Interest | Home

Lantai Vinyl Vs Karpet: Mencari yang Terbaik untuk Lantai Kamar Tidurmu

Kamis, 26 May 2022 14:00 WIB
Lantai Vinyl Vs Karpet: Mencari yang Terbaik untuk Lantai Kamar Tidurmu
Ilustrasi lantai kamar vinyl dan karpet Foto: Pexels
Jakarta -

Ada banyak hal yang harus kamu pikirkan ketika kamu memiliki sebuah rumah. Bukan hanya soal bagaimana konsep ruangan atau pemilihan perabotan dekorasi yang unik dan cantik, tapi juga kenyamanan tempat kamu berpijak. Ya, terkadang beberapa orang kurang memperhatikan sisi yang satu ini karena sepertinya cukup dengan ubin saja. Padahal pemilihan lantai dalam sebuah ruangan juga menentukan tingkat kenyamanan ruangan itu sendiri, apalagi ruangan itu adalah kamar tidur

Sekarang ini banyak bertebaran jenis-jenis lantai yang bisa kamu pilih untuk menunjang setiap ruangan di rumahmu. Yang kini sedang tren adalah lantai vinyl bercorak kayu untuk mempercantik tampilan lantai kamar tidur agar terlihat lebih estetis. Tapi tak sedikit juga yang memilih menutupi lantai dengan gelaran karpet agar lebih hangat dan tidak usah repot untuk mengepel lantai setiap hari.

Tapi dari kedua material yang digunakan untuk menutupi permukaan lantai ini, mana yang lebih cocok untuk tampilan dan kenyamanan kamar tidurmu? CXO Media mencoba mencari tahu mana yang lebih pas untuk kamar tidurmu lewat kelebihan dan kekurangan dari keduanya.

.Lantai Vinyl/ Foto: Pexels

Lantai Vinyl

Lantai vinyl merupakan alas lantai yang terbuat dari bahan sintetis PVC yang fleksibel namun kuat. Menurut para produsen, vinyl cenderung memiliki ketahanan hingga 25 tahun. Selain itu, lantai vinyl juga kebal terhadap pergantian cuaca seperti paparan sinar matahari dan cipratan air, jadi sangat cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia.

Soal kenyamanan, lantai vinyl lebih nyaman untuk dipijak karena teksturnya lebih halus dibandingkan dengan material lantai lainnya. Tak hanya itu, lantai ini juga memiliki beragam warna sehingga mudah untuk menyesuaikan dengan konsep ruang tidurmu yang mungkin ingin minimalis, modern, kontemporer, maupun bergaya vintage.

Cara pemasangannya pun cukup mudah yakni tinggal direkatkan saja di permukaan lantai yang sudah dibersihkan dan dikeringkan terlebih dulu. Selain itu, perawatan dan pembersihannya pun cukup mudah. Bahkan bila lantai vinyl-mu robek, kamu tinggal menambalnya tanpa harus membongkar semuanya.

Meski terlihat banyak kelebihannya, namun bukan berarti material ini tidak memiliki kekurangan. Lantai yang berbahan sintetis ini cenderung lebih rentan terhadap reaksi kimia daripada karpet. Mereka pada dasarnya terbuat dari plastik dan plastik tidak ramah lingkungan. Tak hanya itu, beberapa bahan vinyl juga dapat memancarkan bahan kimia dan gas berbahaya di udara. Jadi mereka tidak biodegradable dan sulit untuk didaur ulang.

Lalu, walaupun lantai vinyl tahan terhadap pergantian cuaca dan dapat dipijak berlama-lama, tapi sayangnya mereka tidak kuat goresan benda tajam. Jadi bila kamu membeli lantai vinyl yang agak mahal, sepertinya harus lebih berhati-hati nih. Selain itu, bila kamu sensitif terhadap suara ketika tidur, sebaiknya jangan memilih vinyl sebagai aksesori lantai kamarmu. Sebab ketika dipijak, lantai vinyl cukup menimbulkan suara gesek.

Bagi kamu yang tertarik untuk memakai vinyl sebagai lantai kamar, untuk harga lantai vinyl di pasaran mulai dari Rp 100.000 hingga jutaan rupiah, tergantung materialnya. Harga ini belum termasuk ongkos pemasangan bila kamu ingin memakai jasa pemasangan ya!

.Lantai Karpet/ Foto: Pexels

Karpet

Lantai karpet merupakan penutup lantai yang dibuat dari bahan tekstil yang bagian permukaannya memiliki serat berbulu dari wol seperti polypropylene dan terdiri dari lilitan yang telah dipanaskan untuk mempertahankan pola karpet. Karpet kerap menjadi pilihan banyak orang untuk menjadi alas lantai dengan alasan fleksibilitas desain yang baik. Namun yang menjadi kekurangannya, karpet mungkin tidak memiliki banyak pilihan warna. Sehingga kamu mungkin hanya bisa memakai monokrom untuk mencocokkan tema kamar tidurmu.

Bagi kamu yang tinggal di daerah yang sejuk dan dekat dengan pegunungan, sebaiknya pilihlah karpet untuk menjadi alas lantai. Sebab karpet bisa menyerap kehangatan dan juga lebih ramah lingkungan karena bisa digunakan berkali-kali serta bisa didaur ulang. Lalu, untuk kamu yang sensitif terhadap suara saat tidur, karpet bisa menjadi pilihan utama karena karpet meredam kebisingan. Sehingga tidurmu terasa lebih nyaman.

Meski karpet terlihat memberikan kesan mewah pada kamar tidurmu, namun ada banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan. Dalam hal kotoran, karpet bekerja lebih seperti filter, memungkinkan kotoran dan debu terserap. Selain itu, beberapa bahan karpet seperti broadloom, membuat karpet menjadi lebih lembab karena uap air bisa melewatinya hingga menyebabkan jamur tumbuh di bawah permukaan.

Kamu pun perlu menyedot debu lantai berkarpet secara teratur untuk menghilangkan partikel asing. Dan menguapi karpet secara rutin untuk memastikan tidak ada virus dan bakteri yang mengendap di partikel-partikel karpet. Sebab jika tidak di maintanance, karpet bisa berubah menjadi penyebab asma dan pencetus alergi debu. Soal harga, karpet untuk lantai tidak berbeda jauh dari harga lantai vinyl. Mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah tergantung cara pembuatan, bahan yang digunakan, dan tingkat ketahanannya.

Nah, apapun pilihan kamu untuk mendekorasi dan mempercantik kamar tidurmu, pilihlah yang menurut kamu pas di kantongmu dan perawatannya tidak sulit. Selain itu, padukan pula dengan konsep ruangan yang ingin kamu dekor, sehingga kamu tidak cepat bosan dengan suasana kamar tidurmu.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/MEL)