Insight | General Knowledge

Dokumenter 'The Redeem Team' Siap Tayang di Netflix

Selasa, 23 Aug 2022 15:40 WIB
Dokumenter 'The Redeem Team' Siap Tayang di Netflix
Jakarta -

Uninterrupted bersama Netflix dan International Olympic Committee, merangkum kisah penebusan timnas basket Amerika Serikat pada Olimpiade Beijing 2008 lalu, pada karya dokumenter teranyar berjudul The Redeem Team, yang tip-off pada bulan Oktober 2022 mendatang.

Karya dokumenter ini terbilang spesial, mengingat nama The Redeem Team    judul sekaligus julukan timnas basket Amerika Serikat saat itu, sukses membalikkan kekalahan memalukan di Olimpiade Athena 2004 silam, menjadi sebuah medali emas bersejarah di Beijing 4 tahun berselang, kendati saat itu The Redeem Team dipandang sebelah mata. Perjalanan The Redeem Team di Beijing 2008 sendiri, dipimpin langsung oleh 'The Black Mamba' alias Kobe Bryant, dan disokong oleh sejumlah talenta muda berbakat seperti, LeBron James, Dwyane Wade, hingga Carmelo Anthony, serta ditukangi oleh seorang Mike 'Coach K' Krzyzewski.

Mengutip Netflix, Jon Weinbach selaku sutradara The Reedem Team mengaku hendak mengangkat kisah tim ini sebagai suatu pengingat, bahwa basket Amerika Serikat tidak selalu berada di posisi yang dominan. "Apa yang membedakan The Redeem Team dengan timnas bola basket Amerika lainnya adalah, orang-orang ini tidak cuma kalah sekali, tidak dua kali, tetapi tiga kali," kata Weinbach, sambil meneruskan, "Tim ini adalah tanda bermekarannya bunga mawar bagi basket Amerika Serikat."

Di samping itu, LeBron dan Wade yang berada di The Dream Team 14 tahun silam, turut berperan sebagai executive produser, dan sepenuhnya mendukung peluncuran proyek dokumenter The Redeem Team yang tayang mulai 7 Oktober 2022 nanti, di Netflix.

[Gambas:Instagram]

"Di tahun 2008, saya bermain bersama sosok yang saya anggap pahlawan, para pemain bintang, juga rekan dan calon rekan setim di masa selanjutnya. Tantangan terbesar kami saat itu adalah mengubah kesalahan persepsi orang banyak mengenai NBA dan timnas basket USA! Saya senang semua orang bisa mengintip ke balik layar dan melihat kerja keras yang kami persembahkan bagi tim yang ikonik - The Redeem Team," ungkap Dwyane Wade.

Sekilas Tentang The Redeem Team

Tim ini bermula dari kemerosotan prestasi yang signifikan dari tim basket Amerika Serikat, setelah meraih medali emas di Olimpiade Sydney tahun 2000 lalu. Secara beruntun, timnas basket USA mulai gagal berjaya di FIBA World Cup 2002, mengalami perombakan besar skuat di FIBA Americas 2003, dan yang terparah, gagal total di Olimpiade Athena 2004. Waktu itu, meski tim Amerika Serikat diisi sejumlah nama mentereng seperti Tim Duncan, Allen Iverson, hingga Lebron James dan Dwyane Wade belia, mereka justru kalah beruntun dari Puerto Riko, Lithuania, dan Argentina secara memalukan, dan hanya membawa pulang medali perunggu di Olimpiade Athena, Yunani.

Akhirnya, USA Basketball, selaku federasi basket Amerika Serikat, mulai merombak roster mereka dan memulai proyek The Redeem Team yang legendaris di tahun 2006. Kobe Bryant ditunjuk sebagai kapten, didampingi oleh Jason Kidd. Bersama-sama, mereka memimpin pemain masa depan Amerika Serikat seperti LeBron James, Dwyane Wade, Dwight Howard, Chris Bosh, Chris Paul, hingga Carmelo Anthony ke jalur kejayaan, dan sukses membawa pulang medali emas Olimpiade Beijing 2008 ke Negeri Paman Sam.

.Tim Basket Amerika Serikat/ Foto: Usab.com

Pada masanya, Kobe Bryant, Lebron, Wade dkk. disebut berhasil tampil secara konsisten dan prima pada setiap laga mereka di Beijing, tanpa merasakan satu pun kekalahan. Tak heran, tim ini mulai dianggap sebagai salah satu Tim Basket Amerika Serikat terbaik sepanjang masa, terlebih setelah rentetan kekecewaan besar dialami basket Amerika Serikat di turnamen sebelumnya.

Sejak saat itu, nama tim besutan 'Coach K' tersebut juga terus mengharum di dunia, dan mulai disandingkan dengan tim basket Amerika Serikat tahun 1992, atau dikenal sebagai The Dream Team, yang diisi oleh Michael Jordan, Magic Johnson, Larry Bird, Karl Malone, Patrick Ewing, hingga Scottie Pippen. "The Redeem Team adalah sebuah kisah anak manusia yang kebetulan juga [tentang] olahraga. Ini kisah tentang sebuah tim, [tetapi] juga kisah personal. Mereka semua ingin membuktikan sesuatu kepada diri masing-masing, kepada dunia, dan kepada sesama mereka," tandas Weinbach.

[Gambas:Youtube]

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)