Insight | General Knowledge

Rumah Sehat untuk Jakarta, Apa Itu?

Jumat, 05 Aug 2022 18:00 WIB
Rumah Sehat untuk Jakarta, Apa Itu?
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Foto: Silvia - Detikcom
Jakarta -

Sebanyak 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta diubah sebutannya menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Perubahan sebutan ini dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu, (3/8). Anies mengatakan sebutan tersebut diubahnya agar membuat warga Jakarta lebih berorientasi pada hidup sehat dan lebih optimis.

"Jadi rumah sehat ini dirancang untuk benar-benar membuat kita berorientasi pada hidup sehat, bukan sekadar berorientasi untuk sembuh dari sakit. Selama ini rumah sakit kita, berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif sehingga datang ke rumah sakit untuk sembuh. Sementara untuk sembuh harus sakit dulu sehingga tempat ini menjadi tempat orang sakit," ujar Anies saat menghadiri pencanangan penjenamaan RSUD di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, dikutip detikcom.

.Peresmian nama Rumah Sehat untuk Jakarta, RSUD Cengkareng/ Foto: Silvia - Detikcom

Ia berharap dengan perubahan sebutan tersebut, Rumah Sehat untuk Jakarta punya peran lebih penting yakni untuk pencegahan penyakit. Menurut Anies, pola pikir masyarakat bisa berubah dengan perubahan nama ini. Dia ingin agar warga Jakarta datang ke Rumah Sehat untuk Jakarta untuk jadi sehat.

"Jadi datang ke rumah sehat untuk menjadi sehat, dan lebih sehat. Mulai melakukan medical check up, sampai persoalan gizi dan lain-lain, seperti konsultasi," kata Anies. Meskipun penyebutan rumah sakit diganti menjadi rumah sehat, namun pelayanan yang diberikan selama ini tidak akan berubah. Sebab 'rumah sehat' hanyalah slogan saja untuk membuat masyarakat lebih bersemangat.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Khalimah menyebut nama tersebut hanyalah sebutan saja. Sebab sesuai arahan Kemenkes RI, nama RSUD tetap tidak boleh dihilangkan. Ini mengacu pada UU No. 44 tahun 2019, hingga Permenkes No. 14 tahun 2021, terkait penamaan RS harus memiliki kekhususan.

.Rumah Sehat untuk Jakarta/ Foto: Facebook - Anies Baswedan

"Jadi memang pada saat itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI sudah konsultasi dengan Kemenkes RI tentang penamaan RSUD daerah tersebut. Tujuannya untuk branding RS dan supaya ada semangat bahwa orang harus sehat," kata dr. Siti. Kemenkes pun tak mempersoalkan branding yang dilakukan oleh Gubernur Anies. Namun, jika nama Rumah Sakit berubah nama, mungkin akan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Ia pun mengatakan akan mengkomunikasikan lagi dengan dinas kesehatan bahwa rumah sakit harus tetap ditulis.

Meskipun terbilang membingungkan, mengubah nama 'Rumah Sakit' menjadi 'Rumah Sehat' hanya untuk slogan atau moto, rasanya bukan hal yang bersifat urgensi. Ada hal yang lebih penting dari sekadar mengubah nama, yaitu perbaikan mutu pelayanan kesehatan di Jakarta yang harus semakin meningkat dan merata. Apa pun namanya, masyarakat sendiri pintar untuk menilai dan memahami bahwa tujuan mereka untuk ke rumah sakit tidak hanya untuk mengobati rasa sakit, tapi juga untuk menjaga kesehatan. Tanpa perubahan nama pun, selama ini kita tetap pergi ke tempat pelayanan kesehatan, sakit maupun sehat, bukan?

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/HAL)