Insight | General Knowledge

Kontroversi The Price of Glee

Rabu, 14 Dec 2022 18:00 WIB
Kontroversi The Price of Glee
Jakarta -

Serial musikal komedi Glee akan diangkat ke dalam docuseries berjudul The Price of Glee yang direncanakan tayang di Investigation Discovery pada Januari 2023. Dalam materi promosinya, serial dokumenter ini dikatakan akan mengungkap "sisi gelap" dari Glee. Sayangnya, The Price of Glee dikritik oleh fans dan para pemain Glee, bahkan sebelum serial ini ditayangkan.

The Price of Glee dikritik karena terkesan mengeksploitasi tragedi yang menimpa para aktor dan aktrisnya. Dalam trailer berdurasi 2 menit 18 detik, "sisi gelap" Glee hanya dipusatkan pada kematian Cory Monteith, Naya Rivera, dan Mark Salling. "In May 2009, 10 young actors made their TV debut on Glee. By 2020, all of them would be famous. And three of them would be dead," ucap narator dalam trailer. Narasi tersebut membingkai kematian tiga orang ini seakan-akan sebagai penanda "death curse" atau kutukan kematian yang menghantui Glee.

[Gambas:Youtube]

Padahal, ketiganya meninggal dunia dalam peristiwa yang berbeda—Cory Monteith meninggal tahun 2013 karena overdosis, Mark Salling meninggal tahun 2018 karena bunuh diri, dan Naya Rivera meninggal tahun 2020 karena tenggelam di sebuah danau. Namun, The Price of Glee justru membingkai kematian ketiganya sebagai skandal sensasional yang harus diinvestigasi.

Popularitas dan Kontroversi Glee
Sejak tayang tahun 2009, Glee berhasil menjadi salah satu serial paling populer di kalangan anak muda. Serial ini menceritakan lika-liku kehidupan misfits SMA McKinley yang bergabung ke dalam klub show choir. Meski dikemas sebagai komedi musikal, tapi serial ini mengangkat banyak isu penting mulai dari bullying, keberagaman, hingga penerimaan diri.

Premis yang relatable dan performance yang luar biasa dari para pemainnya berhasil membuat Glee menjadi serial yang amat dicintai oleh banyak orang. Serial ini bahkan berhasil memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Golden Globe Award. Pada masanya, Glee adalah puncak dari budaya pop yang berhasil mendominasi industri hiburan.

Namun Glee tetaplah fiksi, dan apa yang ada di televisi belum tentu mencerminkan realita. Tahun 2013 penggemar Glee di seluruh dunia dikejutkan dengan berita kematian Cory Monteith yang meninggal akibat overdosis. Berita ini membuat banyak orang terpukul lantaran Cory yang memerankan karakter Finn Hudson telah menjadi idola banyak remaja pada saat itu.

Kabar mengejutkan berikutnya datang di tahun 2016, ketika Mark Salling—aktor yang berperan sebagai Noah Puckerman—dinyatakan bersalah atas kepemilikan pornografi anak. Satu tahun kemudian, Mark ditemukan tewas di apartemennya setelah mengakhiri nyawanya sendiri.

Tahun 2020 para penggemar serial ini kembali dikejutkan dengan berita duka, yaitu kematian Naya Rivera yang berperan sebagai Santana Lopez. Naya dikabarkan hilang di sebuah danau ketika sedang bertamasya bersama anaknya menggunakan sebuah perahu. Jasad Naya ditemukan beberapa hari kemudian, dan dinyatakan meninggal karena tenggelam.

Dikritik oleh Para Pemain Glee
Peristiwa yang terjadi kepada tiga orang tersebut mengejutkan para penggemar, apalagi karakter mereka dalam Glee telah menginspirasi banyak penonton remaja. Sementara itu, kreator acara The Price of Glee justru mengeksploitasi peristiwa tragis tersebut menjadi sebuah docuseries yang "seru" dan "penuh misteri".

Selain eksploitatif, The Price of Glee dibuat tanpa persetujuan ataupun keterlibatan dari para pemain ataupun crew serial Glee. Minggu lalu, Kevin McHale yang berperan sebagai Artie Abrams menyangkal keterlibatan cast Glee dalam docuseries ini melalui akun Twitter pribadinya. Ia merespons cuitan dari penulis The Price of Glee yang mengklaim cast dan crew Glee ikut terlibat dalam pembuatan dokumenter ini. "Show me this 'cast' you speak of. This is (trash emoji)," tulisnya.

Sementara itu, Kevin McHale dan Jenna Ushkowitz—yang berperan sebagai Tina Cohen-Chang—juga merilis podcast berjudul And That's What You REALLY Missed yang melihat kembali episode-episode Glee dan menyoroti momen-momen baik di balik layar. Menurut Jenna, munculnya dokumenter The Price of Glee justru semakin menunjukkan pentingnya podcast ini. Sebab apa yang terjadi ketika proses syuting diceritakan langsung dari perspektif orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Kontroversi yang menyelimuti The Price of Glee lagi-lagi mengingatkan kita bahwa serial dokumenter seharusnya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi, bukan mengeksploitasi kisah hidup orang lain menjadi sebuah tontonan yang menjual. Jadi apakah The Price of Glee akan menjadi dokumenter yang layak ditonton? Melihat respons terhadapnya, sepertinya dokumenter ini sebaiknya di-skip saja.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS