Inspire | Human Stories

Mengukur Kemampuan Jurnalistik lewat Pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan di LPDS

Jumat, 17 Mar 2023 14:31 WIB
Mengukur Kemampuan Jurnalistik lewat Pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan di LPDS
Jakarta -

Jika peribahasa klasik "Alah bisa karena terbiasa" kadung dipahami sebagai etos dalam diri, maka seseorang yang bertugas sebagai juru warta tidak boleh terlena di dalamnya. Sebab secara profesional, terdapat nilai kebenaran, independensi, hingga kepercayaan publik yang harus dijaga. Tanpa membisa-bisakan kemampuan, apalagi membiasakan kebiasaan yang sok bisa.

Sedikit butir-butir yang disebutkan di atas merupakan dasar-dasar klise mengapa tim CXO Media- termasuk saya-akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti pelatihan jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Diselenggarakan oleh Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, saya bersama 20 orang pewarta lain menjalani pelatihan dan ujian selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 13-15 Maret 2023.

Secara khusus, UKW berkutat soal teori-teori fundamental jurnalistik yang wajib dipahami pewarta. Tujuan utamanya adalah untuk menegakkan pilar kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik. Beriringan pula dengan upaya penjagaan harkat martabat jurnalis yang intelektual dan kredibel.

UKW yang diampu langsung oleh pewarta-pewarta senior seperti, Lahyanto Nadie, Lestantya r. Baskoro, dkk., diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan profesionalitas saat bertugas sebagai wartawan. Kemudian uji kompetensi ini juga dapat dijadikan sebagai satu tolok ukur awak media dalam menjalani sistem dan evaluasi kerja sehari-hari.

Lebih jauh lagi, ujian yang terbagi ke tiga jenjang: Muda, Madya, dan Utama ini menjadi langkah awal yang substantif agar setiap pewarta dapat menghindari serta menanggulangi praktik penyalahgunaan profesi wartawan, seperti yang disampaikan Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana di momen pembukaan.

Pada tiga hari pelatihan jurnalistik dan uji kompetensi wartawan yang diselenggarakan LPDS, tim CXO Media bersama rekan-rekan peserta lain melaksanakan sekitar 10 materi uji. Mulai dari simulasi rapat redaksi, tes wawancara cegat dan tatap muka, menulis berita sesuai kaidah jurnalistik, kemampuan berjejaring, hingga tes pengetahuan dan penerapan kode etik.

.Materi penunjang "Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan" LPDS/ Foto: Riz Affrialdi - CXO Media

Bisa dikatakan, setiap materi UKW merupakan makanan sehari-hari para pekerja media. Walau demikian, proses ujian formal tersebut nyatanya tidak semudah yang dibayangkan karena terdapat beberapa hal mendasar yang seringkali luput dari perhatian para pewarta-termasuk saya-ketika bertugas.

Entah hal ini disebabkan faktor canggung; dipantau langsung pewarta senior, atau nyatanya memang banyak dasar jurnalistik yang tertinggal dan terlupakan dari meja kerja pewarta. Paling tidak UKW dapat menjadi satu sabetan keras kepada jurnalis, yang terlampau nyaman bekerja sesuai kebiasaan-tanpa sadar telah mengabaikan dasar-dasar profesionalitas.

Meski menjadi seorang pewarta tidak terbatas oleh kepemilikan bukti kompetensi dari Dewan Pers, kriteria uji yang telah didapat di pelatihan UKW dapat menopang pengembangan karier kewartawanan. Khususnya di perusahaan pers profesional pada era teknologi informasi. Paling utama, standar UKW ini dapat membedakan kualitas pewarta yang bekerja sesuai kaidah sakral profesi wartawan dan bukan semata-mata menomorsatukan jumlah klik atau likes di lini masa.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS