Interest | Home

No Place Like: Seseh

Senin, 06 Jun 2022 13:00 WIB
No Place Like: Seseh
Pantai Seseh, Bali Foto: Hani Indita - CXO Media
Jakarta -

Keindahan Pulau Dewata memang tidak perlu diragukan. Meskipun setiap wilayahnya menawarkan pesona tersendiri, sangatlah mudah untuk menikmati satu hari di Bali, terlepas destinasi yang sedang dikunjungi. Terdapat satu wilayah yang jarang menjadi destinasi populer, bersarang sedikit di atas daerah Canggu, yakni Seseh.

Satu belokan yang membawa saya ke destinasi tujuan merupakan perjalanan yang disambut oleh lahan padi yang menari-nari dihembus angin ringan. Meski perjalanan dimulai saat matahari tidak malu-malu lagi tampilkan sinarnya, hangatnya tidak menusuk kulit dan menjadi kolaborasi elok saat sinarnya mengarungi celah-celah rumpunan padi yang terbentang sepanjang jalan.

Sebelum menikmati keindahan Pantai Seseh, saya mengunjungi toko kecil yang berada di penghujung jalan untuk mengisi perut dengan seonggok roti daging yang dihiasi dengan sayur-sayur di atas piring. Di sana pun tidak banyak kendaraan yang lalu lalang, pengunjung datang hanya untuk membeli camilan ringan untuk dibawa pulang, kecuali satu figur turis asing yang sudah sedari tadi berada di dalam tempat yang sederhana itu.

.Seseh General Store/ Foto: Hani Indita - CXO Media

Sepanjang makan siang, saya sempat bertukar percakapan bersama dengan turis asing tersebut. Rupanya, lelaki paruh baya itu telah menempati Bali selama 9 tahun   cukup lama baginya untuk menyebut Bali sebagai rumah. Ia pun menceritakan perbedaan gaya hidup yang selama ini dialaminya di Amerika dan mengutarakan keistimewaan daerah Seseh. Bincangan yang mengalir dengan sendirinya mewarnai waktu yang saya habiskan di Seseh General Store.

Karena jarak Pantai Seseh yang relatif dekat dengan kedai tersebut, saya hanya menempuh 5 menit perjalanan dengan berjalan kaki sambil merasakan teduhnya sore hari di Seseh. Sapaan pada warga yang selalu dibalas dengan senyuman, diikuti dengan anjing-anjing yang menemani langkah saya menuju Pantai Seseh, memupuk perasaan hangat di hati.

.Kina, anjing yang bermain di pantai Seseh/ Foto: Hani Indita - CXO Media

Sesampainya di Pantai Seseh, saya disambut oleh hembusan angin laut dan pasir hitam nan halus saat menyentuh kaki. Tak lama, salah satu anjing yang bermain dengan bebas di pinggiran pantai menghampiri saya. Lehernya dihiasi dengan tanda pengenal, "Kina" terukir pada sabuk hijau muda dan liontin yang datang bersamanya. Kina merupakan anjing yang manis, selalu menghampiri dengan semangat saat namanya dipanggil, dan merespon dengan hangat saat bulu putihnya terkena kontak yang penuh afeksi. Entah di bawah didikan siapa Kina tumbuh, namun ia tidak segan untuk bermain bersama pendatang baru.

Pantai Seseh bisa dibilang sulit untuk menangkap jaringan internet, alih-alih sengaja agar pengunjungnya menjauhi segala bentuk alat elektronik dan lebih fokus kepada apa yang sedang dihadapinya. Alhasil, saya hanya duduk dan menikmati deruan ombak yang bertabrakan satu sama lain, sesekali merasakan sensasi air laut di ruas-ruas kaki.

.Kapal nelayan yang ada di Seseh/ Foto: Hani Indita - CXO Media

Sempat terlihat nelayan setempat baru menyelesaikan petualangannya mendulang ikan di lautan Seseh yang bebas. Anak-anak mengeluarkan papan seluncurnya untuk mengisi memori masa kecilnya bersama dengan teman sebaya, ataupun mencoba menerbangkan layangannya di langit yang cerah.

Seseh dengan segala keistimewaannya membuat saya terbawa imajinasi dan harapan untuk menikmati keindahannya lebih lama, di mana terbangun keinginan untuk mengunjunginya sesekali setiap minggu. Suasana yang kontras dengan apa yang sehari-hari saya lihat lantaran tinggal di perkotaan dengan bangunan yang menjulang, polusi yang menusuk, hingga kemacetan jalanan ibu kota yang selalu sulit untuk diterka membuat kunjungan singkat mengelilingi Seseh menjadi istimewa.

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/HAL)

Author

Hani Indita