima sekawan asal Bandung yang bahu-membahu untuk membersihkan sungai yang ada di sekitar mereka. Mereka adalah Pandawara Group.

Pertemanan yang Membawa Berkah bagi Alam

Pandawara Group adalah lima anak muda asal Bandung yang telah berteman sejak zaman SMA. Mereka memiliki visi misi yang sama, tidak hanya perihal pertemanan, tetapi juga berusaha untuk menjaga kebersihan sungai. Tidak perlu jauh-jauh. Mereka saat ini fokus kepada kebersihan sungai yang ada di sekitar rumah mereka saja.

Movement yang sudah dijalankan sejak enam bulan lalu ini mereka awali dengan kesadaran bahwa efek masalah sampah di sungai Indonesia memiliki dampak serius. Bahkan, mereka sendiri merasakan langsung efek negatif tersebut karena rumah setiap anggota di Pandawara Group termasuk korban banjir selama ini. Melihat bagaimana menderitanya masyarakat akibat efek sampah di sungai hingga menimbulkan banjir, mereka akhirnya berkomitmen untuk membersihkan sungai di sekitar tempat tinggal.

[Gambas:Instagram]

"Kita sebenarnya tidak mau mengesampingkan yang lain, cuma kami lebih fokus ke sungai dulu saja. Apalagi untuk Indonesia, khususnya kota-kota besar, saat curah hujan sedang tinggi akan langsung membuat banjir dengan lebih cepat lagi. Nah, kami semua sudah pernah merasakan rumah banjir sampai masuk ke dalam. Dari sanalah inspirasi gerakan kami berasal," ucap Pandawa Grup.

Walaupun mereka harus bertemu dengan berbagai macam sampah pada saat membersihkan sungai, untungnya Pandawara Group mencoba membawa gerakan mereka ke arah lebih santai dan positif. Pengalaman seperti jatuh, tertusuk beling, hingga muntah karena mencium bau sampah sudah pernah mereka alami. Namun karena semuanya dilakukan secara fun dan didukung oleh jalinan pertemanan yang sudah mendalam membuat Pandawara Group tetap konsisten hingga saat ini.

Dipuji, tapi Juga Dicibir

Nama Pandawara Group semakin besar saat mereka mem-posting aktivitas pembersihan sungai di TikTok. Mereka melakukan ini untuk memperkenalkan bahwa masih ada masyarakat yang menyayangi lingkungan dan bisa membawa perubahan. Namun walaupun mereka banyak pujian, tetap saja ada pihak-pihak yang tidak suka dengan movement ini.

Contohnya, saat mereka ingin membuang sampah yang berhasil dikumpulkan dari sungai di daerah lain, warga sekitar malah hanya nonton saja. Saat ingin membuang sekumpulan sampah itu ke TPS (Tempat Penampungan Sementara) pun, malah tidak diterima oleh pihak sana. Tidak cuma hanya itu saja, komentar-komentar di TikTok juga ada beberapa yang merendahkan movement Pandawara Group. Seperti, hanya dinilai sebagai pencitraan atau cuma demi konten saja.

Pandawara Group sadar bahwa gerakan mereka berhasil menjadi inspirasi bagi banyak orang. Namun sebenarnya mereka lebih ingin masyarakat mau membersihkan sungai bukan karena terinspirasi Pandawara Group, melainkan karena memang cinta bumi dan ingin lingkungan lebih bersih. Tapi jika dilihat dari point of view yang lebih luas lagi, mereka tetap senang banyak yang mulai gerakan sama di berbagai daerah lainnya.

Rencana Jangka Panjang

Pandawara Group yang konsisten untuk membersihkan sungai, memang tidak akan selamanya berada di titik yang sama. Ternyata mereka ingin memiliki TPS dan tempat daur ulang sampah. "Jika memang pada waktu mendatang kami di-notice pemerintah, tapi pengen dibuatkan TPS dan tempat daur ulang sampah karena memang terkadang ada masalah saat kami mau buang sampah ke TPS lain. Kalau bayar sendiri sih gapapa, tapi kalau ada masalah lain yang lebih besar, seperti ditolak oleh TPS, itu yang lebih menyulitkan kami juga," jelas mereka.

[Gambas:Instagram]

Rencananya, ke depannya, mereka tetap akan tetap bekerja bersama untuk membersihkan sampah. "Kami berlima janji kepada diri sendiri untuk jadiin movement ini sebagai habit. Kami juga sudah ngomong ke teman-teman di media sosial kalau jangan jadikan ini sebagai tren, karena tren itu kan nggak selamanya ada. Bisa tiba-tiba hilang. Alangkah baiknya dijadikan habit saja," tutup mereka.

Melihat bagaimana Pandawara Group mau konsisten untuk membersihkan sungai demi meminimalisir banjir, harusnya dari kita sebagai masyarakat tidak hanya berusaha melakukan hal sama. Tetapi juga berusaha untuk tidak buang sampah sembarangan, khususnya ke sungai. Jadikan hal-hal baik ini sebagai habit untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.

[Gambas:Audio CXO]

(tim/DIR)

Author

Timotius P

NEW RELEASE
CXO SPECIALS