Insight | General Knowledge

Mengenal Fenomena Menfess di Twitter

Rabu, 23 Mar 2022 17:00 WIB
Mengenal Fenomena Menfess di Twitter
Jakarta -

Kalau kamu pengguna Twitter, pastinya tidak asing lagi dengan akun-akun menfess yang berkeliaran. Menfess merupakan sebuah autobase di mana para pengguna Twitter dapat mengirimkan pesan melalui direct message (DM) yang nantinya akan terunggah melalui cuitan secara otomatis dan anonim pada akun menfess tersebut.

Untuk mengirim sebuah menfess, biasanya tiap autobase memiliki trigger word yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan peraturan-peraturan yang dirangkai oleh pemrakarsa autobase. Adapun menfess yang ditemukan melanggar aturan atau berisikan konten yang senonoh ataupun out of topic, biasanya akan dilaporkan oleh para pengikut autobase ke akun pengaduan.

Jika saya lihat, fenomena akun autobase sepertinya hanya beken di antara kalangan pengguna Twitter di Indonesia. Mulai dari autobase tentang kecantikan, fashion, fandom aktor, drama, maupun penyanyi, hingga autobase anabul, saham, pekerjaan, maupun autobase kota-kota di Indonesia. Semuanya memiliki pengikut yang cukup banyak, setidaknya melebihi 5 ribu pengikut.

.Ilustrasi menfess/ Foto: Claudio Schwarz - Unsplash

Akun autobase mendapat popularitasnya dari kesamaan minat yang juga dapat digunakan oleh orang-orang untuk mendapatkan informasi. Biasanya, mereka akan mengirimkan menfess yang berbentuk pertanyaan maupun pernyataan, yang dapat dijadikan bahan diskusi di kolom komentar. Sebagai contoh, dalam akun autobase beauty fess, beberapa cuitan yang terunggah menanyakan tentang ulasan produk-produk tertentu, dan menanyakan rekomendasi hingga solusi untuk produk-produk apa yang seharusnya digunakan untuk tipe dan kondisi kulit yang dimiliki si pengunggah menfess. Ada juga beberapa menfess yang memberikan info seputar diskon-diskon produk kecantikan yang sedang berlangsung atau akan datang.

Saya pribadi pernah dibantu oleh warga Twitter yang menaikkan cuitan saya mengenai hilangnya kucing kesayangan ke autobase khusus seputar kucing beserta autobase kota tempat tinggal saya. Eksposur dari cuitan tersebut pun meningkat, dan ada beberapa orang yang mengetuk DM saya untuk berbagi cerita dan memberi tahu beberapa cara untuk menyikapi insiden tersebut. Saya pun diberikan kontak seseorang yang sempat membantu beberapa orang dalam menemukan kucing mereka yang hilang. Meskipun pada akhirnya kucing saya pun tidak berhasil ditemukan, tapi tentunya saya sangat mengapresiasi bantuan yang saya terima.

.Ilustrasi menfess/ Foto: charlesdeluvio - Unsplash

Selain untuk menyebarkan informasi, autobase juga sering dipenuhi oleh menfess berisi keluhan atau kritikan. Dan yang menarik, akun autobase dengan pengikut terbanyak jatuh kepada autobase nyinyir, tubirfess, yang (saat ini) memiliki 678.000 pengikut. Ya, mungkin orang Indonesia nomor satu soal gosip menggosip, pada bio autobase-nya bahkan terpampang dengan jelas tulisan "hobi mentubiri hal-hal yg tidak perlu ditubiri."

Di satu sisi, anonimitas juga berperan penting dalam maraknya penggunaan autobase, karena pengguna tidak diselimuti rasa ragu-ragu untuk berbicara mengenai apa saja. Yang terpenting, hadirnya menfess berfungsi untuk memfasilitasi dan mempertalikan pengguna Twitter dengan ketertarikan ataupun kebutuhan yang sejalan. Sehingga, dapat dinyatakan bahwa fenomena autobase ini seperti membangun sebuah komunitas baru dalam era digital.

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/DIR)

Author

Hani Indita