Insight | General Knowledge

Kemenangan Argentina Patahkan "Drake Curse" Meski Tidak Sepenuhnya

Selasa, 20 Dec 2022 19:00 WIB
Kemenangan Argentina Patahkan
Jakarta -

Tak terhitung banyaknya mitos atau takhayul sekitar olahraga, apapun cabangnya. Mulai dari mengenakan pakaian yang sama untuk melanjutkan winning streak saat bermain bowling, mengelap sol sepatu untuk nasib baik sebelum pertandingan basket, atau menghindari menginjak garis lapangan tenis untuk menghindari nasib buruk, banyak dari takhayul seperti ini yang masih dipercaya baik oleh atlet maupun fans masing-masing cabang olahraga.

Salah satu mitos terkait olahraga yang banyak dipercaya secara luas dalam beberapa tahun ke belakang adalah adanya "Drake Curse", yaitu kutukan yang menyertai tim atau atlet yang didukung oleh Drake. Salah satu contoh korbannya adalah Paul Pogba, yang tertangkap dalam foto bersama Drake pada 2019. Empat hari setelah foto tersebut beredar ke publik, Manchester United dikalahkan oleh Wolves di kandangnya sendiri, Old Trafford.

Tak berhenti di situ, Layvin Kurzawa dari Paris Saint-Germain juga pernah berfoto dengan Drake sebelum dikalahkan oleh Lille dengan skor 5-1, kekalahan terbesar mereka selama 19 tahun. Di luar sepak bola, Conor McGregor pun dikalahkan oleh Khabib Nurmagomedov setelah menerima dukungan Drake.

Daftar "korban" dari kutukan tersebut juga mencakup sejumlah tim dan atlet dari berbagai cabang olahraga lain. Sebut saja nama-nama seperti petinju Anthony Joshua, pemain sepak bola Kun Aguero bersama Manchester City, dan banyak nama lainnya. Memang tak semua orang menjadi korban dari kutukan ini—dengan Alphonso Davies bersama Bayern Munich dan petinju Tyson Fury yang berhasil mematahkannya—namun takhayul satu ini tetap ditakuti. Tak heran, ketika Drake mengunggah bahwa ia mempertaruhkan 1 juta USD untuk Argentina di final Piala Dunia 2022, banyak fans Argentina yang khawatir bahwa ia akan membawa nasib buruk.

Setelah pertandingan yang menegangkan, fans Argentina bisa mengembuskan nafas lega karena match yang alot tersebut akhirnya berhasil dimenangkan Argentina setelah adu penalti. Kali ini, kutukan yang menghantui Drake berhasil dipatahkan kembali. Sayangnya, kesialan Drake belum berhenti. Walaupun tim yang didukungnya berhasil memenangkan pertandingan final, Argentina memenangkan match tersebut setelah melewati waktu tambahan dan adu penalti—sedangkan taruhan yang dilakukan Drake hanya mencakup 90 menit penuh babak pertama dan kedua.

Gol dari Kylian Mbappe yang disarangkan di gawang Argentina mendekati akhir babak kedua membuat pertandingan utama berakhir secara seri. Alhasil, Drake tetap kalah dalam taruhan yang dilakukannya. Disinyalir, pertaruhan Drake sebenarnya merupakan bagian dari upaya pemasaran kerja sama dengan Stake.com, platform judi daring yang beroperasi di Amerika Serikat, Britania Raya, dan Australia—sehingga masih simpang siur apakah Drake benar-benar kehilangan 1 juta USD atau apakah pertaruhan tersebut hanya gimmick belaka. Walau Drake bisa sedikit lega karena kutukan yang menghantuinya sudah tak seintens tahun-tahun ke belakang, tetap ada ironi yang tak bisa disangkal ketika seseorang dengan hoki buruk mempromosikan platform judi.

[Gambas:Audio CXO]

(alm/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS