Inspire | Human Stories

Person of the Month: Ria Papermoon

Sabtu, 08 Apr 2023 18:00 WIB
Person of the Month: Ria Papermoon
Ria 'Papermoon' Foto: CXO Media
Jakarta -

Poetry in motion, sebuah idiom yang menurut saya paling tepat untuk menggambarkan bagaimana setiap individu memainkan perannya di atas panggung teater. Lakon yang mereka mainkan tidak hanya menjadi bagian cerita, tetapi juga menjadi pelengkap nyawa dari setiap pertunjukkan.

Namun di saat yang sama, teater tidak hanya berbicara tentang manusia yang menjadi pemeran utama, tetapi juga bisa diwakilkan oleh para boneka yang secara mantap dimainkan layaknya diperankan langsung oleh makhluk bernyawa. Di sanalah Maria Tri Sulistyani atau biasa dikenal dengan Ria Papermoon mendapatkan spotlight lewat Papermoon Puppet Theatre bersama Iwan Effendi.

Atas apa yang ia lakukan selama 17 tahun bersama Papermoon Puppet Theatre, saya berkesempatan untuk berbincang via Zoom dengan Ria tentang bagaimana ia membangun Papermoon, ekosistem yang ia berhasil ciptakan, dan pengaruh boneka terhadap hidupnya sendiri.

Please welcome, Person of the Month Maret 2023: Ria Papermoon.

Ria Papermoon Sebagai Master of Puppets

Saya rasa judul lagu "Master of Puppets" dari Metallica sangat layak menjadi tajuk utama artikel ini. Bagaimana tidak? Peran Ria dalam Papermoon memang sangat dalam hingga pada tahun ini telah menginjak usia 17 tahun.

Selama 17 tahun pula, Ria terus berjalan dari kota ke kota dan negara ke negara untuk menggelar pertunjukan yang semuanya fokus kepada penggunaan boneka sebagai objek utama dari masing-masing cerita.

"Awalnya Papemoon dimulai dari bagaimana kami ingin mempersembahkan pentas boneka yang memang sejak awal fokus untuk anak-anak karena harus diakui, boneka sendiri identik dengan anak-anak," jelas Ria kepada saya tentang awal mulai Papermoon Puppet Theatre berdiri.

Hanya 1-2 bulan setelah Papermoon berdiri, bencana gempa menghajar Yogyakarta. Musibah ini membuat Ria dan Papermoon berusaha keras mencari cara untuk membantu menghibur para korban. Dengan bermodalkan boneka dan buku cerita, akhirnya Papermoon mulai berjalan dari satu pengungsian ke pengungsian lainnya untuk melakukan pentas boneka agar mereka bisa melupakan penderitaan yang dialami sejenak.

"Waktu itu kami hanya berjalan sendiri. Bahkan saya dan Iwan memang mengambil inisiatif untuk membuat teater boneka karena harus diakui, tidak ada teater yang semacam ini di Indonesia pada saat itu," tambah Ria.

Seiring berjalannya waktu, Ria paham bahwa Papermoon tidak selamanya bisa berjalan jika hanya menargetkan anak-anak sebagai audiens utama.

"Harus dilebarkan lagi audiensnya," kata Ria. "Bayangkan saja, kalau kami lagi bikin pentas kecil, anak-anaknya sih anteng nonton, tapi orang tuanya malah tidak bisa menikmati. Akhirnya kami mulai menciptakan beberapa cerita yang bisa diterima oleh anak-anak dan orang dewasa."

Ria pun bahkan sengaja membuat cerita-cerita provokatif yang memang hanya untuk orang dewasa. "Posternya saja kami tulis dengan judul yang menjurus ke cerita dewasa dengan tulisan '18+' agar semakin menarik perhatian".

'Pesta Boneka', Representasi Papermoon untuk Teater Impian

Kegilaan sekaligus kenekatan Papermoon Puppet Theater dalam melebarkan sayap agar semakin banyak orang yang bisa menikmati karya-karyanya langsung segera dibuktikan lewat keberanian mereka dalam membuat festival bertajuk Pesta Boneka. Festival dwi-tahunan ini menjadi wadah bagi berbagai grup teater dari daerah di Indonesia, bahkan internasional untuk hadir dan pentas di tanah Yogyakarta.

"Grup teater yang masih kecil ini ternyata memang nekat untuk membuat Pesta Boneka. Tapi yang paling tidak kami sangka adalah banyaknya keinginan grup teater dari luar negeri untuk tampil di sini. Itulah yang membuat kami terus berusaha konsisten menyelenggarakan festival Pesta Boneka selama dua tahun sekali," jelas Ria yang masih tidak percaya bagaimana Pesta Boneka bisa terus konsisten dan terus mendapatkan dukungan yang masif.

Pesta Boneka yang mendapatkan apresiasi dari berbagai belahan dunia jadi satu bentuk kesuksesan yang berhasil diraih Papermoon. Nama mereka pun semakin dikenal di dunia internasional, yang diakuinya sejalan dengan maksud awal kenapa memilih nama Papermoon Puppet Theatre.

"Dari awal sebenarnya sudah jelas kenapa kami memilih nama dari bahasa Inggris untuk menjadi nama teater ini. Jika memang berhasil dikenal di luar negeri, ya memang itulah target awal kami dari awal," tambahnya.

Masih Banyak Rencana di Masa Depan

Seperti pertanyaan standar dalam sebuah wawancara, saya pun bertanya kepada Ria tentang apa rencana Papermoon ke depannya. Jawaban yang saya terima pun cukup seru. "Tentunya kami sedang membuat beberapa pementasan lagi ke depannya dan bakalan tampil di Yogya juga. Untuk tampil di ibu kota juga sudah masuk ke rencana kami. Tapi belum bisa aku jelasin tentang tema pentas yang akan tampil buat nantinya," jawabnya.

Banyaknya rencana di masa depan dari Papermoon Puppet Theatre juga didasari dari impian Ria untuk tampil di berbagai tempat. Namun bukan di luar negeri, melainkan di berbagai pulau di Indonesia.

Ia mengaku, impiannya ingin semakin banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia yang memang belum pernah tersentuh teater boneka. Semangat yang Ria bawa untuk mencapai target ini pastinya perlu dinyalakan dari waktu ke waktu karena mimpi ini memang jauh lebih besar, sekaligus mulia, jika dibandingkan dengan ingin tampil bersama grup teater internasional atau di satu negara lain.

Jawaban-jawaban magis Ria memang membuat saya tersadar bahwa 17 tahun perjalanan Papermoon yang tidak disangka-sangka bisa mencapai titik ini menjadi fondasi bahwa kekuatan seni yang diolah secara baik dan profesional dapat terus bertumbuh di tengah-tengah masyarakat sebagai ekosistem utama.

Dari sana, Ria Papermoon terus mendapatkan pengakuan yang memang layak ia dapatkan, termasuk Person of the Month bulan Maret 2023 dari CXO Media.

Tonton interview selengkapnya bersama Ria Papermoon, Person of the Month Maret 2023 di YouTube CXO Media.

[Gambas:Youtube]

[Gambas:Audio CXO]

(tim/DIR)

Author

Timotius P

NEW RELEASE
CXO SPECIALS