Insight | General Knowledge

Lebih dari 100 Warga Palestina Tewas Ditembak IDF Saat Antre Bantuan

Senin, 04 Mar 2024 17:00 WIB
Lebih dari 100 Warga Palestina Tewas Ditembak IDF Saat Antre Bantuan
Foto: AFP
Jakarta -

Di kala dunia menyerukan gencatan senjata di Gaza, warga Palestina kembali berduka. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya ada 112 orang tewas dan 75 orang terluka setelah militer Israel menembaki kerumunan orang yang tengah mengantre bantuan pada Kamis (29/2). Truk bantuan yang dikerubungi tersebut berisi bantuan pangan yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina. Pasalnya, saat ini mereka juga sedang dilanda bencana kelaparan.

IDF Tembak Warga Palestina Saat Antre Bantuan

Para saksi di tempat kejadian mengatakan bahwa warga memang berlari menghampiri truk bantuan karena mereka sudah putus asa. "Kami berlari menuju bantuan pangan. Namun para tentara mulai menembak, sehingga kami langsung berlari untuk menjauhi truk tersebut," ucap salah satu saksi bernama Anwar Helewa dikutip dari CBS News.

Sementara itu, wartawan Al Jazeera, Ismail al-Ghoul yang berada di tempat kejadian melaporkan bahwa sesudah ada tembakan, tank-tank Israel juga melaju dan menabrak warga-warga yang tewas dan terluka. "Ini adalah sebuah pembantaian yang terjadi di kala warga Gaza menghadapi bencana kelaparan," ungkapnya.

Para pemimpin dunia pun mengutuk pembunuhan massal yang dilakukan oleh tentara Israel, beberapa di antaranya yaitu Tiongkok, Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Yordania. Sementara itu, Israel beralasan mereka menembak karena adanya "ancaman" berupa massa yang tak terkontrol sehingga terjadi stampede.

"Orang-orang malang ini tewas karena terinjak-injak saat terjadi stampede, dan dalam beberapa kasus beberapa dari mereka tertabrak oleh truk ketika mencoba lari dari tempat kejadian. Tapi silakan saja, salahkan Israel," tulis juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy, di platform X.

Namun, Israel kemudian mengakui bahwa mereka memang melepas tembakan ke arah warga lantaran merasa "terancam" oleh warga yang berlarian. Namun, IDF sendiri tidak menjelaskan "ancaman" seperti apa yang terjadi saat itu. Juru Bicara IDF, Peter Lerner, mengatakan bahwa siapapun yang mendekati tentara Israel setelah diberi peringatan untuk tetap menjauh adalah sebuah "ancaman".

Kesulitan dalam mengakses bantuan memperparah bencana kemanusiaan yang dihadapi oleh Palestina. Serangan militer yang membabi buta, bencana kelaparan, dan krisis kesehatan adalah kombinasi malapetaka yang membuat mereka hidup bak di neraka. Kejadian tewasnya lebih dari 100 warga Palestina ini menambah alasan kuat untuk segera memberlakukan gencatan senjata.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS