Insight | General Knowledge

Menengok Culdesac, Permukiman Bebas-Mobil Pertama di Amerika

Kamis, 30 Nov 2023 21:01 WIB
Menengok Culdesac, Permukiman Bebas-Mobil Pertama di Amerika
Jakarta -

Apa jadinya bila tempat tinggalmu hanya berjarak 5 menit dari semua kebutuhan hidupmu—seperti supermarket, tempat fitness, restoran, ruang terbuka hijau, dan lainnya? Kemungkinan besar, hidupmu akan jauh lebih nyaman dan bahagia. Itulah yang dirasakan warga Culdesac, wilayah permukiman di Tempe, Arizona, yang menjadi perumahan bebas-mobil pertama di Amerika Serikat.

Di lahan seluas 17 hektar, Culdesac terdiri dari 700 unit apartemen yang bisa disewa, restoran, coffee shop, supermarket, coworking space, fitness center, kolam renang, dog park, serta jalur sepeda dan pejalan kaki sepanjang 3,2 kilometer. Lebih dari 50% wilayah ini terdiri dari ruang terbuka, bahkan di antara bangunan apartemen ada 50 titik ruang terbuka yang bisa berfungsi sebagai ruang tamu outdoor bagi warga.

Berbanding terbalik dengan budaya car-centric yang selama ini mengakar di Amerika Serikat, Culdesac dibangun dengan ideologi akan sebuah kota yang ramah pejalan kaki dan berkelanjutan. Warga yang tinggal di sini difasilitasi untuk berjalan kaki dan naik transportasi umum, sebab sedari awal permukiman ini memang tidak didesain untuk mengakomodasi kepemilikan mobil. Misalnya saja, tak ada lahan parkir di sini, kecuali untuk sepeda listrik dan tempat parkir kecil yang diperuntukkan bagi tamu.

Mobilitas adalah aspek yang dipikirkan dengan matang oleh pengembang Culdesac. Kendati tidak disediakan tempat parkir, Culdesac menyediakan alternatif mobilitas bagi para penghuninya, seperti sepeda listrik gratis untuk 200 penghuni pertama. Lalu semua penghuni akan mendapatkan akses gratis untuk menggunakan LRT, diskon 15% untuk Lyft—aplikasi transportasi online, car-sharing seharga $5 menggunakan Envoy, serta skuter yang bisa disewa kapan saja. Jadi pada dasarnya, Culdesac didesain agar warganya mau meninggalkan kendaraan pribadi.

Culdesac merupakan proyek yang diinisiasi oleh Ryan Johnson dan Jeff Berens. Johnson mengaku mendapat inspirasi dari pengalamannya ketika bepergian ke Hungaria, Jepang, dan Afrika Selatan—di mana mobilitas warganya berbeda dengan di Amerika Serikat. "Di Amerika Serikat hanya ada 2 jenis permukiman: rumah tapak untuk keluarga di mana hampir semua penghuninya harus [melakukan] commute, atau apartemen dengan double-loaded corridors di mana hampir semua penghuninya setiap hari berjalan menuju parkiran mobil tanpa benar-benar mengenal tetangga yang tinggal di situ," ucapnya dilansir dari The Guardian.

Johnson percaya orang akan lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih sejahtera apabila tinggal di lingkungan yang walkable. Dugaan Johnson terbukti benar. Vanessa Fox—salah satu penghuni pertama Culdesac yang telah tinggal di sana sejak bulan Mei—dari dulu ingin tinggal di tempat yang ramah pejalan kaki, tapi opsi hunian seperti itu selalu dibanderol dengan harga tinggi. Di Culdesac, ia akhirnya menemukan yang ia cari. "Bagi sebagian orang, mobil memberikan kebebasan. Tapi bagi saya, mobil justru memberi batasan," ujarnya.

Selain memberi kemudahan akses dalam bermobilitas, Culdesac juga diharapkan bisa menumbuhkan komunitas di mana warganya bisa terhubung dan berinteraksi satu sama lain. Sebab dengan jenis permukiman yang ada di Amerika Serikat sekarang, orang-orang hanya diberi pilihan untuk berinteraksi di rumah atau tempat kerja.
Meski proyek ini masih terbilang anyar, tapi Culdesac membuka banyak kemungkinan untuk hunian masa depan. Bukan tidak mungkin, permukiman seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk perlahan membangun kota yang lebih baik—kota yang ramah pejalan kaki, bebas macet, inklusif, dan berkelanjutan.

(ANL/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS