Insight | General Knowledge

Jet Selebritis dan Pemanasan Global

Senin, 15 Aug 2022 15:49 WIB
Jet Selebritis dan Pemanasan Global
Jakarta -

Climate change masih menjadi PR terbesar penduduk bumi saat ini. Belakangan, pembahasannya berlanjut ke babak baru. Persis setelah Yard, agensi digital asal Britania merilis rangkuman penerbangan jet pribadi seleb papan atas, sepanjang paruh pertama tahun 2022. Pada dasarnya, aktivitas jet pribadi merupakan salah satu penyumbang karbon terbesar yang berdampak langsung pada kerusakan alam. Sumbangan karbon private jet berkisar sejumlah 3.256,36 ton/tahun, atau jauh lebih tinggi daripada emisi pesawat komersial yang hanya menghasilkan 7 ton CO2 per tahunnya.

Sementara itu, nama Taylor Swift berada di peringkat teratas selebriti pengguna jet pribadi. Merujuk paparan Celebrity Jets-setidaknya sampai bulan Juli 2022-pesawat pribadi Taylor Swift telah terbang sebanyak 170 kali dan melepaskan sebesar 8.283 ton CO2. Tak heran, jika Swift yang cemerlang saat bermusik justru menjadi bulan-bulanan publik global, akibat over-aktivitas jet pribadi yang berdampak buruk pada alam. Meski demikian, di antara gelombang kritik hebat kepadanya, salah seorang Swifties justru mencoba untuk sedikit memaklumi sang idola.

[Gambas:Instagram]

"Ya, wajar nggak sih kalo dia (Taylor Swift) mobilitasnya tinggi banget? Secara kan, dia itu lagi aktif re-record karya-karyanya dan bukan mondar-mandir nggak jelas ke party-party gitu kayak yang lain," tutur Dinar, yang mengaku telah menjadi Swifties sejak 2009.

Meski terdengar subjektif, pembelaan Dinar di atas memang masih terkesan logis. Sebab Swift bukan satu-satunya selebriti peyumbang berton-ton emisi karbon. Ada pula nama petinju Floyd Mayweather yang telah 117 kali terbang dan menyumbang 7.076 ton emisi karbon, juga Jay Z yang terbang 136 kali dan menyumbang 6.981,3 ton CO2, kendati keduanya bisa dibilang tidak dalam masa produktif.

"Sampai di sini sih, gue masih nge-fans sama Taylor Swift. Selain gue suka karyanya, sebenarnya dia juga sosok yang always stand up for woman rights and equality. Ya, tapi, kalo emang ternyata produktivitas dia malah ngerusak tempat kita tinggal, gue turut menyayangkan, sih. Kayak, dia sebagai idola harusnya ngasih contoh yang lebih bijak juga, 'kan," tambah Dinar.

Di lain sisi, pihak Swift sendiri telah menepis tudingan miring soal over-aktivitas jet pribadi sang musisi yang terkesan egois dan "seenaknya". Pihak Swift menjelaskan kalau aktivitas terbang yang berlebih itu dikarenakan jet milik Swift kerap dipinjamkan ke pihak-pihak lain, yang kebetulan sedang membutuhkan tumpangan eksklusif tersebut.

.Ilustrasi privat jet/ Foto: Pexels

Stop Normalisasi Wasted Lifestyle

Sampai saat ini, kritik terhadap Taylor Swift dan kaum selebritis yang seenaknya terbang masih berlangsung hangat. Adapun pembelaan klise pihak Swift yang melibatkan nilai humanitarian di atas, malah memantik serangan lebih jauh bagi sang musisi dan kalangan seleb yang terkenal hedonis.

"Apa pun alasannya, nggak bisa diterima begitu aja, dong. Abis kalo dibilang sibuk, siapa sih yang nggak sibuk?" protes Melodya, penggiat environmental yang tergabung dalam Studio Else. "Bedanya kan, mereka bisa 'membeli' waktu, bahkan bayar orang sebagai kaki tangan. Jadi, ini perkara mau atau nggak mau. Sebab kalo emang mau, pasti bisa terbang tanpa private jet, apalagi kalo nggak kepepet," tambahnya.

Statistik Celebrity Jets yang memaparkan aktivitas pesawat privat seleb memang bak tamparan keras bagi publik. Sebab jika ditelusuri lebih, ternyata banyak sekali nama berpengaruh lainnya yang terbang semau-mau mereka. Sebut saja nama Blake Shelton, Oprah Winfrey, Kim Kardashian, Steven Spielberg, hingga pasangan Travis Scott dan Kylie Jenner yang tergabung dalam top seleb pengguna jet pribadi paling intens.

[Gambas:Instagram]

Pada sudut tertentu, mungkin bisa dikatakan bahwa alasan para seleb berseliweran dengan jet pribadinya lebih menyangkut alasan privacy; sebuah kemewahan yang sulit mereka raih di ruang publik. Akan tetapi, alasan semacam itu sudah sepatutnya dikesampingkan terlebih dahulu, mengingat kelestarian bumi adalah hal yang lebih genting, dan perihal privacy seharusnya bisa diurus belakangan.

Selebritis dengan segala privilesenya memang terlanjur dijadikan patokan oleh publik   meski terkesan problematis. Sebab terkadang, kecintaan yang berlebih justru melucuti objektivitas terhadap sang idola. Terlebih di dalam kasus ini, yang mana melibatkan nyawa seisi makhluk bumi.

"Kalo dari kacamata gue, intinya, orang yang memiliki privilege (biasanya tidak terkena direct expose dari perubahan iklim) seharusnya lebih sadar dan berkorban," jelas Melodya. Sebagai satu komunitas global yang sama-sama tinggal di bumi, kita memang harus lebih concern memperhatikan alam tanpa pandang status sosial.

"Mereka tuh wajib lebih sadar seberapa berdampaknya mereka terhadap dunia, yang bukan cuma diisi sama dia dan followersnya doang. Bahkan lebih kerennya, mereka malah harus bisa membantu atau menginspirasi orang lain untuk ikut nyembuhin bumi. Lagian sebenarnya, ideologi bumi sama semua spesies (di dalamnya) sama kok, bisa nyembuhin dirinya sendiri kalo diberi waktu dan disayang. Jadi jangan egois, dan jangan diserang terus," tandas Melodya.

Akhirnya, demi bumi yang lebih lestari, kita perlu lebih bahu membahu memperbaiki tempat kita tinggal. Salah satu yang utama, adalah dengan berhenti menormalisir over-aktivitas jet pribadi selebriti-beserta kelompok kakap egois lain-yang terbukti tidak pernah ramah dengan lingkungan. Demi bumi dan seisinya yang lebih menyenangkan; tanpa hal-hal memilukan seperti lagu-lagu dan tingkah Taylor Swift belakangan.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/HAL)