Insight | General Knowledge

Kominfo dan Akal-akalannya yang Menyusahkan

Kamis, 04 Aug 2022 12:00 WIB
Kominfo dan Akal-akalannya yang Menyusahkan
Kementerian Komunikasi dan Informatika Foto: Bisnis.com
Jakarta -

Keramaian tentang "ultimatum" yang dilakukan oleh Kementerian Telekomunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kerap menghiasi media sosial dan perbincangan sehari-hari selama beberapa minggu terakhir. Bagaimana tidak, biarpun perlu diakui bahwa Kominfo memiliki tujuan yang baik untuk melindungi rakyatnya, tapi solusi asal blokir yang ditawarkan dapat dikatakan menyulitkan dan kolot. Padahal, seharusnya Kominfo memiliki kapabilitas dan kapasitas untuk menghadirkan solusi yang lebih bijak dan jitu.

.Ilustrasi blokir/ Foto: Freepik

Blokir Sana-sini

Mau bagaimana lagi, ini juga bukan pertama kalinya kita dikecewakan oleh Kominfo, apalagi soal blokir-blokiran. Jika melihat ke belakang, mungkin kamu ingat bahwa Kominfo pernah memblokir Tumblr dan Reddit karena alasan yang sama: ditemukannya konten berbau pornografi. Meskipun Tumblr utamanya berfungsi sebagai tempat untuk berbagi karya dan Reddit sebagai forum yang membebaskan penggunanya untuk membahas tentang apa pun, memang tidak menutup kemungkinan adanya konten eksplisit yang berbau pornografi di situ.

Namun, hal yang sama juga dapat dikatakan untuk platform lainnya seperti Facebook dan Twitter. Jika benar-benar dicari, apa pun platform nya, memang ada saja konten dewasa. Hal tersebut seharusnya menjadi tugas masing-masing platform untuk memoderasi dan meregulasi konten yang beredar, bukan sesuatu yang memerlukan campur tangan Kominfo.

Sementara itu, ada isu lain yang lebih penting yang bisa diurus oleh Kominfo, yaitu kerahasiaan data pribadi yang kerap bocor. Dalam keseharianmu, kamu pasti sering mendapatkan SMS berupa tawaran pinjaman bodong, dari yang awalnya meresahkan hingga sekarang yang sudah diabaikan. Itu adalah salah satu akibat dari kerahasiaan data pribadi yang bocor. Di level yang lebih meresahkan, informasi yang ada pada KTP-mu bisa saja disalahgunakan untuk hal seperti pencurian identitas, peretasan akun, dan masih banyak lainnya.

.Ilustrasi internet cepat/ Foto: Freepik

Internet Cepat Buat Apa?

Terlepas dari blokir-blokiran, ada juga kutipan bersejarah dari Tifatul Sembiring, mantan Menkominfo, yang selalu membekas di ingatan netizen hingga saat ini. Pada tahun 2014 silam, tercatat bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah terkait kecepatan internet di seluruh Asia Pasifik. Tifatul, melalui akun Twitter-nya, menyuarakan komentarnya dengan, "Tweeps Budiman, memangnya kalau internetnya cepat mau dipakai buat apa?...:D *MauTauBanget*".

Melihat pernyataan tersebut, banyak netizen yang langsung menanggapi; untuk kirim file dan materi yang berukuran besar dengan cepat, telepon video jarak jauh, dan masih banyak lainnya. Namun, menurut Tifatul, segala kebutuhan itu dianggap membebankan dana saksi kepada APBN. Padahal, internet yang cepat dan bersaing dengan negara-negara lain sudah menjadi hak setiap warga negaranya.

Jika di tahun 2014 sempat viral jargon "Internet cepat buat apa?", maka di 2022 jargon tersebut berubah menjadi "Internet buat apa?" dengan diblokirnya berbagai layanan internet yang kita gunakan sehari-hari. Apakah kebebasan berinternet kita akan membaik? Hanya Kominfo yang tahu.

[Gambas:Audio CXO]

(HAL/DIR)

Author

Handoko Lun