Insight | General Knowledge

Tempe, Cara Jadi Vegan Tanpa Kantong Jebol

Selasa, 01 Nov 2022 12:25 WIB
Tempe, Cara Jadi Vegan Tanpa Kantong Jebol
Foto: Wikimedia
Jakarta -

Setiap tanggal 1 November selalu diperingati sebagai Hari Vegan Sedunia. Menurut KBBI, arti dari kata 'vegan' adalah orang yang tidak makan daging, ikan, produk susu, atau telur. Dari pengertian yang diberikan, maka sudah jelas bahwa banyak sekali jenis makanan di dunia ini yang tidak bisa dimakan oleh orang yang sudah mengambil jalan hidup sebagai vegan. Makanan vegan identik dengan harga yang mahal, bahkan berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan non-vegan. Namun, tanpa disadari banyak orang, sebenarnya banyak sekali kuliner khas Indonesia yang cocok untuk para vegan. Salah satu yang paling terkenal adalah tempe.

Tempe yang diolah langsung dari fermentasi kacang kedelai patut dijuluki sebagai makanan seluruh kasta ekonomi. Baik kelas bawah hingga high class, semuanya pasti menikmati dan menggemari tempe. Melihat bagaimana kultur vegan makin banyak diminati dan diikuti, yuk cari tahu bagaimana tempe menjadi makanan vegan tanpa perlu bikin kantong jebol!

Sejarah Tempe

Sebelum masuk ke dalam pembahasan utama, lebih seru jika kamu tahu bagaimana sejarah tempe. Walaupun dinilai sebagai makanan merakyat, tempe memiliki nilai sejarah yang cukup keren jika dibahas lebih dalam.

Seperti yang diketahui, banyak banget kuliner yang ada di seluruh dunia berasal dari Cina atau Jepang. Tapi, tidak untuk tempe. Makanan tradisional ini memang berasal dari Indonesia, lebih tepatnya di wilayah Yogyakarta dan Surakarta. Pada awal abad ke-19, tempe sudah disebut dalam manuskrip Serat Centhini yang diolah dengan santan. Tidak aneh jika tempe memang lahir dari kebudayaan di Pulau Jawa karena kata 'tempe' sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno. Inspirasinya diambil dari makanan bernama tumpi yang terbuat dari tepung sagu dengan hasil akhir berwarna putih.

Bahkan, pada zaman pendudukan Jepang, para tawanan perang berhasil terhindar dari disentri dan busung lapar karena diberi makan tempe. Pelan tapi pasti, tempe menjadi makanan penting di dalam keseharian masyarakat Indonesia. Itulah mengapa Indonesia menjadi negara produsen tempe terbesar di dunia sehingga menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Kandungan protein dalam setiap gigitan tempe berhasil menjadi salah satu pilar utama dari kekuatan pangan Indonesia.

Olahan Tempe untuk Para Vegan

Gaya hidup vegan yang tidak mengonsumsi daging, ikan, produk susu, atau telur membuat mereka harus mencari alternatif bahan utama dalam mendapatkan berbagai gizi dan protein. Untungnya, tempe menjadi salah satu bahan makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Dalam 100 gram tempe, ada 19 gram protein. Hasil ini sedikit lebih rendah dibandingkan daging sapi (29 gram) dan daging ayam (19 gram).

Melihat bagaimana jumlah protein tempe yang cukup besar dengan fakta bahwa tempe bukan terbuat dari olahan hewani, maka bahan makanan ini sudah sangat cocok menjadi pengganti daging bagi para vegan. Apalagi, banyak banget cara memasak tempe dengan harga bahan baku yang cenderung jauh lebih murah. Dimulai dari tempe goreng, tempe goreng tepung, tempe mendoan (dimasak setengah matang), tempe orek, tempe bakar, bahkan ada sate tempe.

Banyaknya cara memasak tempe membuat para vegan tidak perlu merasa bosan harus menyantapnya setiap hari. Bayangkan saja bahwa tempe adalah daging yang selama ini selalu dimakan hampir setiap hari. Namun kali ini jauh lebih sehat untuk tubuh kamu dalam jangka panjang. So, tunggu apalagi? Tidak perlu bingung lagi harus cari makanan apa saat memutuskan untuk menjadi vegan. Daripada membeli salad dengan harga puluhan hingga ratusan ribu, mari coba mengolah tempe dengan beragam resep yang seru.

[Gambas:Audio CXO]

(tim/alm)

Author

Timotius P

NEW RELEASE
CXO SPECIALS