Insight | General Knowledge

Mengapa Aplikasi Pelacak Jadi Hal yang Lumrah?

Senin, 05 Dec 2022 18:30 WIB
Mengapa Aplikasi Pelacak Jadi Hal yang Lumrah?
Jakarta -

Pertama kali diluncurkan ke publik pada tahun 2014, aplikasi pelacak lokasi Zenly dikabarkan akan berhenti beroperasi efektif per Februari 2023, sesuai dengan kabar resmi yang disampaikan pihak Zenly melalui laman Instagramnya Sabtu (3/12) lalu. Kabar ini disambut dengan haru bagi para penggunanya, terutama mereka yang sudah menggunakan aplikasi ini selama bertahun-tahun.

Aplikasi Zenly sendiri merupakan aplikasi pelacak di mana penggunanya diperkenankan untuk melihat dan berbagi lokasi satu sama lain secara real time di peta interaktif. Tak hanya lokasi, Zenly juga dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan yang sedang dilakukan para penggunanya seperti informasi baterai smartphone, fitur chat, mengirim emoji, foto, ataupun voice note, fitur "ghost mode", dan lainnya. Dengan fitur-fitur menarik tersebut, Zenly menjadi tracking app favorit para Gen Z. Faktanya, Zenly menjadi salah satu dari sepuluh aplikasi sosial teratas untuk iOS dan Android, dengan popularitas yang meroket saat era pandemi di tahun 2021.

Dengan banyaknya pengguna setia Zenly, aplikasi pelacak sekarang sepertinya sudah lumrah digunakan oleh pengguna smartphone layaknya platform media sosial lain. Secara konseptual, aplikasi pelacak memang memunculkan kontroversi tersendiri bagi mereka yang mengedepankan privasi, independensi, dan boundaries. Konsep "memantau-dipantau" melalui tracking app masih dipandang dalam perspektif yang relatif negatif. Zenly sendiri pernah menuai kekhawatiran banyak pihak karena adanya potensi bahwa fitur-fitur yang tersedia dapat digunakan dengan maksud yang buruk oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Tracking Through a MapFoto: Unsplash: Pin Adventure Map

Namun, seiring waktu, tracking app menjadi sebuah aplikasi yang "diterima" di masyarakat—ironisnya—untuk alasan keamanan. Orang tua biasanya menggunakan aplikasi pelacak sebagai salah satu cara untuk memantau keberadaan anaknya. Hal ini berlaku juga bagi sesama anggota keluarga lainnya, tak harus orang tua. Semisal, kakak terhadap adik, dan sebaliknya.

Aplikasi pelacak juga sangat populer di kalangan pasangan. Kalau perihal ini, aplikasi pelacak bisa memiliki beberapa maksud dan tujuan di luar alasan keamanan. Misal, untuk mengetahui pasangannya mengatakan hal yang benar atau tidak saat menjawab pertanyaan, "Kamu di mana?" Tak jarang juga yang menilai bahwa pasangan yang menggunakan tracking app adalah mereka yang memiliki sifat trust issue hingga bentuk sikap posesif terhadap pasangan.

Lantas, apa artinya jika tracking app ternyata juga banyak digunakan dalam lingkup pertemanan? Clingy? Kepo? Posesif? Ini jawaban beberapa Gen Z; "Biar bisa mantau teman yang bilang sudah OTW ternyata belum," ucap Indi. "Nggak perlu ribet-ribet nanyain mereka udah sampai mana, kira-kira sampai sini jam berapa, sudah selamat sampai rumah atau belum, dll," tambahnya. Hal ini juga dirasakan oleh Gari, ia menggunakan fitur Find My Friends yang merupakan aplikasi yang tersedia untuk sesama pengguna iPhone untuk mempermudah komunikasi dengan temannya saat meet-up. "Kalau janjian sama teman lebih enak saja tahunya—kalau dia OTW, gue OTW," tutur Gari. "It's not about being possessive, but to make sure orang-orang yang lo peduliin tuh aman di jalan," sambungnya.

Sebagai tambahan, Aulia berpendapat serupa; agar tahu keberadaan teman yang bisa mempercepat pengambilan keputusan. "Kurang lebih biar tahu mereka sudah sampai mana jadi kalau janjian nggak tunggu-tungguan. Terus juga kadang-kadang kalau gue lagi di luar dan ternyata ada teman yang lagi berada di daerah yang dekat, siapa tahu kan bisa diajak ketemuan, hehe." tutur Aulia.

Pada akhirnya, mungkin aplikasi tracking tidak melulu harus dipandang dalam konotasi yang negatif, meski memang benar adanya probabilitas hal buruk yang dapat terjadi jika jatuh ke tangan yang salah. Tapi sekarang, kebanyakan aplikasi pelacak marak digunakan sebagai alat preventif sewaktu-waktu ada kerabat yang berada dalam kondisi tertentu, terutama dalam situasi darurat dan situasi yang tidak diinginkan. Bahkan tak cuma terhadap orang, tapi aplikasi ini juga bisa digunakan untuk melacak smartphone jika hilang. Pada lain sisi, aplikasi pelacak juga cocok untuk mereka yang lebih condong ke lifestyle anti-ribet dan serba cepat dalam segi komunikasi.

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/alm)

Author

Hani Indita

NEW RELEASE
CXO SPECIALS