Inspire | Human Stories

Fathia Izzati: Menjadi Seorang Ibu Sekaligus Musisi di Era Modern

Sabtu, 11 Mar 2023 12:00 WIB
Fathia Izzati: Menjadi Seorang Ibu Sekaligus Musisi di Era Modern
Jakarta -

Menjadi working mom memang bukanlah suatu peran yang mudah. Memiliki buah hati yang memerlukan kehadiran sang Ibunda pada masa tumbuh kembangnya membuat para working moms sering dihantui rasa gelisah karena tidak dapat menghabiskan waktu secara optimal dengan si kecil. Namun, menjadi seorang perempuan di era modern juga menjadi berani dalam menantang norma atau stigma yang telah berkembang sejak lama dan mengamini bahwa ruang gerak perempuan tak hanya terbatas dengan mengasuh anak saja, tapi juga tetap berkarir sesuai passion yang dimilikinya.

Merayakan dua hari besar yang jatuh tepat bersebelahan pada bulan Maret, Hari Perempuan Internasional (8 Maret) dan Hari Musik Nasional (9 Maret), CXO Media berbincang langsung dengan figur yang berlabelkan sebagai mumsician, Fathia Izzati, vokalis dari band indie rock kesayangan masyarakat Indonesia Reality Club, sekaligus seorang Ibu baru dari Tsabit yang masih berumur 8 bulan.

[Gambas:Instagram]

Fathia, yang juga akrab dikenal dengan panggilan Chia, membagikan perasaannya tentang perbedaan yang paling signifikan saat dirinya sudah memiliki buah hati. Sebagai seorang musisi, ada kalanya Chia akan meninggalkan Tsabit demi menjawab panggilan manggung di akhir pekan. Saat waktu tersebut datang, Chia pasti akan merasakan rasa bersalah yang datang secara natural. "Mom's guilt is real! Walaupun aku sudah pastiin baby aman sama sitter atau suami, I still have this impending doom-the kid is alone, kenapa nggak ditemenin? But of course, I know that I'm doing this for him at the end of the day, I'm working to support my family as well. Yet, the guilt is always going to be there." Chia mengaku.

Chia menembus waktunya yang hilang bersama sang buah hati dengan menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya di setiap kesempatan yang ada. "Saat seharian kerja, malemnya benar-benar harus luangin waktu secapek apapun itu untuk baca buku bareng, making him happy, smiling and laughing, or just to be goofy together. Skin to skin contact is also very important. Saat aku kerja, pasti tetep sempetin untuk video call." Metode Chia untuk tetap terhubung dengan Tsabit nyatanya sangatlah menghangatkan. Dirinya mengaku selalu membawa barang-barang kepunyaan Tsabit kemanapun ia pergi. "I'd bring a piece of him wherever I go. In my bag, selalu ada kalau nggak kaos kakinya, barang apapun yang ngingetin aku sama Tsabit." ceritanya. Terkadang, Chia juga membawa Tsabit untuk mengikuti jadwalnya entah itu rekaman di studio ataupun mengintip sang Ibu melanggengkan aksinya di atas panggung dari backstage.

[Gambas:Instagram]

Sedari dulu, mimpi Chia adalah menjadi seorang musisi. Ambisi untuk mengejar mimpinya pun dirasa tak dapat terhalangi oleh apapun, termasuk saat dirinya telah mengandung sang buah hati. Tak ada keraguan dalam jiwanya untuk tidak melanjutkan kariernya bermusik saat ia sudah menyandang gelar sebagai Ibu. Dirinya bahkan tetap mengumandangkan suara emasnya di panggung saat sedang hamil. "Before I had kids, aku tahu kalau sewaktu-waktu aku punya anak, aku nggak ingin itu menjadi alasan untuk merelakan mimpi-mimpi aku, because I know that a woman can have it all. I've seen lots of amazing women do it, I've seen my mom do it. So, sorry Tsabit!-I feel like I can still manage both." ungkap Chia. Chia mengungkapkan pentingnya untuk menemukan keseimbangan antara karir dan keluarga. Meskipun banyak yang berargumen bahwa kebebasan para working moms itu menurun saat sudah memiliki anak, Chia berpendapat bahwa seorang Ibu pasti akan memilih yang terbaik untuk dirinya dan juga anaknya.

Fathia Izzati: Menjadi Seorang Ibu Sekaligus Musisi di Era ModernFathia Izzati di atas panggung saat hamil 7 bulan // @kittendust on Instagram

Sebelum interview singkat bersama Fathia rampung, ia memiliki pesan untuk sang buah hati jikalau sewaktu hari ia menemukan tulisan ini. "Boy, you better know I'm working my ass off for you! The things that I do, even though it's my dreams, monetary-wise it's for you. The money I get, I'm gonna save it up for school because school is expensive. I'm also building us a house." ungkap Chia dengan sumringah.

"You know, when you're pregnant, you'd get super emotional and you could cry about anything. Waktu itu sempet tiba-tiba nangis karena mikir; "Is my baby going to be proud of me?" It's so weird, but yeah, I hope you're proud of your mom. I just hope you'd get inspired. Know that I'm trying to build us a legacy as well, although maybe you'll be a nepo baby, but I hope you're gonna use your nepotism in all the right ways." candanya dengan tawa renyah. "I'm working for ya and I'm struggling for the three of us." tutup Chia.

Kehadiran sosok Fathia menegaskan kapabilitas luar biasa yang dimiliki seorang perempuan. Meski diiringi tanggung jawab yang besar, figur seorang Fathia Izzati nyatanya menambah bukti bahwa perempuan bisa menjelma menjadi apapun yang ia inginkan; seorang Ibu, wanita karier, juga idola.

(HAI/tim)

Author

Hani Indita

NEW RELEASE
CXO SPECIALS